SURABAYA — Pada tahun 2025, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (BJTM) berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,54 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 20,65% dibandingkan tahun sebelumnya. Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, mengungkapkan hal tersebut dalam Pemaparan Publik Kinerja Keuangan Bank Jatim Tahun 2025 yang diselenggarakan di Hotel Discovery SCBD Jakarta, Senin (30/3/2026).
Menurutnya, nilai aset Bank Jatim per 2025 berada di angka Rp105,8 triliun atau tumbuh sebesar 3,70% secara year-on-year (YoY). Komposisi aset berasal dari beberapa sumber, antara lain peningkatan penyaluran kredit sebesar Rp67,2 triliun atau meningkat 4,98% YoY, pengelolaan bisnis treasury, serta dana pihak ketiga yang tumbuh sebesar 1,43% YoY.
Dari total penyaluran kredit Bank Jatim (Bank Only) yang tumbuh konservatif sebesar 4,98% YoY atau Rp67,24 triliun, komposisinya terdiri dari kredit konsumer sebesar Rp36,54 triliun atau meningkat 6,20% YoY dan kredit produktif sebesar Rp30,7 triliun atau meningkat 3,55% YoY.
Fokus pada Dana Murah dan Ekosistem Bisnis
Winardi menjelaskan bahwa fokus manajemen Bank Jatim pada tahun 2025 adalah penetrasi dana murah dengan pendekatan transaction banking dan bisnis ekosistem. Hal ini tercermin dari kinerja dana pihak ketiga seperti giro yang mencapai Rp21,4 triliun atau meningkat 12,5% YoY. Selain itu, jumlah nasabah Dana Pihak Ketiga Bank Jatim meningkat sebesar 5,64% YoY, mencapai total 10,915,749 nasabah.
Kinerja positif ini turut mendukung pencapaian kinerja konsolidasi Bank Jatim sepanjang tahun 2025. Total aset meningkat sebesar 42,93% YoY, dari Rp118,142 triliun pada tahun 2024 menjadi Rp168,855 triliun pada tahun 2025. Penyaluran pinjaman juga mengalami pertumbuhan kuat, naik 46,65% dari Rp75,35 triliun menjadi Rp110,503 triliun. Laba bersih secara konsolidasi juga meningkat sebesar 24,80% YoY, dari Rp1,296 triliun pada tahun 2024 menjadi Rp1,617 triliun pada tahun 2025.
Perbaikan Kualitas Aset dan Strategi Penagihan
Untuk meningkatkan kualitas aset, Bank Jatim melakukan beberapa langkah seperti mekanisme hapus buku sebesar Rp1,03 triliun dengan recovery rate sebesar 18,6% atau setara Rp192 miliar. Selain itu, restrukturisasi kredit dilakukan sebagai upaya penyelamatan debitur yang mengalami pemburukan kolektibilitas. Total kredit yang telah direstrukturisasi oleh Bank Jatim mencapai Rp4,17 triliun.
Bank Jatim juga agresif dalam melakukan incentive penagihan extracomtable untuk menstimulus peningkatan penerimaan dari kredit hapus buku. Beberapa langkah yang dilakukan antara lain memberikan keringanan bunga dan denda, pelunasan sebagian agunan, serta fleksibilitas dalam penyelesaian penebusan agunan untuk akselerasi penyelesaian kredit.
Sinergi dengan Bank Pembangunan Daerah Lain
Pada tahun 2025, Bank Jatim telah memfinalisasi seluruh tahapan rencana Kelompok Usaha Bank dengan beberapa Bank Pembangunan Daerah (BPD). Secara resmi, Bank Jatim menjadi induk atas lima BPD, yaitu Bank NTB Syariah, Bank Banten, Bank Lampung, Bank Sultra, dan Bank NTT. Dengan demikian, sinergi di bidang permodalan telah terimplementasi secara tuntas.
Untuk tahun 2026, Bank Jatim akan memaksimalkan sinergi di bidang bisnis dan keuangan serta aspek support lainnya sebagai enabler.
Pengembangan Layanan Digital dan Jaringan AGEN JATIM
Untuk menopang kinerja bisnis dan meningkatkan market share, Bank Jatim didukung oleh jaringan fisik kantor cabang yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Timur dan layanan transaksi via digital yang memungkinkan nasabah bertransaksi kapan saja tanpa batasan.
Layanan digital seperti JConnect Mobile sukses mencatatkan pertumbuhan positif. Pengguna JConnect Mobile mencapai 993.972 user atau tumbuh 22,40% YoY. Total transaksi JConnect Mobile mencapai Rp65,77 triliun, naik 29,55% YoY.
Selain itu, pengguna JConnect IB Corporate mencapai 11.199 atau tumbuh 14,79% YoY dengan jumlah transaksi sebesar Rp23,36 triliun. QRIS Bank Jatim juga mencapai 203.725 user dengan nilai transaksi sebesar Rp3,94 triliun atau tumbuh 47,25% YoY.
Untuk memaksimalkan layanan perbankan di daerah dengan potensi bisnis besar, Bank Jatim juga memaksimalkan layanan melalui AGEN JATIM. Selain utilitas transaksi perbankan, AGEN JATIM juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan penyaluran kredit utamanya melalui metode referral dengan total agen sebanyak 14.842 agen.











