Kebijakan Iran Mengizinkan Kapal Malaysia Melewati Selat Hormuz
Pada hari Kamis (26/3/2026), Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengumumkan bahwa Iran telah memberikan izin kepada kapal-kapal Malaysia untuk melewati Selat Hormuz. Keputusan ini diambil di tengah krisis energi global yang dipicu oleh serangan AS-Israel terhadap Iran. Pernyataan ini disampaikan oleh Anwar dalam pidatonya yang disiarkan melalui televisi.
Selain itu, Kedutaan Besar Iran di Malaysia juga menyampaikan apresiasi terhadap dukungan yang diberikan oleh negara tersebut selama masa sulit. Dalam pernyataannya, Kedubes Iran menegaskan bahwa mereka tidak pernah melupakan bantuan dan dukungan dari Malaysia, terutama dalam menghadapi operasi militer gabungan yang dilakukan oleh AS dan Israel.
Penjelasan tentang Operasi Militer AS-Israel ke Iran
Operasi militer yang dinamai Operation Epic Fury telah berdampak signifikan pada Iran. Serangan tersebut menewaskan beberapa tokoh penting, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta sejumlah petinggi lain seperti Sekretaris Dewan Keamanan Iran, Ali Larijani, Komandan Angkatan Udara IRGC, Amir Ali Hajizadeh, dan Komandan Angkatan Laut IRGC, Alireza Tangsiri. Tangsiri diperkirakan sudah tewas pada hari Kamis (26/3/2026).
Dalam unggahan akun media sosial X (@iraninmalaysia) pada Jumat (27/3/2026), Kedutaan Besar Iran di Malaysia membagikan tangkap layar artikel dari Free Malaysia Today (FMT) yang menyebutkan bahwa PM Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan terima kasih karena kapal Malaysia diizinkan melewati Selat Hormuz. Judul berita FMT tersebut adalah: “TERIMA KASIH IRAN BENARKAN KAPAL MALAYSIA LALUI SELAT HORMUZ, KATA ANWAR”.
Pernyataan dari Kedutaan Besar Iran di Malaysia
Kedutaan Besar Iran di Malaysia menyatakan bahwa negaranya tidak pernah melupakan dukungan Malaysia dalam masa sulit, terutama setelah intensitas serangan AS-Israel meningkat. Dalam cuitannya, Kedubes Iran menggunakan bahasa Melayu dan menyampaikan pesan bahwa Iran akan selalu mengingat pendirian Malaysia selama hari-hari sukar.
Izin Penggunaan Jalur Selat Hormuz
Iran telah mengizinkan kapal-kapal Malaysia untuk melewati Selat Hormuz, yang secara efektif ditutup oleh Teheran. PM Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan terima kasih kepada Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, atas “izin awal” yang diberikan. Dalam pidatonya, Anwar menyatakan bahwa pihaknya sedang dalam proses mengamankan pembebasan kapal tanker minyak Malaysia dan para pekerja yang terlibat agar dapat melanjutkan perjalanan pulang.
Namun, Anwar tidak menjelaskan jumlah kapal yang telah melewati Selat Hormuz atau syarat dan kondisi yang diperlukan agar diizinkan melintasi jalur air tersebut dengan aman.
Kecaman Terhadap Serangan AS-Israel
Anwar Ibrahim juga menyampaikan kecaman terhadap serangan AS-Israel terhadap Iran. Dalam cuitannya di akun media sosial X (@anwaribrahim), Jumat (27/3/2026), ia menyebutkan bahwa dirinya telah bertelepon langsung dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Dalam rekaman suara yang disertakan, Pezeshkian menyatakan terima kasih atas dukungan dari Malaysia.
Anwar juga menyampaikan rasa duka atas korban jiwa di Iran, termasuk wafatnya Ayatollah Ali Khamenei. Ia mengecam keras agresi militer yang dilancarkan oleh “duet” AS dan Israel terhadap Iran dan menyatakan bahwa tindakan tersebut melanggar hukum internasional.
Harapan untuk Damai dan Solusi yang Berkelanjutan
Anwar menekankan bahwa Malaysia mendukung Iran untuk berunding dan mengakhiri perang atau gencatan senjata dengan jaminan yang dapat dipercaya. Ia menilai bahwa gencatan senjata di Palestina dan Lebanon sering kali dilanggar oleh Israel, sehingga solusi damai harus didasarkan pada keadilan, akuntabiliti, dan komitmen berpanjangan.
Malaysia percaya bahwa keamanan sejati hanya bisa dicapai melalui penyelesaian yang tuntas, demi menjamin keselamatan semua pihak serta memulihkan maruah kemanusiaan di kawasan Asia Barat.
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."











