"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Bisnis  

GWM Target Pasar Mobil Listrik Indonesia



JAKARTA – Produsen otomotif asal Tiongkok, Great Wall Motor (GWM), menunjukkan ketertarikan terhadap peluang yang muncul dari pertumbuhan pasar kendaraan listrik di Indonesia. CEO Inchcape GWM Indonesia, Bagus Susanto, menyatakan bahwa perusahaan akan terus berinovasi dan memperkenalkan model-model kendaraan listrik baru di pasar domestik. Sampai saat ini, GWM telah memiliki mobil listrik bernama Ora 03 BEV.

Menurut Bagus, tren elektrifikasi akan terus berkembang. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun lalu saja terjadi peningkatan yang cukup signifikan dalam pasar mobil listrik. “Market share mobil listrik naik dua kali lipat,” ujarnya di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa total penjualan wholesales mobil listrik murni mencapai 103.931 unit pada 2025. Angka ini melonjak sebesar 140,64% secara tahunan dibandingkan realisasi sepanjang 2024 yang sebesar 43.188 unit.

Selain itu, kenaikan harga minyak global akibat konflik di Timur Tengah dinilai dapat mempercepat peralihan konsumen menuju kendaraan listrik. Perang antara Iran dengan AS-Israel membuat harga minyak Brent melampaui US$100 per barel, sementara pelemahan nilai tukar rupiah ke kisaran Rp17.000 per dolar AS juga turut berkontribusi.

Namun, menurutnya, penjualan mobil listrik di Indonesia masih dipengaruhi oleh beberapa faktor. Di antaranya adalah insentif dari pemerintah, persebaran infrastruktur pengisian daya (charging station), serta karakteristik konsumen yang berbeda di tiap segmen.

“Jika membicarakan segmen premium, ternyata dari hasil riset kami, minat untuk elektrifikasi di segmen tersebut tidak terlalu tinggi. Jadi, framework bahwa mobil listrik lebih murah, buat mereka tidak penting,” jelasnya.

Perlu diketahui, mobil listrik Ora 03 dirakit secara lokal (completely knocked down/CKD) di pabrik GWM yang berlokasi di Wanaherang, Jawa Barat. Mobil listrik itu tercatat telah mengantongi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di atas 40%. Capaian ini menegaskan komitmen perusahaan terhadap program lokalisasi pemerintah serta memperkuat struktur rantai pasok industri otomotif nasional.

GWM Ora 03 dirancang sebagai hatchback listrik 5 penumpang untuk mobilitas perkotaan. Model ini memiliki panjang 4.235 mm, lebar 1.825 mm, tinggi 1.596 mm, serta jarak sumbu roda 2.650 mm.

Sebagai kendaraan listrik murni, Ora 03 dilengkapi baterai berpendingin cair dari CATL dengan dukungan fast charging DC CCS Combo 2 yang mampu mengisi 30%–80% dalam 30 menit, serta pengisian AC 6,6 kW sekitar 8 jam dari kosong hingga penuh.

Motor listriknya menghasilkan tenaga 141 hp dan torsi 210 Nm, dengan akselerasi 0–100 km/jam 8,5 detik, kecepatan maksimum 152 km/jam, serta jarak tempuh hingga 400 km, dan dipasarkan seharga Rp369 juta on the road (OTR) Jakarta.

“Apakah ini menjadi strategi GWM untuk memenuhi kebutuhan dari line up produk mobil listrik kami? Ya, tentu kami akan masuk ke sana. Tapi modelnya apa saja, dan kapan diluncurkan, tunggu tanggal mainnya,” pungkasnya.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *