Gebyar UMKM di Kota Gorontalo: Ruang Promosi Gratis yang Membantu Pengusaha Kecil
Gebyar UMKM yang digelar dalam rangkaian peringatan HUT ke-298 Kota Gorontalo menjadi ajang penting bagi para pelaku usaha kecil menengah (UMKM). Acara ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Gorontalo dan berlangsung di depan Rumah Dinas (Rudis) Wali Kota Gorontalo, Jalan Nani Wartabone. Tidak hanya sebagai ajang promosi, acara ini juga menjadi wadah untuk memperkenalkan produk lokal serta meningkatkan penjualan.
Manfaat yang Dirasakan Pelaku UMKM
Banyak pelaku UMKM mengakui bahwa gelaran ini sangat membantu dalam memperluas jangkauan konsumen dan meningkatkan omzet mereka. Salah satu peserta, Trindi, pemilik usaha “Asinan Afif”, menjelaskan bahwa acara ini memberikan ruang promosi gratis dan terbuka bagi produk lokal. Ia memilih asinan buah sebagai produk utama, dengan berbagai varian yang sesuai dengan musim.
“Kadang saya sesuaikan dengan buah apa yang sedang banyak dan segar di pasaran,” ujarnya. Trindi mengaku sangat terbantu dengan gelaran bazar UMKM yang diadakan pemerintah kota. Ia kerap diundang untuk mengisi stan tanpa dipungut biaya sepeser pun.
“Alhamdulillah beberapa kali ikut, bahkan sepanjang tahun ini sudah ikut empat kali undangan, dan tidak ada yang berbayar seribu rupiah pun,” katanya. Baginya, acara ini terbuka dan adil bagi para pelaku usaha. “Tidak ada istilah orang dalam, intinya kalau produknya berkualitas, pasti diterima dengan baik.”
Kesempatan untuk Memperkenalkan Produk Lokal
Selain Trindi, Dela Sidiki juga merasa senang bisa ikut serta dalam acara ini. Ia menyajikan batagor dan siomay khas Bandung dengan bahan utama ikan tenggiri. Usahanya sudah berjalan sejak 2020 dan kini mendapat kesempatan untuk mengisi salah satu stan pada Gebyar UMKM.
“Perasaan saya sangat senang, karena diberi kesempatan oleh panitia untuk mengisi bazar di sini. Ini jadi peluang untuk menunjukkan bahwa kita punya produk yang khas dan rasanya tidak kalah,” ujar Dela. Untuk mempersiapkan bazar, ia memastikan stok bahan cukup, melakukan promosi kecil-kecilan, serta berdoa dan tetap optimistis agar jualannya laris manis.
Harapannya, gelaran ini tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga bisa kembali diadakan tahun depan. “Semoga acara ini sukses, berjalan lancar, dan tahun depan diadakan lagi. Kita sebagai pelaku UMKM senang kalau ada wadah seperti ini,” tambahnya.
Inovasi dalam Produk yang Ditawarkan
Berbeda dengan keduanya, Iki membawa usahanya, “Nuka”, yang baru berjalan sekitar tujuh bulan. Ia menjual berbagai minuman, mulai dari matcha coffee hingga minuman non-kopi, serta makanan seperti nasi lengkap dengan lauk yang disesuaikan.
“Saya merasa sangat senang karena bisa ikut, dan ternyata penjualan juga meningkat dari usaha ini,” ucapnya. Untuk persiapan mengikuti bazar, ia menyampaikan bahwa pendaftaran ditangani langsung oleh pemilik usaha, sementara dirinya lebih banyak fokus menjaga stan dan melayani pelanggan.
Bagi Iki, Gebyar UMKM menjadi ajang untuk memperkenalkan “Nuka” kepada warga Gorontalo. “Harapan saya, semoga dengan ikut acara ini, usaha saya bisa dikenal luas. Warga Gorontalo bisa tahu kalau di Kota Gorontalo ini ada ‘Nuka’,” ujarnya.
Harapan untuk Keberlanjutan Acara
Ketiga usaha ini menegaskan bahwa kehadiran Gebyar UMKM memberi ruang bagi UMKM kecil untuk memperlihatkan potensi, sekaligus mendapat dukungan pemerintah melalui pameran yang tidak berbayar. Para pelaku UMKM berharap kegiatan serupa terus digelar setiap tahun sebagai wadah pengembangan usaha kecil di daerah.











