Kunjungan Presiden Prancis dan CEO Disney ke Disneyland Paris
Presiden Prancis, Emmanuel Macron, bersama dengan CEO baru The Walt Disney Company, Josh D’Amaro, melakukan kunjungan ke Disneyland Paris di Marne-la-Vallée. Kedatangan mereka bertujuan untuk mengumumkan proyek ekspansi resor yang akan memperkuat posisi Prancis sebagai destinasi wisata utama di Eropa. Kunjungan ini menunjukkan komitmen kuat antara pemerintah Prancis dan perusahaan Disney dalam menjaga kemitraan strategis.
Proyek ekspansi ini diperkirakan akan menciptakan sekitar 1.000 kesempatan kerja baru. Ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang perusahaan untuk meningkatkan kapasitas pengunjung dan memperkuat posisinya sebagai tujuan wisata utama di benua Eropa. Proyek ini juga menjadi langkah penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Dampak Ekonomi bagi Warga Sekitar
Pembangunan kawasan baru di Disneyland Paris membuka peluang kerja bagi 1.000 warga di wilayah Marne-la-Vallée dan sekitarnya. Sejak dibuka pada tahun 1992, resor ini telah berinvestasi total 13 miliar euro (Rp254,29 triliun) untuk pengembangan pariwisata dan infrastruktur di Prancis. Josh D’Amaro menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal melalui perluasan lahan ini sangat jelas.
“Saya yakin kita akan terus menjadi destinasi wisata nomor satu dan terus menambah lapangan kerja. Faktanya, kami menambah 1.000 lapangan kerja khusus untuk lahan baru yang telah kami bangun ini,” ujar D’Amaro.
Saat ini, Disneyland Paris memiliki lebih dari 20 ribu karyawan tetap dari 120 negara dan mendukung sekitar 70 ribu pekerjaan tidak langsung di seluruh Prancis. Resor ini juga menyumbang sekitar 6,1 persen dari total pendapatan pariwisata nasional. Presiden Macron memberikan apresiasi atas nilai investasi yang sangat besar bagi wilayah tersebut.
Nama Baru dan Keberadaan Wahana Frozen

Proyek ekspansi senilai 2 miliar euro (Rp39,12 triliun) ini melibatkan perubahan nama Walt Disney Studios Park menjadi Disney Adventure World. Area taman bermain akan diperluas hingga dua kali lipat dengan kehadiran “World of Frozen”. Di area ini, pengunjung dapat menikmati suasana kerajaan Arendelle yang lengkap dengan desa dan laguna luas. Presiden Disneyland Paris, Natacha Rafalski, menyebutkan bahwa proyek ini melibatkan hampir 400 pemasok yang mayoritas berasal dari Prancis.
“Selama lebih dari 30 tahun, kami terus berinvestasi jangka panjang untuk menciptakan lapangan kerja, mendukung pembangunan wilayah, serta memperkuat pengaruh pariwisata di Eropa,” ujar Rafalski.
Selain tema Frozen, Disney juga menyiapkan pertunjukan malam menggunakan 350 drone, serta area bertema “The Lion King” dan atraksi “Up” dari Pixar. D’Amaro menyatakan bahwa transformasi ini adalah awal dari fase pertumbuhan baru bagi perusahaan.
“Melalui peresmian Disney Adventure World dan pembukaan World of Frozen, Disneyland Paris memasuki babak pertumbuhan baru. Langkah ini akan meningkatkan kapasitas pengunjung dan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi Prancis,” kata D’Amaro.
Kerja Sama Disney dan Pemerintah Prancis

Kunjungan kepresidenan ini memperkuat posisi Disneyland Paris sebagai pusat pariwisata internasional. Sejak dibuka, resor ini telah mencatat lebih dari 445 juta kunjungan. Presiden Macron menilai kemitraan ini sebagai contoh sukses kolaborasi sektor publik dan swasta yang berhasil mengubah lahan pertanian menjadi pusat bisnis dan permukiman bagi 54 ribu warga.
Kemitraan strategis ini direncanakan berlanjut hingga tahun 2040 dengan target pembangunan ribuan rumah dan ruang kantor baru di sekitar resor. D’Amaro juga memberikan apresiasi khusus kepada para staf yang menjadi kunci kesuksesan operasional setiap atraksi.
“Semua ini tidak akan berhasil tanpa para staf luar biasa yang ada di sini hari ini. Merekalah yang menghidupkan taman bermain ini, dan mereka juga yang akan menghidupkan kawasan Frozen yang baru nanti,” ujar D’Amaro.











