"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

BoP Dihentikan, Kemlu Kirim Utusan Khusus untuk Palestina

Indonesia Menyiapkan Skenario Alternatif dalam Peran di Dewan Perdamaian

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) sedang menyiapkan berbagai skenario pengganti terkait peran Indonesia di Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian. Langkah ini diambil setelah munculnya ketidakpastian mengenai legitimasi dewan tersebut, menyusul serangan militer yang dilakukan dua anggotanya, Amerika Serikat (AS) dan Israel, ke Iran sejak Sabtu (28/2/2026). Kepala Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri (BSKLN) Kemlu RI, Muhammad Takdir, menyampaikan bahwa agenda BoP untuk sementara waktu telah dihentikan.

“Nah ini sudah diputuskan suspend (agenda BoP). Jadi kalau dilihat di sini, berarti harus disubstitusi ke dalam peran yang lain,” ujar Muhammad Takdir melalui keterangan resmi.

1. Bentuk Utusan Khusus untuk Palestina

Salah satu opsi yang sedang dibahas di internal Kemlu adalah pembentukan utusan khusus atau special envoy untuk Palestina. Nantinya, utusan khusus tersebut akan bertugas mengoordinasikan seluruh penyaluran bantuan dari Indonesia ke Gaza.

Muhammad Takdir menjelaskan, rencana itu merupakan tambahan dari langkah yang sebelumnya telah dilakukan oleh mantan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, yakni penunjukan konsul kehormatan di Ramallah.

“Langkah ini sebenarnya tambahan dari peran yang sudah dilakukan Bu Retno sebelumnya, yang menunjuk konsul kehormatan di Ramallah, yang diharapkan bisa membantu,” kata dia.

2. Prabowo Libatkan JK sebagai Juru Runding Perdamaian

Kajian strategis mengenai opsi tersebut akan diserahkan kepada Menteri Luar Negeri untuk selanjutnya diputuskan oleh Presiden Prabowo Subianto. Muhammad Takdir berharap, langkah ini dapat memperkuat kontribusi Indonesia dalam isu Palestina.

Ia juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo membuka jalur alternatif lain, termasuk dengan melibatkan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Menurutnya, Jusuf Kalla dinilai memiliki kapasitas sebagai juru runding perdamaian serta memiliki koneksi dengan pemimpin politik Hamas.

3. Pandangan Publik Jadi Salah Satu Pertimbangan

Muhammad Takdir mengakui serangan militer AS dan Israel terhadap Iran menjadi dinamika yang memperkuat kritik publik terhadap keterlibatan Indonesia di BoP. Ia menilai, persoalan Palestina membutuhkan pendekatan yang cerdas, sejalan dengan kompleksitas persoalan yang ada.

Meski demikian, ia meminta masyarakat memberikan kepercayaan atau benefit of the doubt kepada pemerintah. Menurutnya, terdapat sejumlah pertimbangan di balik layar yang belum dapat disampaikan secara terbuka.

“Secara umum saya kira publik punya pandangan yang mesti kita jadikan salah satu bahan pertimbangan di dalam memperbaiki apa yang mungkin terlihat kurang terima oleh publik secara umum (terkait BoP),” ujarnya.

4. MUI Siapkan Rekomendasi Pemerintah Terkait Posisi Indonesia di BoP

Di tengah ketidakpastian tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga tengah menyiapkan rekomendasi bagi pemerintah terkait posisi Indonesia di BoP. Ketua MUI Bidang Luar Negeri, Sudarnoto Abdul Hakim, mengatakan pihaknya telah menyelesaikan kajian mengenai potensi mudarat dan manfaat dari keterlibatan Indonesia di Dewan Perdamaian (BoP).

Rekomendasi tersebut nantinya akan berisi parameter yang jelas mengenai sikap yang dapat diambil pemerintah, termasuk kapan Indonesia harus bertahan, keluar, atau mengambil sikap sementara dari keanggotaan BoP.

“Bahwa ada parameter yang harus digunakan, kapan exit, kapan tidak, kapan sementara, kapan tidak. Nah ini akan memberikan lebih kepastian, supaya publik juga memahami, lalu pemerintah juga memahami memang sesuai dengan dinamika yang ada,” ujarnya.

Desakan agar Indonesia keluar dari BoP menguat setelah AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran. Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto telah menyatakan kesiapannya menarik Indonesia dari dewan tersebut apabila dinilai tidak lagi sejalan dengan tujuan perdamaian, khususnya terkait kemerdekaan Palestina.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *