Kritik terhadap Perilaku Pendakwah Elham Yahya Luqman
Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanulhaq, menyampaikan kritik keras terhadap perilaku pendakwah Elham Yahya Luqman yang dinilai tidak mencerminkan tata krama serta bertentangan dengan nilai-nilai ajaran Islam. Hal ini terkait dengan kebiasaan Elham yang sering mencium anak kecil ketika sedang berdakwah.
Maman menegaskan bahwa tindakan seperti ini dapat merendahkan martabat manusia, terutama terhadap anak-anak, dan tidak dapat dibenarkan dalam bentuk apa pun. Ia juga mendukung penuh sikap Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang telah mengkritik keras tabiat Elham.
“Perilaku yang merendahkan martabat manusia, terlebih terhadap anak-anak, tidak dapat dibenarkan dalam bentuk apa pun,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (13/11/2025).
Komisi VIII DPR menyatakan dukungan penuh kepada PBNU dan otoritas terkait untuk memberikan teguran keras dan pembinaan yang proporsional kepada Elham agar tidak mengulangi perbuatannya. Selain itu, Komisi VIII mengimbau kepada seluruh lembaga dakwah dan ormas keagamaan untuk terus memperkuat mekanisme pengawasan etika dakwah.
“Kegiatan keagamaan senantiasa mencerminkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, beradab, dan menjunjung tinggi kemanusiaan,” kata Legislator Fraksi PKB itu.
Tanggung Jawab Moral Tokoh Agama
Setiap dai dan tokoh agama memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk menjadi teladan bagi umat, bukan sebaliknya menimbulkan kegaduhan atau trauma sosial di kalangan masyarakat. Tindakan Elham yang dinilai tidak sesuai dengan norma tersebut menimbulkan banyak protes dari masyarakat.
Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI, Romo Muhammad Syafii, meminta Elham untuk berhenti mencium anak-anak perempuan ketika berdakwah di hadapan jemaah. Aksi Elham tersebut menuai gelombang protes di platform media sosial. Publik geram atas tabiat Elham yang sering mencium anak-anak perempuan di hadapan jemaahnya ketika berdakwah. Berbagai video yang beredar di media sosial membuat sejumlah warganet resah karena tindakan itu tidak patut, terlebih ia merupakan seseorang tokoh agama.
“Saya kira, saya sepakat dengan pendapat publik itu, dan ini harus dihentikan,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Ia menilai, perlu ada pengawasan, sehingga perilaku seperti ini tidak terulang kembali. Ia juga berharap Elham dapat memperbaiki diri dan tidak mengulangi perbuatannya.
“Tadi kan sudah kita sampaikan pengawasan itu, termasuk itu, supaya itu tidak terulang, bahkan terhadap yang bersangkutan memang harus ada upaya mengembalikan kepada posisinya, jika tidak mengulangi perbuatan-perbuatan itu. Saya kira, saya sepakat dengan pendapat publik itu dan ini harus dihentikan,” kata Wamenag.
Penjelasan dan Permintaan Maaf Elham
Pengasuh Majelis Taklim Ibadallah, Muhammad Ilham Yahya Al-Maliki alias Elham, akhirnya meminta maaf usai aksinya mencium pipi anak kecil di panggung saat berceramah, viral di media sosial. Netizen menilai, aksi Elham mencium anak kecil merupakan pelecehan terhadap anak. Menanggapi hal tersebut, Elham menyampaikan klarifikasi dalam sebuah video.
“Dengan penuh kerendahan hati, saya secara pribadi memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas beredarnya video yang menimbulkan kegaduhan. Saya mengakui bahwa hal tersebut merupakan kekhilafan dan kesalahan saya pribadi,” ujarnya.
Elham mengatakan, anak-anak yang tampak dalam video tersebut merupakan peserta rutin pengajian yang berada dalam pengawasan orang tua masing-masing saat acara berlangsung. Kendati, ia mengakui, tindakannya itu tidak etis dan tidak sesuai dengan norma.
“Saya bertekad untuk menyampaikan dakwah dengan cara yang lebih bijak, sesuai dengan norma agama, etika, dan budaya bangsa, serta menjunjung tinggi akhlakul karimah,” ujarnya.













