"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Bisnis  

Okupansi Hotel Jogja Selama Libur Paskah Tidak Mencapai Target

Tingkat Okupansi Hotel di DIY Saat Libur Paskah Masih Rendah

Okupansi hotel di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama libur panjang Paskah hanya mencapai 40–60 persen. Angka ini masih di bawah harapan para pelaku usaha, meskipun terdapat kenaikan sekitar 10 persen dibandingkan hari biasa.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono, mengungkapkan bahwa tingkat okupansi tersebut tidak mampu memenuhi ekspektasi. Menurutnya, meski ada peningkatan, kondisi ini masih jauh dari target yang diharapkan.

Faktor Penyebab Rendahnya Okupansi

Deddy mengatakan bahwa beberapa faktor turut memengaruhi minat wisatawan. Salah satunya adalah kondisi ekonomi yang sedang menurun, serta kebijakan efisiensi bahan bakar yang membuat masyarakat lebih hati-hati dalam berbelanja.

Namun, ia juga menyebutkan adanya prediksi yang menyebutkan bahwa akan ada ledakan jumlah wisatawan sebanyak 8,2 juta orang saat libur Lebaran. Prediksi ini justru menjadi bumerang bagi industri pariwisata. Banyak wisatawan yang takut menginap karena khawatir jalanan padat atau tidak kebagian kamar. Akibatnya, mereka memilih pergi ke daerah tetangga seperti Wonosobo dan Kebumen.

Wisatawan Hanya Singgah

Menurut pantauan Deddy, banyak wisatawan yang hanya singgah di Yogyakarta sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah asal mereka, seperti Magelang, Klaten, hingga Purwokerto. Hal ini menunjukkan bahwa tren ini sudah diprediksi oleh Kementerian Perhubungan sebelum libur Lebaran lalu.

Namun, ia mengkhawatirkan narasi tentang jumlah wisatawan yang tinggi bisa menjadi angka yang “lewat” tanpa memberikan dampak nyata. Justru, hal ini bisa mematikan potensi tamu yang benar-benar ingin menginap.

Harapan pada Libur Sekolah

Pelaku usaha jasa perhotelan di Yogyakarta kini menaruh harapan besar pada bulan Mei mendatang, yang bertepatan dengan musim libur sekolah. Berdasarkan data sementara, angka pemesanan kamar untuk bulan Mei sudah mencapai 60 persen. Para pelaku usaha berharap angka ini tetap stabil dan tidak ada pembatalan di kemudian hari.

Deddy berharap bahwa angka okupansi pada bulan Mei dapat “nomboki” atau menambal kekurangan dari periode Januari sampai Maret yang cenderung sepi.

Kolaborasi untuk Meningkatkan Pariwisata

Lebih lanjut, Deddy mengajak seluruh pihak, mulai dari asosiasi hingga Pemerintah Daerah, untuk terus mengedepankan semangat “guyub sesarengan”. Sinergi dalam meng-counter isu negatif dan memperjelas informasi kepada publik dianggap menjadi kunci agar pariwisata DIY tetap menjadi pilihan utama.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pihak-pihak terkait. Pemerintah DIY harus bisa meng-counter narasi yang bisa merugikan pelaku wisata. Tujuannya adalah agar okupansi hotel dan restoran bisa lebih baik dari apa yang telah dicapai saat ini.


admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *