Suspend SPPG Milik Hendrik Irawan
Badan Gizi Nasional (BGN) resmi memberikan tindakan suspend terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola oleh Hendrik Irawan. Tindakan ini diambil setelah video joget-joget Hendrik di dalam dapur SPPG viral di media sosial.
Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa SPPG milik Hendrik ditutup sementara. Hal ini menjadi perkembangan terbaru setelah aksi joget Hendrik yang beredar di internet.
Hendrik menjadi viral setelah membagikan video jogetannya dengan narasi bahwa ia menerima insentif sebesar Rp 6 juta per hari dari hasil pengelolaan MBG. Setelah videonya viral, Hendrik malah melaporkan beberapa akun netizen yang menyebarkan videonya.
Ia juga menepis tudingan miring dari netizen dengan membeberkan sumber modal pembangunan fasilitasnya yang mencapai angka miliaran rupiah.
Pembangunan SPPG Menggunakan Dana Pribadi
Hendrik menegaskan bahwa dapur SPPG yang ia kelola dibangun menggunakan dana pribadi, bukan dari anggaran negara. Ia mengklaim telah merogoh kocek hingga Rp 3,5 miliar untuk membuat dan mendukung program nasional tersebut.
“Saya buatnya (dapur SPPG) sampai Rp 3,5 miliar, jadi dari bapak presiden menghargai, akhirnya dibangunlah SPPG yang awalnya modal saya,” ujar Hendrik Irawan dalam video di akun TikTok pribadinya.
Terkait angka Rp 6 juta yang ramai diperbincangkan, Hendrik menjelaskan bahwa nilai tersebut merupakan insentif bangunan bagi seluruh mitra yang bergabung, bukan penghasilan pribadi semata. Meski menerima jutaan rupiah per hari, ia mengaku saat ini belum mencapai titik balik modal (break even point).
“Yang menerima Rp 6 juta tuh bukan saya, semua mitra yang bergabung dengan program semua menerima Rp 6 juta, itu untuk insentif bangunan yang kami buat,” ucap Hendrik.
Menghadapi kecurigaan publik, Hendrik menyatakan dirinya sangat terbuka jika pihak berwenang ingin melakukan pemeriksaan keuangan terhadap operasional SPPG miliknya.
Menempuh Jalur Hukum
Merasa nama baiknya tercoreng, Hendrik telah mendatangi Polres Cimahi untuk melaporkan akun-akun yang menyebarkan berita bohong (hoax). Ada dua akun yang dilaporkan, yaitu akun yang meng-upload video tanpa seizinnya dan akun Instagram yang mencaci-maki tanpa dasar bukti.
Hendrik menilai bahwa narasi yang beredar telah melenceng dari petunjuk teknis (juknis) yang ada. Ia akan resmi melaporkan hal tersebut pada tanggal 26, dengan pertanyaan: “Salah saya di mana?”
Dari juknis BGN itu sudah dituangkan, bahwa mitra berhak menerima insentif Rp 6 juta per hari. Namun, ada orang yang membuat narasi tidak baik, bahwa Hendrik joget-joget menerima uang Rp 6 juta.
Penutupan SPPG Oleh BGN
Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa BGN tidak hanya menyayangkan tindakan Hendrik, tetapi juga marah. Ia mengingatkan bahwa SPPG bukanlah sebuah bisnis.
Lebih lanjut, Nanik menyoroti video joget pria tersebut di dalam sebuah dapur MBG tanpa dilengkapi APD. Ia mengingatkan agar mitra MBG tidak bersikap aneh-aneh. Ia mengancam mitra yang melakukan tindakan serupa akan disanksi tutup dapur MBG.
“Ya saya minta mitra itu low profile lah jangan aneh-aneh, kalau ada yang aneh-aneh nanti saya suspend atau malah kita hentikan dapurnya,” ujar Nanik.
Nanik menambahkan bahwa setelah video joget-joget itu beredar, dapur Hendrik disidak oleh Direktur Tauwas Wilayah II BGN, Brigjen Doni Dewantoro. Nanik menyebut dapur Hendrik rupanya salah layout dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL)-nya tidak benar.
Karena kedua hal itu, dapur Hendrik kini di-suspend atau dihentikan sementara.
“Dapurnya sudah kita suspend, bukan perkara dia nari, tapi karena layout-nya salah dan IPAL tidak sempurna,” ucap Nanik kepada wartawan, dikutip Rabu (25/3/2026).
Nanik mengatakan Hendrik mengelola tujuh SPPG di area Jawa Barat. Dari tujuh itu, Nanik menjelaskan baru satu yang berjalan. Selain itu, Nanik juga menyayangkan Hendrik yang melaporkan sejumlah pengunggah ulang video jogetnya ke polisi. Nanik meminta Hendrik tak menyalahkan orang lain.
“Ngapain harus lapor polisi? Kan yang salah siapa, makanya jangan joget-joget. Jangan nyalahin yang upload dong,” tutur Nanik.











