Enrekangpost.com – LONDON – Musisi legendaris, Elton John, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap penggunaan kecerdasan buatan (AI) yang dapat mengancam pendapatan artis muda. Hal ini ia sampaikan saat mendukung kritik yang dilontarkan oleh Paul McCartney terhadap usulan reformasi hukum hak cipta di Inggris.
Saat ini, Pemerintah Inggris sedang mengadakan konsultasi untuk memeriksa penggunaan materi berhak cipta dalam melatih model AI. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa seniman masih dapat memberi lisensi dan menerima pembayaran atas karya mereka, serta meningkatkan kepercayaan antara sektor kreatif dan AI.
John, yang telah memenangkan berbagai penghargaan seperti Emmy, Grammy, Oscar, dan Tony, menegaskan bahwa rencana tersebut dapat memberikan akses gratis dan mudah bagi perusahaan teknologi besar untuk menggunakan karya seniman dalam melatih AI mereka dan menciptakan musik yang kompetitif.
“Namun, hal ini akan semakin mengurangi dan mengancam pendapatan artis muda. Komunitas musik menolak usulan ini,” tegas John kepada The Sunday Times.
Selain itu, John juga menyoroti situasi keuangan industri musik yang semakin sulit bagi artis baru. Ia mengatakan bahwa tanpa perlindungan hak cipta yang kuat, seniman tidak dapat memperoleh penghidupan dari karya mereka. Hal ini juga dapat membahayakan posisi Inggris sebagai pemimpin dunia dalam seni dan budaya populer.
Pemerintah Inggris sendiri sedang mempertimbangkan rencana yang dapat mengizinkan perusahaan AI untuk menggunakan konten media tanpa harus meminta izin terlebih dahulu. Hal ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran bagi McCartney, yang juga menyatakan pendapatnya dalam program Sunday With Laura Kuenssberg di BBC One.
“Anda memiliki artis muda yang menulis lagu-lagu indah, tetapi mereka tidak memiliki hak atas lagu-lagu itu, dan siapa pun dapat menyalinnya,” ujar McCartney.





