"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Dokter Richard Lee Ditahan, Bagaimana Nasib Produk Skincare Miliknya?

Penahanan dr. Richard Lee dan Dampaknya pada Bisnis Skincare

dr. Richard Lee, seorang dokter kecantikan yang dikenal sebagai pemilik bisnis skincare, resmi ditahan oleh Polda Metro Jaya terkait dugaan pelanggaran perlindungan konsumen. Penahanan ini dilakukan setelah ia dijadikan tersangka dalam kasus yang melibatkan produk kecantikannya. Kini, banyak pertanyaan muncul mengenai bagaimana dampak dari penahanan ini terhadap operasional bisnis dan reputasi brand-nya.

Peran Personal Branding dalam Bisnis Skincare

Bisnis skincare modern sering kali bergantung pada personal branding. Hal ini juga berlaku pada bisnis milik dr. Richard Lee, yang selama ini sangat identik dengan sosok dirinya sebagai dokter sekaligus influencer. Sosoknya menjadi bagian penting dari strategi pemasaran brand, termasuk edukasi produk, rekomendasi, dan promosi layanan klinik.

Namun, ketika figur utama bisnis menghadapi masalah hukum, risiko reputasi bagi brand bisa sangat besar. Konsumen biasanya terbagi menjadi dua kelompok: mereka yang kehilangan kepercayaan karena citra brand sangat melekat pada sosok pemilik, dan mereka yang tetap setia bahkan merasa simpati terhadap tokoh yang sedang menghadapi masalah hukum.

Operasional Bisnis Masih Berjalan?

Meski dr. Richard Lee menghadapi proses hukum, operasional bisnisnya kemungkinan masih berjalan. Beberapa aspek yang biasanya tetap berjalan antara lain:

  • Stok dan Penjualan Produk

    Produk skincare yang sudah diproduksi dan memiliki izin edar biasanya tetap beredar di marketplace maupun distributor resmi. Selama tidak ada keputusan regulator seperti BPOM yang melarang peredarannya, produk secara umum masih dapat dijual.

  • Layanan Klinik Kecantikan

    Pasien yang sudah melakukan reservasi perawatan biasanya tetap bisa dilayani oleh dokter lain atau tenaga medis di klinik tersebut. Dalam banyak klinik kecantikan, operasional memang dijalankan oleh tim dokter dan tenaga profesional, bukan hanya satu figur.

  • Komunikasi Publik dan Media Sosial

    Di tengah krisis reputasi, peran tim komunikasi perusahaan menjadi sangat penting. Admin media sosial dan tim public relations biasanya bertugas untuk:

  • Menjaga komunikasi dengan pelanggan
  • Memberikan klarifikasi jika muncul informasi yang tidak benar
  • Mengarahkan narasi publik agar tetap fokus pada kualitas produk

Strategi komunikasi ini sering kali menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas brand saat menghadapi krisis.

Alasan Penahanan Richard Lee



Polda Metro Jaya menjelaskan bahwa penahanan terhadap Richard Lee dilakukan karena dinilai tidak kooperatif selama proses penyidikan. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan tersangka sempat tidak menghadiri pemeriksaan tambahan.

“Tersangka tidak hadir pada pemeriksaan tambahan tanggal 3 Maret 2026 tanpa memberikan keterangan yang jelas. Justru pada hari tersebut tersangka diketahui melakukan live pada akun TikTok,” ujar Budi, Jumat (6/3/2026).

Selain itu, Richard Lee juga disebut tidak memenuhi kewajiban wajib lapor kepada penyidik. Ia tidak hadir pada jadwal wajib lapor pada Senin, 23 Februari 2026 serta Kamis, 5 Maret 2026.

Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan oleh Biddokes Polda Metro Jaya, Richard Lee akhirnya ditahan di Rutan Polda Metro Jaya sekitar pukul 21.50 WIB. Saat digiring menuju ruang tahanan, Richard Lee terlihat mengenakan kemeja putih dan celana hitam. Ia tampak diam tanpa memberikan komentar, sementara kedua tangannya diduga dalam kondisi diborgol.

Kasus Produk Skincare yang Menjerat

Kasus hukum yang menjerat Richard Lee bermula dari laporan konsumen terkait beberapa produk kecantikan. Salah satunya adalah produk White Tomato yang dibeli melalui marketplace dengan harga Rp 670.100 dan dipersoalkan karena diduga tidak sesuai dengan klaim pada kemasan.

Pada 23 Oktober 2024, konsumen yang sama kembali membeli produk DNA Salmon seharga Rp 1.032.700 yang setelah diterima diduga tidak dalam kondisi steril. Kasus serupa juga terjadi pada 2 November 2024 ketika konsumen membeli produk Miss V Stem Cell by Athena Group seharga Rp 922.000 yang disebut merupakan hasil repacking dari produk RE.Q ping.

Kasus ini kemudian dilaporkan oleh influencer kecantikan dr. Samira Farahnaz atau yang dikenal sebagai Dokter Detektif (Doktif) ke Polda Metro Jaya.

Dokter Detektif Bersyukur atas Penahanan Richard Lee

Menanggapi penahanan Richard Lee, Doktif mengaku bersyukur dan berencana menggelar acara syukuran. “Insya Allah besok Doktif akan syukuran bersama dengan teman-teman tuna netra dan panti asuhan. Sekali lagi, ini bukan kemenangan Doktif, tapi kemenangan masyarakat,” ujar Doktif.

Ia juga mengaku merasa lega setelah proses hukum panjang tersebut. “Hari ini rasanya seperti plong banget. Masyarakat Indonesia yang selama ini menjadi korban dari segala kebohongan dan tipu daya ucapan tersangka DRL akhirnya mendapatkan jawabannya,” kata Doktif.

Doktif juga memberikan apresiasi kepada penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. “Apresiasi terhadap Polda Metro Jaya yang Doktif yakin ini suatu gebrakan yang sangat luar biasa. Polda Metro Jaya sangat-sangat hebat, merah putih tegak lurus. Saya yakin mereka tidak mampu ‘disiram’ oleh pihak mana pun,” tuturnya.

Ia juga menilai penahanan tersebut berkaitan dengan sikap Richard Lee yang dinilai tidak kooperatif. “Kemarin dia meremehkan, diwajibkan wajib lapor Senin dan Kamis ternyata tidak dilakukan. Malah diketahui melakukan live pada akun TikTok. Itu mungkin salah satu alasannya dia ditahan saat ini,” tuturnya.

Ratna Purnama

Seorang reporter yang gemar meliput isu publik, transportasi, dan dinamika perkotaan. Ia memiliki kebiasaan membaca opini koran setiap pagi untuk memperluas perspektif. Hobi utamanya adalah jogging, fotografi, dan menikmati senja. Motto: "Kepekaan adalah modal utama seorang penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *