"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Tragis, Bocah Perempuan Meninggal Usai Minum Air Dingin

Kecelakaan Keracunan di Kupang, Dua Kakak-Adik Meninggal dan Dirawat

Pada hari Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 20.00 Wita, sebuah kejadian tragis terjadi di Dusun Dendeng, Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dua kakak-adik, Arnold Grevan Nggili (16) dan Anggraini Indri Olivia Nggili (9), mengalami keracunan setelah meminum air kulkas yang disebut terasa pahit.

Korban pertama adalah Arnold, yang pulang dari sekolah pada sore hari sekitar pukul 15.00 Wita. Setelah makan, ia mengambil segelas air dingin dari kulkas rumahnya untuk melepas dahaga. Tak lama setelah meminumnya, Arnold mulai merasakan sakit perut hebat seperti tertusuk, disertai muntah dan diare berulang. Beberapa jam kemudian, adiknya, Indri, juga meminum air dari kulkas yang sama setelah membeli gorengan dan minuman jeli dari kios dekat rumah.

Indri kemudian mengalami gejala serupa—sakit perut hebat, muntah-muntah, hingga kejang. Ibu korban segera meminta anggota keluarga untuk membuang air dalam kulkas setelah melihat kondisi anak-anaknya. Arnold sempat menyampaikan bahwa air tersebut terasa pahit ketika diminum. Wadah air yang digunakan, yaitu wadah rice cooker, dicuci dan diisi ulang sebelum kembali dimasukkan ke kulkas.

Sebelum membawa kedua anak tersebut ke rumah sakit, ayah korban mencoba memberikan pengobatan tradisional dengan bantuan warga. Namun, kondisi keduanya tidak kunjung membaik. Akhirnya, sekitar pukul 20.00 Wita, kedua korban dibawa ke Rumah Sakit Leona Noelbaki. Sayangnya, Indri dinyatakan meninggal dunia setelah satu jam mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, Arnold dirujuk ke Rumah Sakit SK Lerik Kupang untuk perawatan intensif.

Penyelidikan Polisi Terkait Kejadian Ini

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi. Barang bukti yang diamankan antara lain sisa muntahan korban, sisa makanan, sampel pepaya parut, wadah air, serta kulkas yang digunakan untuk menyimpan air minum. Sampel barang bukti akan diuji di laboratorium BPOM, termasuk pemeriksaan fungsi kulkas oleh ahli.

Meski pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi, polisi tetap memastikan penyelidikan dilakukan. “Pendalaman tetap dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya unsur pidana dalam peristiwa tersebut,” ujar Inspektur Polisi Satu (Ipda) Randy Hidayat, Kepala Seksi Humas Polres Kupang.

Proses Pemeriksaan dan Penyebab Keracunan

Menurut informasi yang didapat, air yang diminum oleh kedua korban disebut memiliki rasa pahit. Hal ini menjadi salah satu indikasi bahwa air tersebut mungkin terkontaminasi. Selain itu, penggunaan wadah rice cooker sebagai tempat menyimpan air juga menjadi perhatian, karena bisa saja terdapat residu atau zat-zat kimia yang tidak aman.

Sampel air dan bahan-bahan lain yang terkait akan diperiksa lebih lanjut untuk menentukan penyebab pasti dari keracunan ini. Proses pemeriksaan ini juga mencakup pemeriksaan terhadap fungsi kulkas, termasuk apakah kulkas tersebut dalam kondisi baik dan tidak tercemar oleh bahan-bahan berbahaya.

Kesimpulan dan Tindakan Berikutnya

Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan air minum yang disimpan di dalam kulkas. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan memastikan bahwa air yang dikonsumsi dalam kondisi bersih dan aman. Selain itu, penggunaan wadah yang tepat untuk menyimpan air juga penting agar tidak terjadi kontaminasi.

Proses penyelidikan masih berlangsung, dan hasil pemeriksaan laboratorium akan menjadi dasar untuk menentukan tindakan selanjutnya. Meskipun pihak keluarga menolak autopsi, polisi tetap berkomitmen untuk mengungkap penyebab pasti dari kejadian ini dan memastikan keadilan bagi korban dan keluarganya.


Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *