"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Trump mengklaim perang berakhir, ajak Iran berunding

Perang AS dan Iran Memasuki Tahap Perundingan

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengumumkan bahwa negaranya akan memilih jalur perundingan dengan Republik Islam Iran. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers yang digelar pada Selasa (24/3/2026) waktu AS. Trump menyatakan bahwa perang dengan Iran akan berakhir setelah mencapai tujuan awalnya.

Trump menegaskan bahwa AS telah “menang” di Iran karena misi yang ingin dicapainya telah terpenuhi. Ia juga menyebutkan bahwa proses perundingan dan negosiasi penghentian perang sedang dilakukan. Namun, ia tidak dapat memberikan jaminan bahwa perundingan kali ini akan menghasilkan kepastian yang benar-benar menghentikan peperangan.



Tim pembawa Angkatan Darat AS memindahkan jenazah tentara AS yang tewas akibat balasan Iran di Pangkalan Angkatan Udara Dover, Delaware, AS, 9 Maret 2026. – (EPA/JASON MINTO/US AIR FORCE)

Tujuan Awal Perang dengan Iran

Menurut Trump, tujuan utama AS menginvansi Iran adalah untuk melakukan perubahan kepemimpinan di Teheran. Ia menyatakan bahwa tujuan tersebut telah berhasil dicapai. Selain itu, AS juga ingin mencegah Iran melakukan pengayaan uranium untuk memproduksi senjata nuklir, yang juga telah tercapai.

Dalam konferensi pers tersebut, Trump mengumumkan empat anggota tim negosiator AS yang akan berunding dengan Iran. Mereka antara lain Wakil Presiden AS JD Vance, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, serta dua orang kepercayaannya, yaitu Steve Witkoff dan Jared Kushner.

Perang yang Melibatkan Israel

Perang AS terhadap Iran kali ini melibatkan Zionis Israel sebagai agresor. AS-Zionis membuka perang pada Sabtu (28/2/2026) dengan membombardir Ibu Kota Teheran. Dalam serangan pertama itu, Pemimpin Tertinggi Wali Agung Iran Ayatullah Ali Khameni syahid bersama isteri, anak, dan menantunya, serta cucu perempuannya. Sejumlah tokoh dan pemimpin militer Iran juga gugur dalam serangan tersebut.

Serangan pertama AS-Zionis juga membombardir sekolah anak-anak perempuan yang menyebabkan sedikitnya 175 orang meninggal dunia. Iran bertahan dengan membalas serangan ke wilayah pendudukan Israel di Tanah Palestina dengan menembakkan drone serbu dan misil-misil berdaya ledak besar.

Perluasan Perang

Militer Iran juga membombardir pangkalan-pangkalan militer AS, termasuk aset-aset ekonomi Paman Sam yang tersebar di Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Bahrain, Uni Emirate Arab, Yordania, dan Irak. Perlawanan balasan dari Iran membuat perang dengan AS-Zionis melebar ke negara-negara Teluk Arab dan mengancam stabilitas Timur Tengah.

Faksi pejuang Hizbullah di Lebanon turut membantu Iran dengan menembakkan roket-roket tempur ke wilayah pendudukan Zionis Israel di utara Palestina. Sampai saat ini, peperangan sudah memasuki pekan ke-4 atau hari ke-26.

Blokade Selat Hormuz

Sejak perang memasuki hari ke-3, Iran melakukan blokade dan penutupan terbatas terhadap Selat Hormuz. Langkah ini mengguncang stabilitas ekonomi dunia karena Selat Hormuz merupakan jalur lalu lintas minyak fosil dan gas cair global. Perairan di celah Teluk Persia ini mengendalikan 22 persen dari seluruh pasokan minyak fosil dan gas cair dunia.

Iran hanya mengizinkan kapal-kapal tanker berbendera negara sahabat yang boleh melintas. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memasang ranjau laut dan bakal menghabisi atau melarang melintas kapal-kapal tanker berbendera negara-negara yang membantu AS dan Israel.

Respons Internasional

Presiden Trump sempat mengajak negara-negara di Eropa dan negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk membantu AS dan Israel merebus Selat Hormuz. Ia juga meminta bantuan dari China, Jepang, Korea Selatan (Korsel), dan Australia untuk mengirimkan kapal perang membantu AS-Zionis membebaskan Selat Hormuz.

Namun, negara-negara tersebut tidak ada yang bersedia ikut-ikutan perang melawan Iran. Trump pun sempat marah dan mengancam akan menyerang seluruh pembangkit listrik dan fasilitas energi milik Iran jika tetap menutup Selat Hormuz.

Penundaan Serangan Besar-Besaran

Pada Senin (23/3/2026), Trump mengumumkan penundaan serangan besar-besaran terhadap Iran karena sudah ada perundingan untuk membicarakan penghentian perang. Namun, Iran menanggapi dingin penyampaian Trump tersebut. Otoritas di Teheran memastikan tidak ada pembicaraan dengan Washington terkait penghentian perang. Iran menegaskan akan tetap melakukan perlawanan setimpal terhadap agresi AS-Zionis.

Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *