Pemangkatan 28 Perwira Tinggi TNI AD
Sebanyak 28 perwira tinggi atau Pati di jajaran TNI Angkatan Darat (TNI AD) resmi naik pangkat setelah dilakukan mutasi terbaru. Salah satu yang mendapat promosi adalah Letjen TNI Ariyo Windutomo, yang kini menjabat Kepala Sekretariat Presiden di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto. Pemangkatan ini dipimpin langsung oleh KSAD Maruli Simanjuntak, yang menegaskan bahwa kenaikan pangkat merupakan amanah untuk meningkatkan profesionalisme, kinerja, dan pengabdian.
Selain Ariyo Windutomo, ada juga Mayjen TNI Ahmad Fikri Musmar, yang kini menjabat Pangdivif 1 Kostrad. Ia sebelumnya memiliki latar belakang dari Kopassus, menjadikannya salah satu perwira dengan latar belakang militer yang kuat. Pemangkatan ini menjadi bagian dari pembinaan karier dan penghargaan atas dedikasi serta loyalitas para perwira tinggi kepada bangsa dan negara melalui TNI AD.
Pesan dari KSAD Maruli Simanjuntak
Dalam acara Laporan Korps Kenaikan Pangkat 28 Pati TNI AD, yang berlangsung di Markas Besar TNI AD, Jakarta, KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menyampaikan pesan penting. Menurutnya, kenaikan pangkat bukan sekadar penghargaan, tetapi tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan melalui kinerja, integritas, dan profesionalisme yang lebih baik.
“Kenaikan pangkat ini hendaknya menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada TNI AD, bangsa, dan negara,” ujarnya dalam amanatnya. Acara tersebut juga turut dihadiri oleh sejumlah perwira tinggi lainnya, seperti Letjen TNI Iwan Bambang Setiawan, Mayjen TNI Teguh Pudji Rahardjo, serta Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah.
Selain itu, beberapa perwira tinggi dari internal TNI AD juga turut menerima kenaikan pangkat, antara lain Mayjen TNI IGBN Tedjasukma, Mayjen TNI Mochamad Masrukin, dan Mayjen TNI Ahmad Fikri Musmar. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan, mencerminkan komitmen TNI AD dalam menjaga profesionalisme serta kesinambungan kepemimpinan di lingkungan Angkatan Darat.
Sosok Letjen TNI Ariyo Windutomo
Letjen TNI Ariyo Windutomo adalah abituren Akmil 1996 yang telah membangun karier militernya dengan dominasi penugasan di lingkungan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Sebelum menjabat sebagai Kepala Sekretariat Presiden, ia masih berpangkat Mayor Jenderal (Mayjen) TNI dan menjabat sebagai Kepala Satuan Pengawas Universitas Pertahanan (Unhan).
Penunjukan Ariyo sebagai Kepala Sekretariat Presiden merupakan bagian dari mutasi dan rotasi besar di tubuh TNI. Panglima TNI Agus Subiyanto menetapkan kebijakan tersebut dengan merombak 76 perwira tinggi (pati). Selama kariernya, Ariyo mengemban berbagai posisi penting di Kementerian Pertahanan, mulai dari analis kepegawaian hingga pejabat struktural tingkat tinggi.
Ia pernah menjabat Analis Madya pada Biro Kepegawaian Setjen Kemhan hingga Kepala Biro Umum Setjen Kemhan. Pengalamannya semakin lengkap saat bertugas sebagai Kepala Satuan Pengawas di Universitas Pertahanan. Di luar tugas struktural, Ariyo juga dipercaya memegang peran strategis dalam kegiatan nasional, seperti menjadi Ketua Panitia Parade Senja dan Gala Dinner pada peringatan HUT TNI ke-78 tahun 2023.
Karier Moncer Ariyo Windutomo
Ariyo Windutomo memulai kariernya setelah lulus dari Akademi Militer Indonesia (Akmil) 1996. Sejak itu, ia mengisi sejumlah posisi strategis, termasuk Kepala Bagian Kepegawaian Kemhan dan Kepala Biro Umum Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan. Pada 2022, ia meraih pangkat Brigadir Jenderal saat menjabat Kepala Biro Umum Setjen Kemhan.
Pemangkatan ini didasarkan pada Keputusan Menteri Pertahanan Nomor KEP/1397/M/XI/2022 tertanggal 4 November 2022, serta diperkuat Surat Perintah Sekjen Kemhan Nomor SPRIN/1006/XI/2022 tertanggal 7 November 2022. Jabatan Kepala Biro Umum diserahterimakan dari Brigjen TNI Zainul Arifin kepada Kolonel Infanteri Ariyo Windutomo.
Dengan kenaikan pangkat menjadi Letjen TNI, Ariyo Windutomo kini menempati posisi strategis di lingkaran Presiden RI Prabowo Subianto. Ia menjadi salah satu alumni Akmil 1996 yang berhasil menembus pangkat Mayjen TNI dan kini memegang jabatan penting di Sekretariat Presiden.











