Penjelasan Purbaya Yudhi Sadewa Mengenai Gaya dan Langkahnya Sebagai Menteri Keuangan
Purbaya Yudhi Sadewa, yang kini menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia, sering kali digambarkan memiliki gaya komunikasi yang blak-blakan dan tegas. Namun, ia menegaskan bahwa gaya ini bukanlah sesuatu yang dibuat-buat setelah ia menjadi menteri, melainkan karakter yang sudah melekat sejak lama.
Gaya Komunikasi yang Tidak Tersembunyi
Menurut Purbaya, gaya berbicaranya yang langsung dan jujur sudah ada sejak dulu. Ia tidak pernah menyembunyikan apa pun dan selalu mengatakan apa yang ingin ia sampaikan. Hal ini membuatnya terlihat seperti “koboi” dalam menjalankan kebijakan, terutama karena ia aktif turun ke lapangan untuk memastikan bahwa kebijakan yang diambil benar-benar berjalan.
Namun, ia menekankan bahwa semua langkah yang ia ambil selalu dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, setiap kebijakan strategis yang ia ajukan selalu mendapatkan persetujuan atau arahan dari presiden sebelum dijalankan.
Proses Penunjukan sebagai Menteri Keuangan
Proses penunjukkan Purbaya sebagai Menteri Keuangan dimulai dengan pemanggilan intensif dari Presiden Prabowo. Selama tiga hari berturut-turut, yaitu Jumat, Sabtu, dan Minggu, ia diundang ke kediaman pribadi Prabowo di Hambalang, Kabupaten Bogor. Setelah itu, pada Senin (8/9/2025), ia secara resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara.
Dalam wawancara, Purbaya mengungkapkan bahwa saat itu, Presiden Prabowo memberinya pesan yang membuatnya menahan ekspektasi. “Walaupun hari minggunya ada kode-kode, tapi dia bilang jangan berharap dulu ini belum tentu ya. Sudah Pak enggak apa-apa. Gua pikir kan gua selalu spesialis calon enggak pernah jadi,” ujar Purbaya.
Kebijakan yang Selalu Dilaporkan ke Presiden
Menjawab tudingan bahwa dirinya bertindak semaunya, Purbaya menegaskan bahwa semua kebijakannya yang dianggap “koboi” selalu dilaporkan kepada Presiden sebelum ia mengambil keputusan. Ia bahkan menirukan bagaimana respons Prabowo selalu singkat namun tegas:
“Pak, saya akan pindahin uangnya Rp 200 triliun, (jawaban presiden) jalanin saja. Pak, habis itu saya nanti akan ke kementerian supaya anggaran jalan, (jawaban presiden) jalan saja.”
Ia menegaskan bahwa ia tidak pernah melakukan hal yang belum pernah dilaporkan ke presiden.
Gaya Berani untuk Menyuntik Optimisme Publik
Purbaya mengakui bahwa gaya berani dan blak-blakan yang ia tampilkan bukanlah sesuatu yang baru. Ia mengatakan bahwa gaya ini sudah ada sejak dulu, dan ia tidak pernah menyembunyikan pendapatnya. Dalam situasi ekonomi yang menuntut langkah tegas, ia merasa bahwa sikap bold diperlukan untuk menumbuhkan optimisme publik.
Ia juga tidak mempermasalahkan jika ada pihak yang marah atau tidak menyukai pendekatannya. “Karena untuk menciptakan optimisme, kalau kita enggak cukup bold, enggak cukup berani, gimana bisa optimis?” ujarnya.
Berhadapan dengan DPR: Dari Diragukan hingga Diterima Publik
Purbaya mengungkapkan bahwa gaya kerasnya sempat memunculkan persepsi bahwa ia akan “dihancurkan” dalam rapat bersama DPR. Namun, situasi justru berbalik dan menguntungkan. Ia menyebut bahwa bila ia tak mampu menjawab pertanyaan anggota DPR, ia siap menerima risiko diberhentikan. Namun, karena ia mampu menjelaskan arah kebijakan dan masa depan keuangan negara, respon publik ikut berubah.
Inspeksi ke Bank dan Julukan “Koboi”
Purbaya juga menceritakan alasan mengapa ia melakukan inspeksi ke sejumlah bank. Ia menegaskan bahwa kunjungan tersebut bukan sekadar pencitraan, melainkan untuk memastikan kebijakan stimulus benar-benar berjalan di sektor perbankan. “Jadi kayaknya belagu ke sana, ke sini, gaya koboi inspeksi bank tujuannya memastikan stimulus ini jalan,” ujarnya.
Menolak Dinilai Politis: “Saya Dokternya Ekonomi, Bukan Dokter Politik”
Ketika dituduh menjalankan langkah-langkah politis, Purbaya menampik tegas. Ia mengaku tidak memahami dunia politik, terlebih karena ia merasa tidak memiliki modal maupun keahlian di bidang tersebut. “Saya enggak punya duit juga, enggak punya pengalaman juga, enggak punya keahlian. Jadi saya akan fokus di keahlian saya,” kata Purbaya.
Ia menegaskan bahwa dirinya adalah seorang ekonom yang hanya ingin memastikan pertumbuhan Indonesia bergerak maksimal. “Kan saya dokternya ekonomi, bukan dokter politik. Saya enggak akan ngerti politik di luar ini sama sekali. Jadi kita akan fokus di ekonomi memastikan kita bisa tumbuh maksimal sesuai dengan apa yang kita miliki,” jelasnya.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.











