Polemik Ijazah Presiden Joko Widodo
Polemik terkait ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mencuat dan menyeret sejumlah tokoh nasional. Isu ini telah menjadi perbincangan hangat di media sosial dan ruang publik, dengan beberapa figur yang disebut terlibat dalam penyebaran informasi tersebut.
Sejumlah tokoh seperti Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Puan Maharani, hingga Rizieq Shihab turut terseret dalam polemik ini. Selain itu, nama Jusuf Kalla (JK) juga muncul dalam dinamika isu yang sedang berkembang.
Tudingan Rismon Sianipar terhadap JK sempat viral di media sosial. Dalam video yang beredar, Rismon menyebut sosok pendana di balik kasus ijazah Jokowi. Namun, ia sendiri pernah menjadi tersangka dalam kasus ijazah Jokowi. Kini, Rismon sudah mengajukan RJ (restorative justice) ke Polda Metro Jaya dan sudah menemui Jokowi di Solo untuk meminta maaf.
Video yang Menghebohkan
Dalam sebuah video yang diunggah oleh kanal YouTube Dibikin Channel pada Minggu (22/3/2026), Puan dinarasikan sebagai koordinator penyebaran informasi terkait kasus tuduhan ijazah palsu Jokowi. Dia disebut menjadi koordinator bersama dengan Ketua Umum Partai Demokrat, AHY, dan mantan Imam Besar FPI, Rizieq Shihab.
Adapun hubungan ini dinarasikan dalam video tersebut telah disampaikan oleh ahli digital forensik, Rismon Sianipar. Sementara, kasus ijazah Jokowi dinarasikan telah dibicarakan oleh AHY, Puan, dan Rizieq melalui rekaman suara yang dibocorkan oleh Rismon.
“Rismon Sianipar menyebut pertemuan itu wujud adanya persekongkolan lintas kelompok untuk mendelegitimasi kepala negara (Jokowi -red).”
“Rismon berani menyebut bahwa dalam rekaman tersebut, terdengar suara-suara yang identik dengan tokoh-tokoh nasional. Nama Ketua DPR RI Puan Maharani, tokoh sentral Habib Rizieq Shihab, hingga Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dikabarkan muncul dalam pusaran perackapan tersebut,” kata pengisi suara dalam video tersebut.
Puan, AHY, dan Rizieq Shihab, dinarasikan telah membagi peran terkait penyebaran informasi hingga soal dilimpahkannya kasus ijazah Jokowi ke pengadilan. Selain itu, mereka juga dituding membiayai rencana tersebut sebesar Rp50 miliar.
PDIP Lapor Polisi
PDIP berencana melaporkan kanal YouTube bernama Dibikin Channel ke kepolisian buntut unggahan video yang menyebut Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, menjadi koordinator untuk menggaungkan kasus ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).
Adapun video itu diunggah oleh kanal YouTube tersebut pada Minggu (22/3/2026) lalu. Politikus PDIP, Guntur Romli, menegaskan narasi yang menyebut bahwa Puan terlibat dalam kasus ijazah Jokowi adalah bohong atau hoaks.
“Ini (tuduhan terlibat kasus ijazah Jokowi) fitnah terhadap Mbak Puan. Tidak ada kepentingan Mbak Puan untuk mengurusi ijazah Jokowi,” katanya ketika dihubungi, Kamis (26/3/2026).
Guntur menegaskan pihaknya tengah membahas terkait rencana pelaporan terhadap akun tersebut ke kepolisian. “Kami sedang bahas untuk membawa kasus ini ke jalur hukum atas fitnah kanal tersebut. Namun yang lebih penting lagi kami harus sampaikan ke masyarakat, isu itu adalah fitnah dan hoaks,” tegasnya.
Dia menduga ada kepentingan tertentu dari pemilik kanal YouTube tersebut sehingga memfitnah Puan. Namun, dia tidak menjelaskan kepentingan apa yang dimaksud.
“Pasti ada pihak tertentu yang punya kepentingan sepihak dalam fitnah ini yang ingin menyeret nama besar Mbak Puan dalam pusaran kasus yang nggak jelas ini,” ujarnya.
JK Tak Kenal Rismon
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla membantah isu dirinya mendanai kasus ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo. Di media sosial, beredar video yang menarasikan peneliti forensik digital, Rismon Sianipar, menuduh Jusuf Kalla mendanai Roy Suryo sebesar Rp 5 miliar untuk memperkarakan ijazah Jokowi.
“Saya tidak pernah terlibat dalam hal tersebut dan tidak pernah membantu atau apa pun dengan cara apa pun Roy Suryo dan Rismon itu. Apalagi (tidak) pernah ketemu. Kalau memang pernah ketemu di mana, kapan?” kata Jusuf Kalla di kediamannya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (5/4/2026).
Adapun dalam video yang beredar, wajah Rismon dimunculkan sekilas sebagai pembuka narasi. Kemudian, video berlanjut dengan potongan video Jusuf Kalla. Suara dalam video tersebut mengatasnamakan sebagai Rismon Sianipar.
“Saya Rismon Hasiholan Sianipar, dengan ini menyatakan ada pejabat elite di balik tuduhan kasus ijazah Pak Jokowi di mana Jusuf Kalla ikut mendanai Roy Suryo dan Tifa kurang lebih Rp 5 miliar. Dan saya ikut menyaksikan pertemuan tersebut,” bunyi video tersebut. Namun, keaslian video tersebut belum dapat dipastikan.
Ia menegaskan tidak mengenal dan tidak pernah bertemu dengan Rismon, meski mengenal Roy Suryo lantaran merupakan eks menteri. Namun, ia memastikan tidak pernah membantu Roy dalam kasus ijazah palsu Jokowi.
Lebih lanjut, JK menyampaikan, ia tidak pernah mendanai dan memperalat seseorang untuk menyebar kebencian. Ia menyatakan tidak ingin berkhianat untuk menggiring opini publik.
“Tidak main di belakang apalagi orang menjelek-jelekkan, sama sekali tidak ya. Jadi ini semua pasti bohong saja, terpaksa pakai pengacara karena ini masalah hukum. Saya tidak pernah memperalat orang untuk dia main apa itu membicarakan kasus orang, itu kenapa saya hari ini memutuskan itu dan dilaporkan besok,” jelas JK.
Ancam Laporkan Rismon
JK pun berencana melaporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri, Senin (6/4/2026). Laporan ini dilakukannya usai ia mendengar Rismon Sianipar menuduhnya sebagai salah satu pihak yang ikut terlibat mendanai kasus ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo.
“Maka besok pengacara, Saudara Abdul Haji ini, itu mewakili saya untuk melaporkan ke Bareskrim Saudara Rismon, untuk mencari kebenaran, menetapkan kebenaran bahwa apa yang dikatakan itu adalah tidak benar,” kata JK.
Di kesempatan yang sama, Kuasa Hukum JK Abdul Haji Talaohu menambahkan, tindakan ini diputuskan JK lantaran sudah masuk dalam kategori pencemaran nama baik. Terlebih, masalah ini sudah menjadi atensi publik.
Ucapan tersebut kata dia, banyak beredar di media sosial. “Jadi besok kami akan ke Bareskrim atau mungkin nanti antara Bareskrim atau Polda Metro di Direktur Siber. Untuk membuat laporan polisi. Nanti kami konsultasi dulu biasanya atas pernyataan telak yang telah mencoreng mencemarkan nama baik Pak JK,” jelasnya.
Respons Rizieq Shihab
Rizieq Shihab enggan untuk melaporkan pemilik kanal YouTube “Dibikin Channel” yang menuduhnya sebagai koordinator dalam kasus tuduhan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Sikap ini berbeda dengan yang dilakukan PDIP dan Demokrat.
Adapun PDIP menempuh jalur hukum setelah Ketua DPP PDIP, Puan Maharani juga dituduh sebagai koordinator tuduhan ijazah palsu Jokowi. Sementara, Demokrat melaporkan pemilik kanal YouTube “Dibikin Channel” setelah ketua umumnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) turut dituduh sebagai koordinator.
Dia menegaskan tuduhan yang disampaikan dalam video yang diunggah kanal YouTube tersebut adalah fitnah. “Ada lagi kemarin yang bercerita punya rekaman pembicaraan saya dengan AHY dan dengan Puan Maharani dalam rangka mempersoalkan ijazah palsu Jokowi. Saya katakan, ini adalah bualan,” katanya dikutip dari YouTube Islamic Brotherhood Television.
Rizieq menegaskan dirinya tidak akrab dengan AHY dan Puan. Sehingga, dia membantah telah melakukan pembicaraan dengan mereka untuk mempermasalahkan keabsahan ijazah Jokowi.
“Saya tidak kenal AHY, saya tidak pernah ketemu dan telepon-teleponan dengan AHY. Saya tahu AHY hanya dari media. Saya hanya tahu dia sebagai putra Presiden Bapak SBY.”
“Begitu pula dengan Puan Maharani, saya nggak kenal. Saya nggak pernah tahu, nggak pernah bertelepon atau bertemu. Tidak ada hubungan komunikasi sampai saat ini,” tegasnya.
Kendati demikian, Rizieq masih belum berpikiran untuk menempuh jalur hukum terkait fitnah tersebut. “Ini para pengacara mengatakan ‘Habib, kita wait and see dulu’. Cuma sebagian pengacara bilang ‘kita laporkan dulu, kalau nggak dilaporin dulu nanti masyarakat nganggap benar’.”
“Saya bilang nggak lihat saja, ini kan orang cuma pengin cari tenar saja. Biarkan saja, kalau dia menguap bagaikan asap tidak berati, tidak usah diperkarakan,” katanya.
Rizieq menegaskan pihaknya baru menempuh jalur hukum ketika tuduhan tersebut berkembang ke arah politis. “Tapi kecuali kalau isu tersebut berkembang menjadi isu politik berbahaya, baru kita coba agar advokat atau pengacara kita berbicara,” tegasnya.
Awal Isu Mencuat
Isu ini mencuat dari tuduhan bahwa ijazah Jokowi, baik dari SD, SMP, SMA, maupun UGM, tidak asli. Tuduhan tersebut pertama kali ramai diangkat oleh sejumlah pihak di media sosial dan kemudian dilaporkan ke polisi.
Polda Metro Jaya menerima laporan terkait dugaan ijazah palsu Jokowi. Beberapa pihak yang menyuarakan isu ini, seperti Rismon Sianipar, kemudian meminta maaf dan mengakui ijazah Jokowi asli. Kasus ini masih menjadi polemik karena belum ada putusan hukum yang menyatakan tuduhan tersebut benar.
Sementara Jokowi menegaskan tidak mau berspekulasi atau menuduh siapa pun. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum untuk membuktikan kebenaran.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











