Kabar duka datang dari dunia musik Indonesia. Donny Fattah, pendiri dan bassis legendaris band God Bless, meninggal dunia pada usia 76 tahun. Ia menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan, setelah berjuang melawan tiga penyakit sekaligus selama dua tahun terakhir.

Dalam pernyataannya, akun Instagram resmi God Bless menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kepergian Donny Fattah. Diketahui bahwa ia lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 24 September 1949. Ia meninggal pada hari Sabtu, 7 Maret 2026.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah meninggal dunia DONNY FATTAH, bassist, salah seorang pendiri God Bless, saudara kami tercinta, di Rumah Sakit Fatmawati Jakarta,” tulis akun tersebut.
Selain itu, pihak keluarga juga memohon maaf jika ada kesalahan yang dilakukan oleh almarhum. Mereka berharap amal dan kebaikannya diterima oleh Tuhan.
Penyakit yang Diidap Donny Fattah
Donny Fattah menghadapi tiga penyakit sekaligus dalam dua tahun terakhir. Pertama adalah sarkopenia, yaitu kondisi penurunan massa otot dan kekuatan tubuh. Kondisi ini memengaruhi kemampuan fisiknya secara bertahap. Kedua, penyumbatan vaskular yang mengganggu aliran darah akibat penyumbatan pembuluh darah. Ketiga, penyakit autoimun yang membuat sistem imun tubuh menyerang sel-sel sehat.
Menurut keterangan Donny sendiri pada 2025, penyakit-penyakit ini menyebabkan kelemahan pada bagian bawah tubuhnya, mulai dari pinggang hingga kaki. Hal ini membuatnya kesulitan untuk berdiri dan berjalan. Meskipun begitu, ia tetap menjalani pengobatan dengan konsumsi obat harian. Namun, efek samping dari obat-obatan tersebut juga menjadi tantangan tersendiri baginya.
Profil Donny Fattah
Donny Fattah lahir dengan nama lengkap Jidon Patta Onda Gagola. Ia menikah dua kali, pertama dengan Rinny Noor dan kedua dengan Diah Pitaloka pada 2005. Dari pernikahannya, ia memiliki tiga orang anak.
Meski dikenal sebagai bassis God Bless, Donny tidak memulai kariernya langsung di band tersebut. Sebelum bergabung dengan God Bless, ia pernah bermain di beberapa grup musik seperti Crazy Wheels, Fancy Junior, Harbour Beat, dan Gong 2000. Pengalaman ini membantunya mengasah bakat bermain bass dan menciptakan lagu.
Pada tahun 1973, Donny bersama Ahmad Albar dan Ian Antono mendirikan God Bless. Band ini menjadi salah satu pelopor perkembangan musik rock di Indonesia. Donny Fattah menjadi bassis utama dan memberikan ciri khas bagi musik rock Indonesia.
Kontribusi dalam Dunia Musik
Selama berkarya bersama God Bless, Donny Fattah turut menciptakan berbagai lagu ikonik yang menjadi bagian dari sejarah musik rock Tanah Air. Lagu-lagu seperti “Huma di Atas Bukit” dan “Semut Hitam” menjadi bukti betapa besar pengaruhnya dalam industri musik.
Tidak hanya di God Bless, Donny juga terlibat dalam proyek musik bersama musisi lain. Beberapa kolaborasi yang pernah ia lakukan antara lain dengan Ikang Fawzi dan Nicky Astria. Melalui kerja sama ini, ia memperluas kontribusinya dalam perkembangan musik rock Indonesia.
Perjalanan Karier yang Menginspirasi
Sejak awal kariernya, Donny Fattah telah menjadi inspirasi bagi banyak musisi rock generasi berikutnya. Permainan bassnya yang khas dan kontribusinya dalam penciptaan lagu menciptakan ciri khas yang sulit tergantikan.
Meski menghadapi tantangan kesehatan, ia tetap aktif dalam dunia musik. Bahkan, ia sering memberikan wawancara dan berbagi pengalaman hidupnya kepada publik. Keberaniannya dalam menghadapi penyakit dan tetap semangat bermain musik menjadi contoh nyata bagi para penggemarnya.

Selamat jalan, Om Donny Fattah. Karyamu akan selalu dikenang dan abadi dalam sejarah musik Indonesia.











