"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Bisnis  

Wabup Deli Serdang Buka Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Konstruksi

Pembekalan dan Uji Sertifikasi Kompetensi Tenaga Kerja Konstruksi di Deli Serdang

Pembekalan dan uji sertifikasi kompetensi tenaga kerja konstruksi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum bekerja sama dengan anggota Komisi V DPR RI, H Muhammad Lokot Nasution ST, dibuka oleh Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS. Acara ini berlangsung di Kopi Kereta Api, Pasar VII, Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, pada Selasa (18/11/2025).

Dalam sambutannya, Lom Lom Suwondo mengungkapkan bahwa empat dekade lalu, banyak tenaga kerja di Indonesia, khususnya Sumatera Utara, berasal dari luar negeri untuk proyek-proyek konstruksi seperti pembangkit tenaga listrik. Situasi ini memicu kekhawatiran sekaligus motivasi untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal.

“Upaya tersebut dilakukan sampai saat ini, untuk mencetak tenaga-tenaga kerja profesional dan siap bersaing. Salah satunya, pekerja di bidang konstruksi harus memiliki sertifikat kompetensi,” tambahnya.

Menurut dia, pelaksanaan pembekalan dan uji sertifikasi pekerja konstruksi merupakan wujud dari semangat untuk menciptakan pekerja yang kompetitif, berdaya saing, dan profesional. “Sekarang, yang harus dilakukan adalah bagaimana anak bangsa mendapat pembekalan dan uji sertifikasi. Apa yang dilakukan hari ini sejalan dengan visi mewujudkan Deli Serdang yang sehat, cerdas, sejahtera, religus dan berkelanjutan.”

Pemkab Deli Serdang juga menekankan pentingnya sertifikasi kompetensi bagi pekerja konstruksi. “Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang mengimbau masyarakat yang bekerja di bidang konstruksi harus memiliki sertifikasi skill konstruksi, dan harus juga dilengkapi dengan kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan,” imbuh Wabup.

Pentingnya Sertifikasi Kompetensi

Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah I Banda Aceh, Ir Indra Suhada ST MT, menjelaskan bahwa sertifikasi kompetensi menjadi bukti bahwa seorang pekerja konstruksi layak bekerja di bidang tersebut. “Uji sertifikasi kompetensi pekerja konstruksi merupakan kewajiban dari Undang-Undang (UU) No.2 Tahun 2027 tentang Jasa Konstruksi.”

Dalam UU tersebut dijelaskan bahwa semua tenaga kerja konstruksi diwajibkan memiliki sertifikat kompetensi. Di UU tersebut juga ditegaskan, pengguna (pemerintah) dan penyedia (kontraktor) di bidang konstruksi wajib mempekerjakan tenaga kerja yang sudah memiliki kompetensi.

“Sertifikat ini ibarat surat izin mengemudi (SIM). Kalau tidak punya SIM, boleh saja membawa kendaraan, tapi akan ada risiko. Bisa ditilang polisi. Begitu juga dengan sertifikasi kompetensi ini, bisa bekerja, tapi akan ada risikonya. Bisa saja diberhentikan dari tempat kerja,” jelas Indra Suhada.

Persaingan Global dan Profesionalisme

Saat ini, semua negara sedang menghadapi pasar global. Untuk itu, semua harus siap bersaing. Berkompetisi dengan pekerja dari wilayah atau negara mana pun.

“Ini kita harus bersaing. Kita bersaing dengan pekerja lokal saja masih berat, apalagi dengan pekerja asing. Untuk itu diperlukan uji kompetensi untuk meningkatkan kualitas, profesionalisme, dan perlindungan hukum,” terangnya.

Anggota Komisi V DPR RI, H Muhammad Lokot Nasution ST, diwakili staf ahlinya, T Andri Muslim menyampaikan bahwa profesionalisme sekarang ini balutannya adalah sertifikat. “Pembangunan yang terstruktur tidak hanya persoalan anggaran dan bangunan yang besar, tapi mewujudkan tenaga kerja profesional. Ini sejalan dengan Asta Cita Presiden, Prabowo Subianto,” sebutnya.

Peran Pemkab dalam Penguatan SDM

Staf Ahli Gubernur Sumatera Utara Bidang Ekonomi, Pembangunan Aset dan Sumber Daya Alam, Dra Manna Wasalwa Lubis MAP, menuturkan bahwa pembekalan dan uji sertifikasi merupakan bagian penting memperkuat sumber daya manusia (SDM), dengan harapan pembangunan di Sumatera Utara akan dikerjakan oleh tenaga-tenaga kerja profesional sesuai UU No.2 tahun 2027.

Acara ini diikuti oleh 120 peserta, yang kemudian akan melalui proses pembekalan dan uji sertifikasi. Dengan adanya acara ini, diharapkan para pekerja konstruksi dapat lebih siap dalam menghadapi tantangan pasar kerja yang semakin kompetitif.


Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *