Kegiatan Doa dan Shalawat untuk Keselamatan Seluruh Anak Bangsa
Di tengah perayaan pergantian tahun 2026, Ikatan Keluarga Madura (IKAMA) menggelar kegiatan doa dan shalawat untuk keselamatan seluruh anak bangsa di pinggir akses Suramadu sisi Madura. Kegiatan ini digelar di Desa Morkepek, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, menjelang malam pergantian tahun.
Ratusan warga dan santri mulai berdatangan selepas pukul 20.00 WIB. Mereka disambut dengan lantunan pembacaan Al-Qur’an yang menambah suasana khidmat. Lapangan di sisi Selatan Simpang Empat Akses Suramadu itu semakin sesak ketika memasuki pukul 22.00 WIB. Acara ini bertemakan “Evaluasi dan Komitmen IKAMA untuk Masa Depan Bangsa dan Negara”.
Ketua Umum DPP IKAMA, H Mohammad Rawi atau Aba Rawi hadir bersama jajaran pengurus, anggota, tokoh masyarakat, tokoh ulama, serta unsur Muspika Labang. Dalam kesempatan tersebut, Aba Rawi menyampaikan harapan agar masyarakat Madura dan seluruh bangsa Indonesia yang tergabung dalam beberapa komunitas diberikan kesuksesan dan keselamatan.
“Kami doakan saudara-saudara kita di Sumatera dan Aceh yang tertimpa musibah, mudah-mudahan diberi ketabahan dan segera terlaksana pembangunan-pembangunan yang meringankan beban saudara-saudara di sana,” ujarnya.
Sejarah dan Semangat IKAMA
IKAMA genap berusia 52 tahun pada Januari 2026, didirikan pada tahun 1974 oleh para ulama seperti KH Amin Imron, KH Syukron Makmun, dan KH Sa’ad Samlan serta beberapa tokoh nasional. Semangatnya adalah memberikan kemaslahatan ummat, khususnya umat Islam, seluruh Bangsa Indonesia.
“Saya selaku ketua umum meneruskan perjuangan beliau-beliau yang menjadi pendahulu kami yang berpedoman terhadap filsafat orang tua, yakni Bapak, Bebuk, Guru, Ratoh,” tegas Aba Rawi dari Sekretariat DPC IKAMA Istimewa, Desa Jukong, Kecamatan Labang, Bangkalan.
Falsafah Madura itu menjadi pedoman hidup, landasan moral, menanamkan disiplin, ketaatan, etika dalam masyarakat Madura untuk menjaga tatanan sosial, nilai agama, dan tradisi leluhur dalam memberikan penghormatan tertinggi.
Menjaga Karakter dan Kepercayaan
Aba Rawi juga menegaskan bahwa IKAMA hadir dalam rangka untuk mengklarifikasi tentang karakter Madura yang dianggap buruk oleh suku lain. “Di mana bumi dipijak di situlah langit dijunjung.”
Ia menyatakan bahwa jika ada komunitas Madura yang melanggar petuah-petuah dari para guru, maka itu adalah oknum yang harus diperbaiki bersama-sama. Hal ini menjadi penting untuk menjaga reputasi dan kepercayaan masyarakat.
Peristiwa Nenek Elina Wijayanti
Perkara pengusiran dan perobohan rumah Elina Wijayanti (80) di Jalan Kuwukan, Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya, Jawa Timur juga menjadi sorotan masyarakat Madura yang berada di Jepang, Mesir, Malaysia, hingga Saudi Arabia.
“Semua sepakat telah menghujat. Termasuk di beberapa negara itu menelpon saya, ‘Tolong Aba Rawi, kami ini merantau di Jepang dan warga Jepang memuji kami.’ Tapi dari sisi lain kejadian sudah berulang-ulang oleh Madas ini, baik di Karawang, di berbagai daerah termasuk di Surabaya kemarin,” tegasnya.
Ulah oknum yang mengatasnamakan Madas disebut Aba Rawi telah memantik kekhawatiran bukan saja masyarakat Madura yang merantau di luar negeri namun juga di Kalimantan agar di Jawa Timur tidak terjadi aksi anarkisme dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak lain.
Pujian kepada Pihak Berwajib
Polda Jatim menangkap Samuel Adi Kristanto dan M Yasin pada Senin (29/12/2025). Selanjutnya, polisi juga menangkap tersangka ketiga, yakni SY (59) alias Klowor saat asyik nongkrong di kawasan Jalan Diponggo, Surabaya pada Rabu (31/12/2025). Ia merupakan salah seorang oknum anggota ormas yang terlibat dalam pengeroyokan dan pengusiran nenek Elina.
“Kami atas nama ketua umum mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda Jatim yang telah proaktif, hari ini informasi yang saya terima telah ditahan semuanya. Kami sepakat mengutuk keras, kepada Bapak Kapolda Jatim, segera diproses secara hukum,” ungkap Aba Rawi.
Mudah-mudahan, lanjutnya, tindakan tegas dari pihak kepolisian memberikan efek jera agar tidak mudah diprovokasi dan tidak mudah diajak oleh kelompok tertentu sehingga tidak terjebak pada tindakan-tindakan melanggar hukum.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."











