"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Tiga Nama Calon Sekda NTB Muncul, Pansel Umumkan Hasil Penilaian di BKN

Proses Seleksi Calon Sekda NTB yang Dinilai Objektif dan Transparan

Proses seleksi calon Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah memasuki tahap akhir. Seluruh kandidat yang mendaftar telah mengikuti berbagai rangkaian tes, mulai dari ujian kompetensi hingga wawancara. Hasilnya, beberapa nama muncul sebagai kandidat terkuat dengan nilai tertinggi. Namun, pihak Panitia Seleksi (Pansel) menegaskan bahwa proses penilaian dilakukan secara objektif dan transparan.

  • Tiga Nama Kandidat Teratas

    Beberapa nama dikabarkan menjadi peraih nilai tertinggi dalam rangkaian tes yang digelar Pansel. Nama-nama tersebut antara lain Ahsanul Khalik, Abul Chair, dan Ahmad Saufi. Meskipun demikian, anggota tim Pansel, Prof Widodo, mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui informasi tentang daftar 3 besar tersebut. Ia menekankan bahwa tugas Pansel hanya sebatas melakukan penilaian terhadap 10 kandidat yang telah lolos tahapan awal.

  • Proses Penilaian Elektronik

    Penilaian yang dilakukan oleh Pansel terintegrasi dengan sistem Badan Kepegawaian Negara (BKN). Setelah tahapan penilaian makalah dan wawancara selesai, peran Pansel dianggap telah selesai. “Hasil penilaian elektronik terintegrasi dengan sistem BKN, setelah tahapan penilaian makalah dan wawancara ini selesai, peran Pansel telah tuntas,” jelas Widodo.

  • Kewenangan Berada di Tangan BKN

    Setelah Pansel menyelesaikan tugasnya, kewenangan selanjutnya berada di tangan BKN. Termasuk dalam hal validasi, verifikasi akhir, dan penentuan hasil seleksi. “Ini dilakukan untuk menjamin akuntabilitas, transparansi, dan mencegah adanya intervensi atau manipulasi nilai,” tambah Widodo.

Tanggapan Gubernur dan Proses Lanjutan

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat dikonfirmasi mengenai kabar nama-nama yang beredar, memilih untuk bungkam. Ia hanya tersenyum dan menjawab singkat, “Nanti saja.” Hal ini menunjukkan bahwa proses seleksi masih dalam pengawasan yang ketat, dan keputusan akhir belum sepenuhnya dipublikasikan.

  • Hasil Tes dan Proses Seleksi

    Menurut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Tri Budiprayitno, saat ini Pansel masih menunggu hasil Computer Assisted Test (CAT) yang sudah dilaksanakan di BKN pada pertengahan Desember 2025. “Itu kita tunggu dan kita gabungkan dengan nilai rekam jejak sebelumnya, kemudian nanti ketua tim pansel bersama anggota rapat dan melaporkan kepada Gubernur tentang klasifikasi dan rangking masing-masing (calon),” kata Yiyit, sapaan akrabnya.

  • Tes yang Sangat Sulit

    Tes CAT yang diikuti 10 kandidat Sekda tersebut merupakan level lima atau level paling sulit. Yiyit menegaskan bahwa tidak ada intervensi siapa pun dalam penentuan hasilnya. Tes ini bertujuan untuk mengukur kemampuan potensi dan kompetensi manajerial serta sosial kultural dari para calon ‘dirigen’ birokrasi Pemerintah Provinsi NTB.

Daftar Nama Kandidat Sekda NTB

Berikut adalah 10 nama yang mendaftar sebagai calon Sekda NTB:

  • Abul Chair, AK: Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Timur.
  • Dr. Ahmad Saufi, S.Si., M.Sc: Asisten Deputi Pemberdayaan dan Peningkatan Prestasi Bangsa Kemenko PMK.
  • Dr. H. Ahsanul Khalik, S.Sos., MH: Staf Ahli Bidang Sosial Dan Kemasyarakatan Sekretariat Daerah Provinsi NTB.
  • Dr. Aidy Furqan, S.Pd., M.Pd: Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB.
  • Drs. H. Fathurahman, M.Si: Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi NTB.
  • Jamaluddin, S.Sos., MT: Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB.
  • Dr. Najamuddin, S.Sos., MM: Kepala Biro Perekonomian pada Sekretariat Daerah Provinsi NTB.
  • Taufik, S.T., MT: Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bima.
  • Wirawan, S.Si., MT: Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTB.
  • Yusron Hadi, S.T., MUM: Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB.

Proses Akhir dan Penetapan Sekda Definitif

Setelah tiga nama dengan poin tertinggi diserahkan kepada Gubernur, proses selanjutnya akan dibawa ke BKN, lalu ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Sekretaris Kabinet (Seskab). Surat keputusan akhir akan ditandatangani presiden karena posisi Sekda termasuk jabatan eselon I. Yiyit berharap semua proses ini bisa rampung pada Januari 2026 mendatang, sehingga Sekda definitif dapat segera ditetapkan untuk Pemprov NTB.

Eka Syaputra

Penulis berita yang fokus pada isu politik ringan dan peristiwa harian. Ia menikmati waktu luang dengan menggambar, membaca artikel opini, dan mendengarkan musik indie. Menurutnya, tulisan yang baik adalah hasil dari pikiran tenang. Motto: "Objektivitas adalah harga mati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *