Perkembangan Infrastruktur Logistik Batu Bara di Sumatera Selatan
PT Titan Infra Sejahtera kini semakin memperkuat sinyal penawaran umum perdana saham (IPO) yang akan dilakukan. Di tengah upaya tersebut, perusahaan sedang fokus pada pengoperasian jalan khusus batu bara atau hauling road sepanjang 118 km melalui anak usaha PT Servo Lintas Raya (SLR). Jalan ini memiliki kapasitas hingga 50 juta ton dan menghubungkan wilayah Kabupaten Lahat, Muara Enim, serta Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Kedua kabupaten tersebut merupakan lumbung batu bara di Sumatera Selatan.
SLR terkoneksi dengan pelabuhan batu bara yang dikelola oleh PT Swarnadwipa Dermaga Jaya (SDJ), anak usaha dari PT Titan Infra Sejahtera. Saat ini, SDJ mampu menampung 34 juta ton batu bara per tahun dan berencana meningkatkan kapasitasnya menjadi 45 juta ton per tahun.
Untuk menghadapi pertumbuhan volume produksi batu bara di Sumatera Selatan, Titan Infra Sejahtera berkomitmen untuk meningkatkan layanan logistik dan infrastruktur. Salah satu langkah yang dilakukan adalah peningkatan kualitas jalan angkut SLR secara bertahap dari jalan gravel menjadi jalan chipseal. Direktur Utama Titan Infra Sejahtera, Suryo Suwignjo, menyebut bahwa perubahan ini memangkas waktu tempuh hingga 50% dari sebelumnya 7–8 jam menjadi hanya 3–4 jam per trip.
“Waktu tempuh lebih cepat berarti lebih hemat BBM, kualitas jalan lebih mulus juga mengurangi biaya pemeliharaan truk,” ujar Suryo dalam keterangannya.
Selain itu, Titan Infra Sejahtera juga menerapkan strategi pertumbuhan dengan membangun jalan pengumpan (feeder road) untuk menjangkau area tambang yang belum terkoneksi dengan jalan SLR. Pelanggan besar perusahaan saat ini antara lain PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Mustika Indah Permai (MIP) anak usaha PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Manambang Muara Enim (MME), dan PT Duta Bara Utama (DBU).
Cadangan Batu Bara di Sumatera Selatan
Sumatera Selatan memiliki cadangan batu bara melimpah sebanyak 9,3 miliar ton. Namun, volume produksi batu bara di wilayah tersebut hanya sekitar 100 juta ton per tahun. Hal ini jauh lebih rendah dibandingkan Kalimantan yang mencapai 687 juta ton pada 2024. Sumatera Selatan masih menghadapi tantangan logistik dalam pengangkutan batu bara dari tambang menuju pelabuhan karena jarak yang cukup jauh.
Direktur Titan Infra Sejahtera, Victor B Tanuadji, menjelaskan bahwa perusahaan berada pada posisi strategis sebagai penyedia infrastruktur logistik batu bara terbesar di Sumatera Selatan. Perusahaan juga memiliki prospek pertumbuhan kuat dalam lima tahun ke depan serta berperan penting dalam mendukung pemanfaatan energi nasional secara efisien dan berkelanjutan.
Sinyal IPO Menguat
Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan hingga saat ini terdapat total 13 calon emiten yang antre untuk mencatatkan perdana sahamnya atau IPO. Berdasarkan klasifikasi aset perusahaan yang merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017, terdapat tiga perusahaan dalam pipeline yang tergolong skala menengah dengan aset antara Rp 50 miliar sampai dengan Rp 250 miliar. Delapan perusahaan lainnya termasuk skala besar dengan aset di atas Rp 250 miliar, sedangkan dua perusahaan lainnya termasuk skala kecil dengan aset di bawah Rp 50 miliar.
Sampai dengan 05 Desember 2025, telah tercatat 24 perusahaan yang mencatatkan saham di BEI dengan dana yang dihimpun sebesar Rp 15,21 triliun. Berikut jumlah emiten yang tengah mengantre IPO berdasarkan sektornya:
- 2 perusahaan dari sektor material dasar
- 1 perusahaan dari sektor konsumer non siklikal
- 1 perusahaan dari sektor energi
- 5 perusahaan dari sektor finansial
- 1 perusahaan dari sektor industri
- 1 perusahaan dari sektor teknologi
- 2 perusahaan dari sektor transportasi dan logistik
Sinyal IPO Titan Infra dari sektor energi itu semula direncanakan pada 2025. Pernyataan ini disampaikan dalam salah satu pemberitaan yang dimuat di laman resmi perusahaan. Rencana IPO ini juga sudah diungkap pada 2024, dengan target melepas 10% saham.
Bos Titan Infra Sejahtera, Suryo Suwignjo, mengatakan bahwa meski harga batu bara global menurun, perusahaan tetap melanjutkan ekspansi terukur. Suryo menambahkan, kinerja Titan Infra menunjukkan tren positif pada lima bulan pertama tahun 2025.
“Reputasi dan brand awareness perusahaan yang semakin kuat di industri batu bara menjadi modal besar dalam menghadapi rencana IPO pada 2025,” kata Suryo seperti dikutip dari laman resmi perusahaan.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











