"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Banjir dan Longsor Tapteng, Betty Tak Bisa Hubungi Keluarga Sejak Selasa



MEDAN,

Betty Trifena Ritonga, salah satu warga, hingga saat ini masih belum bisa menghubungi kedua orangtuanya yang tinggal di Lingkungan 4, Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Daerah tersebut termasuk wilayah yang cukup parah terdampak banjir dan longsor yang melanda beberapa daerah di Sumatera Utara.

Betty mencoba mencari bantuan dengan membagikan informasi melalui media sosial, harapan agar kedua orangtuanya beserta abang dan kakaknya bisa segera ditemukan. Saat ini, Betty berada di Jakarta bersama adiknya.

“Kami hanya mencari informasi di sini. Kami menunggu akses bisa dilewati agar bisa pulang karena dari Siborong-borong ke Sibolga banyak yang longsor,” kata Betty kepada saat dihubungi melalui telepon seluler, Rabu (26/11/2025) malam.

Dia menceritakan komunikasi terakhir dengan kedua orangtuanya dan abangnya. Pada hari Selasa (25/11/2025) sekitar pukul 08.42 WIB, ia ditelepon oleh mamanya, tetapi tidak terangkat karena handphone-nya dalam mode silent. Dua menit kemudian, Betty balik menelpon mamanya, tetapi sudah tidak bisa.

“Habis itu aku telepon Bapak lewat telepon biasa, bisa masuk tetapi enggak diangkat,” ujar Betty.

Pada pukul 09.00 WIB, ia menghubungi kakaknya, Ivana, di Sibuluan. Kata Betty, mereka aman di rumah dan rumahnya jadi tempat pengungsian, karena rumah-rumah di bawah sudah penuh dengan air sehingga warga mengungsi ke tempat kakaknya yang lebih tinggi.

Setelah menelepon kakaknya di Sibuluan, Betty mengontak kakaknya, Iin, di Toholand Fransiskus. Kata Betty, mereka juga aman dan tidak terkena banjir. Namun, saat itu yang di rumah kakaknya, abangnya David, tidak di rumah karena lagi mau jemput mamak dan bapak di GPdI Hutanabolon, Kelurahan Hutanabolon, Lorong IV.

Namun, ternyata abangnya tidak bisa lewat karena di Tukka Sigotom terjadi banjir. Akhirnya, abangnya pulang lagi ke rumahnya sekitar pukul 09.50 WIB. Sampai di rumah, Betty ditelepon abangnya supaya mencoba menelepon orang-orang kampung, tetangga-tetangga, karena mereka tidak bisa menjemput bapak dan mamak.

Ia pun menghubungi Ketua Lingkungan 4. Saat itu, semua warga sudah berada di pengungsian di Sigiring-giring, Tukka. Ia menanyakan keberadaan ibu dan bapaknya, tetapi ternyata tidak ada. Ia kemudian mencari informasi lewat siaran langsung Facebook hingga TikTok.

Betty tak kunjung mendapatkan informasi keberadaan kedua orangtuanya. Dia terus mencoba menghubungi tetangga sekitar pukul 10.30 WIB, masih bisa masuk di telepon, tetapi tidak mengetahui di mana ibu dan bapaknya.

“Jam 11 kurang dapatlah video dari kawan-kawan kalau rumah kami itu sudah rata semua. Terus ada lagi kulihat live TikTok di pengungsian itu, kutanya ada mamak bapak, enggak ada kata mereka,” ujar Betty.

Setelah itu berakhir live-nya dan itulah terakhir bisa menghubungi orang-orang di sana. Sampai sekarang ia tidak tahu bagaimana kabarnya. Dia menyebutkan bahwa di dalam video ada puluhan orang di hutan, itulah pengungsian yang dekat rumahnya.

“Pas kutanya ada enggak bapak, mamak, katanya enggak ada. Aku berharap ada yang lihat mereka di situ, tapi enggak ada yang lihat,” tutur Betty, sembari mengatakan hingga Kamis (27/11/2025) ia belum bisa menemukan keluarganya.

Betty menambahkan, sejumlah nama di story Instagram pribadinya merupakan orangtua teman-temannya yang juga belum bisa dihubungi. Berikut nama dan alamat keluarga Betty:

  • Bapak: Irwanner Muda Ritonga (dikenal sebagai Pendeta Siregar)
  • Mama: Lea Filanie
  • Rumah Bapak Mama: GPdI Hutanabolon, Kelurahan Hutanabolon, Lorong IV, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Sebelumnya, banjir bandang dan longsor menerjang tujuh kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara sejak 24-25 November 2025. Untuk longsor dan banjir terjadi bersamaan di Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan. Adapun Kota Padangsidimpuan, Mandailing Natal, dan Nias Selatan terendam banjir.

Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *