Peran Strategis Dua Jenderal Polri Asal Sulawesi Selatan
Sulawesi Selatan dikenal sebagai daerah yang melahirkan banyak tokoh penting di berbagai bidang, termasuk dalam institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Dari daerah ini muncul sejumlah perwira tinggi yang berkarier gemilang di Korps Bhayangkara. Dua di antaranya adalah Brigjen Pol Irwan Anwar dan Brigjen Pol Andi Syahriful Taufik. Keduanya merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1994 dan kini menyandang pangkat Brigadir Jenderal (Brigjen) atau jenderal bintang satu di tubuh Polri.
Meskipun berasal dari daerah yang sama dan satu angkatan di Akpol, keduanya memiliki jalur karier yang berbeda, namun sama-sama menempati posisi strategis di Mabes Polri. Berikut adalah profil dan peran mereka dalam menjalankan tugasnya.
Brigjen Irwan Anwar: Jenderal Asal Soppeng yang Kini Cetak Calon Pimpinan Polri
Brigjen Irwan Anwar saat ini menjabat Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat II di Sespim Lemdiklat Polri. Jabatan tersebut merupakan posisi penting di lingkungan Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Polri yang berada di bawah Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri. Secara sederhana, Widyaiswara merupakan pengajar atau instruktur utama yang membina para perwira Polri yang sedang menempuh pendidikan kepemimpinan.
Perwira yang mengikuti pendidikan di Sespim merupakan calon-calon pimpinan Polri di masa depan. Karena itu, jabatan Widyaiswara memiliki peran strategis dalam membentuk kualitas kepemimpinan di tubuh Polri. Tugas utama Widyaiswara antara lain:
- Mengajar dan melatih perwira Polri dalam pendidikan kepemimpinan
- Menyusun materi dan kurikulum pendidikan kepolisian
- Memberikan pembinaan profesional kepada peserta didik
- Melakukan penelitian dan pengembangan di bidang kepolisian
Brigjen Irwan Anwar diketahui berasal dari keluarga besar Kabupaten Soppeng. Ia bahkan pernah menempuh pendidikan Sekolah Dasar di Takalala, Kecamatan Marioriwawo. Irwan juga diketahui memiliki hubungan keluarga dengan Abbas Sabbi, mantan Bupati Soppeng. Ia lahir di Makassar pada 17 Februari 1972 dan dikenal sebagai perwira yang lama berkiprah di bidang reserse.
Sebelum menjadi perwira tinggi, Irwan pernah menjabat sejumlah posisi penting di kepolisian, termasuk Kapolrestabes Makassar serta Kapolrestabes Semarang. Irwan juga merupakan teman satu angkatan Ferdy Sambo di Akpol 1994.
Rekam Jejak Karier Brigjen Irwan Anwar
Karier Irwan Anwar dimulai dari jabatan di tingkat polres hingga akhirnya dipercaya memimpin satuan kepolisian di berbagai daerah. Beberapa jabatan yang pernah diembannya antara lain:
- Pamapta Polres Temanggung
- Kaur Bin Ops Reskrim Polres Temanggung
- Kasat Reskrim Polres Temanggung
- Kasat Reskrim Polres Magelang
- Kasat Reskrim Polres Salatiga
- Kapolsek Medan Teladan
- Kasat Narkoba Poltabes Medan
- Wakapolres Binjai
- Kabag Bin Ops Ditreskrim Polda Metro Jaya
- Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara
Kariernya terus menanjak saat dipercaya menjadi:
- Kapolres Madiun (2011)
- Wakapolres Metro Depok (2013)
- Kepala SPN Lido Polda Metro Jaya (2016)
- Dirreskrimum Polda NTB (2017)
- Kasubdit I Dittipidsiber Bareskrim Polri (2017)
- Kapolrestabes Makassar (2017)
- Analis Kebijakan Madya Bidang Pidsiber Bareskrim Polri (2018)
- Dirreskrimum Polda Sumatera Utara (2020)
- Kapolrestabes Semarang (2020)
Pengalaman panjang di bidang reserse membuat Irwan dikenal sebagai perwira yang memiliki kemampuan investigasi yang kuat.
Brigjen Andi Syahriful Taufik: Jenderal Pengawas Internal Polri
Brigjen Pol Andi Syahriful Taufik kini menjabat Inspektur Pengawasan Wilayah (Irwil) V Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri. Jabatan Irwil merupakan bagian dari struktur Itwasum Polri, yaitu lembaga pengawas internal di tubuh Kepolisian. Tugas utama Irwil antara lain:
- Melakukan audit dan pemeriksaan terhadap kinerja satuan kerja Polri
- Mengawasi penggunaan anggaran dan program kerja
- Mengevaluasi kepatuhan terhadap aturan organisasi
- Memberikan rekomendasi jika ditemukan pelanggaran atau penyimpangan
Posisi ini sangat strategis karena berperan menjaga akuntabilitas, transparansi, dan disiplin organisasi di tubuh Polri.
Brigjen Andi Syahriful Taufik berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan. Mutasinya sebagai Irwil V Itwasum Polri tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/440/II/KEP./2026 tertanggal 27 Februari 2026. Sebelumnya, ia menjabat Auditor Kepolisian Utama Tingkat I Itwasum Polri.
Karier Panjang di SDM Polri
Sepanjang kariernya, Andi Syahriful banyak berkiprah di bidang sumber daya manusia (SDM) Polri. Ia pernah menjabat sejumlah posisi strategis, antara lain:
- Kapolres Padang Sidempuan (2012–2013)
- Kapolres Simalungun (2013–2015)
- Karo SDM Polda Banten (2016)
- Karo SDM Polda Lampung (2017)
- Kabagrenmin SSDM Polri (2018)
- Analis Kebijakan Madya Bidang Jianstra SSDM Polri
- Karo SDM Polda Jawa Timur (2020)
- Kabagdalmutu Rorenmin Itwasum Polri (2021)
- Auditor Kepolisian Utama TK II Itwasum Polri (2023)
Karier panjang di bidang SDM membuatnya dikenal sebagai perwira yang berpengalaman dalam pengelolaan sumber daya manusia di tubuh Polri.
Viral karena Tak Luluskan Anak Sendiri
Nama Brigjen Andi Syahriful Taufik juga sempat menjadi sorotan publik. Ia pernah mengungkap bahwa dirinya tidak meluluskan anak kandungnya sendiri dalam seleksi taruna Akpol. Padahal saat itu ia menjabat Karo SDM Polda Banten, posisi yang berkaitan dengan proses seleksi anggota Polri. Dalam sebuah video yang beredar, Andi menyebut anak laki-lakinya tidak diluluskan karena tinggi badan hanya 164,5 sentimeter, di bawah standar minimal yang ditetapkan. Keputusan tersebut menjadi perhatian publik karena dianggap menunjukkan komitmen terhadap integritas dan profesionalisme dalam proses rekrutmen Polri.
Kontribusi Putra Sulsel di Institusi Kepolisian
Kiprah Brigjen Irwan Anwar dan Brigjen Andi Syahriful Taufik menunjukkan bahwa putra-putra Sulsel terus memberi kontribusi besar di tingkat nasional, khususnya dalam institusi kepolisian. Dengan pengalaman panjang di berbagai bidang, mulai dari reserse, pendidikan kepemimpinan, hingga pengawasan internal, keduanya menjadi contoh jenderal Polri yang membawa nama Sulsel di tingkat nasional.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











