Profil Eggi Sudjana: Aktivis, Pengacara, dan Kini Jadi Sorotan
Eggi Sudjana adalah seorang aktivis dan pengacara asal Jakarta yang kini menjadi sorotan publik. Status tersangkanya dalam kasus ijazah Jokowi dicabut setelah keluarnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dari pihak kepolisian. Selain itu, ia diketahui sedang menjalani pengobatan karena menderita kanker stadium 4.
Pertemuan penting antara Eggi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Jawa Tengah, pada 8 Januari 2026, menjadi momen krusial dalam kasus hukumnya. Dalam pertemuan tersebut, Eggi menjelaskan statusnya sebagai pengacara dan menilai bahwa penahanannya adalah kesalahan prosedur hukum. Ia juga mengingatkan Jokowi tentang sumpah jabatan presiden untuk menjalankan undang-undang secara benar.
Setelah pertemuan itu, SP3 resmi dikeluarkan setelah seluruh proses restorative justice rampung. Meskipun demikian, Eggi menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meminta maaf kepada Jokowi. Ia juga memuji akhlak Jokowi yang dinilainya baik, meskipun merasa difitnah.
Latar Belakang dan Karier Eggi Sudjana
Eggi Sudjana lahir di Jakarta pada 3 Desember 1958. Sebelum terjun ke dunia politik, ia pernah menjadi dosen program studi Hukum Keluarga di Institut PTIQ Jakarta. Menurut Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), statusnya sebagai dosen dengan Perjanjian Kerja. Rekam jejak pendidikannya mencakup gelar Sarjana Hukum dari Universitas Jayabaya, S2 dari Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 1994, dan S3 pada 2004.
Terlibat dalam Dunia Politik
Eggi pernah mencalonkan diri sebagai bakal calon gubernur Jawa Barat pada Pemilihan Umum Gubernur Jawa Barat 2013. Namun pencalonannya kandas saat mengikuti verifikasi di KPU Jawa Barat. Pada tahun 2013, ia juga mencalonkan diri sebagai calon kepala daerah di Jawa Timur, tetapi gagal dalam pemilihan gubernur Jawa Timur 2013-2018.
Pada Pilkada Jawa Barat 2018, Eggi mencoba melalui jalur independen, tetapi tidak lolos seleksi oleh KPUD Jawa Barat. Selain itu, ia terlibat dalam Pilpres 2014 sebagai tim sukses Prabowo Subianto dan menjadi salah satu dari sepuluh kuasa hukum dalam gugatan Prabowo terkait Pilpres 2014 ke Mahkamah Konstitusi.
Peran sebagai Pengacara
Sebagai pengacara, Eggi Sudjana pernah menangani beberapa kasus penting. Ia pernah menjadi pengacara Rizieq Shihab dalam kasus chat pornografi pada 2018. Selain itu, ia juga menjadi pengacara bos First Travel, Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan, terkait kasus penipuan travel umrah. Namun, dalam kasus First Travel, ia mundur karena klien tidak bersedia terbuka mengenai dana jemaah.
Terlibat dalam Kasus Dugaan Makar
Eggi juga pernah menjadi tersangka kasus dugaan makar yang dilaporkan oleh Supriyanto ke Bareskrim Polri pada 2019. Ia ditahan di Rutan Polda Metro Jaya pada 14 Mei 2019, lalu dibebaskan pada 24 Juni 2019 setelah permohonan penangguhan penahanan dikabulkan. Pada Oktober 2019, ia kembali ditangkap karena berkomunikasi dengan tersangka perakit bom yang sering berkomunikasi dengannya.
Kena Kanker Stadium 4
Saat ini, Eggi Sudjana diketahui sedang sakit kanker stadium 4. Setelah statusnya sebagai tersangka kasus ijazah Jokowi dicabut, ia pergi ke Malaysia untuk menjalani pengobatan pada Jumat (16/1/2026) sore. Kabar tentang penyakitnya diungkapkan oleh kuasa hukumnya, Elida Netty.
SP3 Usai Temui dan ‘Ceramahi’ Jokowi Soal Pengacara
Dalam pertemuan dengan Jokowi, Eggi menjelaskan bahwa statusnya sebagai pengacara adalah kesalahan prosedur hukum. Ia mengatakan bahwa UU Nomor 18 Tahun 2003 memberikan hak imunitas advokat, serta posisi hukumnya sebagai pelapor awal yang seharusnya dilindungi oleh UU Perlindungan Saksi dan Korban.
Menurut Eggi, Jokowi merespons dengan sangat santun dan meminta ajudannya untuk segera mengajukan permohonan RJ ke Polda Metro Jaya. Akhirnya, SP3 terbit pada 15 Januari 2026 setelah proses restorative justice rampung.
Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."











