"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Photobooth Jadi Daya Tarik Wisata di Kota Lama Semarang

Kota Lama Semarang Jadi Tujuan Wisatawan di Tahun Baru 2026

Kawasan Kota Lama Semarang kembali ramai dikunjungi wisatawan selama momen libur tahun baru 2026. Pengunjung terlihat memadati area sekitar Taman Srigunting, baik untuk duduk bersantai, berjalan-jalan, maupun mengabadikan momen dengan berfoto.

Di tengah keramaian tersebut, satu titik yang menarik perhatian adalah sebuah photobooth outdoor dengan konsep unik bergaya koran vintage. Photobooth ini menjadi magnet bagi para pengunjung yang ingin mencoba pengalaman foto yang berbeda.

Antrean panjang terlihat dari depan photobooth yang berada di depan sebuah rumah makan hingga area depan Gedung Marba. Salah satu pengunjung, Febi (24), asal Depok, mengaku datang bersama empat temannya dan awalnya hanya penasaran melihat kerumunan orang di pinggir jalan. Setelah melihat fotobooth tersebut, mereka memutuskan untuk mencoba.

“Pas lewat di sini tadi kita ngelihat kayak banyak nih mengantre, terus aku lihat, oh ternyata ada photobooth viral yang baru gitu kayak koran,” kata Febi.

Menurut Febi, konsep foto dengan latar desain menyerupai halaman koran memberikan kesan vintage yang kuat. Apalagi, photobooth ini berada di ruang terbuka sehingga menyatu dengan suasana bangunan tua khas Kota Lama.

“Jarang banget ada,” lanjutnya.

Rekannya, Rifa (24) asal Lamongan, mengaku baru pertama kali mencoba photobooth yang ditempatkan di ruang terbuka. Menurutnya, pengalaman berfoto di luar ruangan dengan latar desain koran memberikan kesan berbeda dibanding photobooth pada umumnya.

“Seru, karena ini outdoor dan background-nya pakai konsep koran, jadi kelihatan lebih menarik dan vintage,” ujarnya.

Rifa menjelaskan bahwa untuk satu kali cetak foto dikenakan tarif Rp35.000. Ia dan rombongan memilih mencetak dua kali dengan total biaya Rp70.000.

“Worth it ‘sepadan dengan harga’ dan ini yang pertama kalinya kami coba,” terangnya.

Meski puas dengan hasil foto, Rifa menilai ada beberapa hal yang bisa dikembangkan ke depannya. Menurutnya, keterbatasan ruang menjadi kendala saat datang berkelompok, mengingat lokasi photobooth berada di pinggir jalan.

“Bagus, cuma mungkin karena kita ramai-ramai ya, jadi space-nya kurang luas karena kan terbatas di pinggir jalan,” ucapnya.

Antusiasme serupa juga dirasakan Sefi (20), mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes). Ia mengaku mengetahui keberadaan photobooth tersebut dari media sosial TikTok yang ramai membahas konsep foto ala koran di kawasan Kota Lama.

“Tahunya dari TikTok. (Alasan memutuskan foto di photobooth tersebut) fomo aja sih,” ujar Sefi.

Menurutnya, ia ingin ikut mencoba photobooth tersebut karena konsepnya yang berbeda dari photobooth pada umumnya. Latar desain koran yang dipadukan dengan ikon Kota Lama, seperti Gereja Blenduk, menjadi daya tarik tersendiri bagi dirinya.

“Beda aja, biasanya kan photobox di mall,” katanya.

Agus Feriyawan (28), petugas jaga photobooth menjelaskan, konsep photobooth tersebut sebelumnya sudah lebih dulu hadir di Surabaya. Semarang menjadi kota terbaru yang dipilih untuk pengembangan, dengan pembukaan sejak 25 Desember 2025 di kawasan Kota Lama.

Menurutnya, photobooth ini mengusung konsep foto dengan latar ikon Kota Lama, khususnya Gereja Blenduk, yang dipadukan dengan desain menyerupai halaman koran. Ia menyebut ada 12 desain berbeda yang bisa dipilih pengunjung sesuai selera. Untuk satu lembar foto, tarif yang dikenakan sebesar Rp35.000. Photobooth tersebut beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB.

Menurut dia, sejak pertama dibuka, antusiasme pengunjung terbilang tinggi, terutama pada hari-hari awal pembukaan.

“Kalau saya ngitung kertasnya, itu kalau satu hari kan satu paket itu paling 150 lembar minimal. Ya (rata-rata) hampir 200 – 300 lembar,” bebernya.

Ia menyebut, mayoritas pengunjung berasal dari kalangan muda-mudi yang datang bersama teman. Meski demikian, ada pula keluarga yang ikut mencoba.

“Kemarin pas pertama buka tanggal 25 itu paling banyak yang datang dari luar kota dan luar pulau itu Kalimantan, Sumatera, Riau, Aceh, dan Bali,” imbuhnya.


Askanah Ratifah

Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *