"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Klarifikasi Hendrik Irawan: Minta Maaf Usai Video Joget Pamer Uang Viral

Sosok Hendrik Irawan dan Kontroversi Video Viral

Sebuah video yang menampilkan Hendrik Irawan berjoget sambil menyampaikan narasi tentang pendapatan harian sebesar Rp6 juta per hari telah menjadi viral di media sosial. Video ini menunjukkan pria yang merupakan mitra dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bandung Barat, dan konten tersebut memicu reaksi keras dari warganet.

Hendrik Irawan kini resmi meminta maaf kepada publik dan Presiden Prabowo Subianto atas kegaduhan yang terjadi. Ia mengklarifikasi bahwa nominal Rp6 juta tersebut bukanlah penghasilan pribadi, melainkan insentif operasional yang diberikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bentuk pengganti modal pribadi yang telah dialokasikan untuk pembangunan dapur senilai Rp3,5 miliar.

Fakta di Balik Video Viral

Menurut penjelasan Hendrik, video yang beredar adalah rekaman lama yang diambil sekitar lima bulan lalu. Saat itu, suasana di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sedang santai dan tidak ada aktivitas kerja. Ia menduga bahwa ada pihak yang tidak bertanggung jawab menggabungkan video tersebut dengan narasi pendapatan harian yang menyesatkan.

“Video itu sebenarnya tidak ada kaitannya dengan soal pendapatan,” tegas Hendrik saat dikonfirmasi. Ia menyatakan bahwa tujuan dari penggabungan narasi tersebut adalah untuk menciptakan kesalahpahaman publik terhadap mitra program unggulan pemerintah.

Meski sempat terpancing emosi dan berkonsultasi ke Polres Cimahi, Hendrik memutuskan untuk tidak meneruskan laporan hukum terhadap pengunggah video.

Penjelasan Mengenai Insentif Rp6 Juta

Hendrik menjelaskan bahwa insentif Rp6 juta per hari adalah dana resmi sesuai petunjuk teknis yang diberikan oleh BGN. Ia menegaskan bahwa uang tersebut bukan berasal dari jatah makanan anak-anak, melainkan insentif operasional yang diberikan oleh negara.

Pembangunan dapur MBG di Batujajar menggunakan dana pribadi Hendrik hingga mencapai Rp3,5 miliar. Lahan seluas 1.000 meter persegi dibangun dari tanah kosong tanpa menggunakan anggaran pemerintah pusat. Insentif Rp6 juta per hari digunakan sebagai biaya pengganti operasional serta pengembalian investasi yang telah ia keluarkan.

“Uang Rp6 juta itu hanya untuk pengganti selama program ini berjalan,” jelas Hendrik.

Harapan dan Permohonan Maaf

Dalam permohonan maafnya, Hendrik menekankan bahwa dirinya tidak memiliki niat sedikit pun untuk melecehkan masyarakat atau pemerintah. Ia menyatakan dukungan penuhnya terhadap program Makan Bergizi Gratis yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto sejak awal.

Ia juga mengklarifikasi bahwa insentif Rp6 juta tersebut tidak dihitung penuh selama 30 hari dalam satu bulan operasional. Pendapatan itu hanya dihitung berdasarkan 24 hari kerja efektif saat program pembagian makanan bergizi kepada siswa berlangsung.

Hingga saat ini, Hendrik mengaku belum balik modal atas investasi miliaran rupiah yang telah ditanamkan dalam proyek SPPG tersebut. Ia berharap permohonan maafnya dapat diterima oleh netizen dan program MBG di Bandung Barat bisa kembali berjalan lancar.

Tindakan dari Badan Gizi Nasional

Buntut dari video Hendrik Irawan viral tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil tindakan tegas dengan menghentikan operasional dapur. Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (PPG) Regional Bandung menilai aksi tersebut telah melanggar asas kepatutan dan etika sosial.

Kepala PPG Regional Bandung, Ramzi, menyebut bahwa tindakan Hendrik merupakan persoalan moral personal yang sangat disayangkan terjadi. Pihak BGN sebenarnya telah berulang kali mengingatkan para mitra untuk menjaga perilaku sensitif terhadap kondisi ekonomi masyarakat luas.

Larangan pengunggahan konten yang pamer kemewahan atau perilaku tidak etis di fasilitas negara menjadi poin utama evaluasi BGN. Penghentian sementara operasional dapur di Pangauban ini bertujuan untuk memastikan standar layanan dan etika mitra kembali terjaga.


Amanda Almeirah

Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *