Audiensi YAP Plan Indonesia dan Forum Anak TTS dengan Pemkab TTS untuk Memperkuat Kabupaten Layak Anak (KLA)
Pada hari Kamis, 5 Maret 2026, Youth Advisory Panel (YAP) atau Dewan Penasihat Muda Yayasan Plan International Indonesia Indonesia Program Implementation Area (PIA) Soe bersama Forum Anak Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mengadakan audiensi resmi dengan Pemerintah Kabupaten TTS dan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten TTS. Tujuan dari audiensi ini adalah menyediakan ruang dialog formal antara anak muda dan pemerintah daerah untuk membahas isu-isu strategis terkait pemenuhan hak anak, perlindungan anak, serta penguatan partisipasi bermakna anak dan remaja dalam proses pembangunan daerah.
Kegiatan ini sejalan dengan prinsip-prinsip Kabupaten Layak Anak (KLA) yang menempatkan kepentingan terbaik bagi anak sebagai arus utama dalam setiap tahapan kebijakan, program, dan layanan publik. Pemerintah Kabupaten TTS dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan komitmen kuat melalui berbagai kebijakan, regulasi, dan program lintas sektor yang mendukung pemenuhan hak-hak anak.
Implementasi KLA dilakukan melalui peningkatan akses layanan dasar yang ramah anak, penguatan mekanisme perlindungan anak di tingkat kabupaten hingga desa, serta kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat sipil dan dunia usaha. Namun, sejumlah tantangan masih diidentifikasi, khususnya terkait penguatan partisipasi bermakna pemuda dalam proses perencanaan, pengambilan keputusan, dan pemantauan kebijakan KLA.
Audiensi ini menjadi salah satu langkah konkret untuk memastikan keterlibatan pemuda berlangsung sistematis, aman, inklusif, dan berkelanjutan. Dalam kesempatan tersebut, Plan Indonesia Area Soe menyampaikan perkembangan pelaksanaan program selama periode Juli hingga Desember 2025, khususnya implementasi Program AHA–EVAC di enam desa intervensi. Program ini berfokus pada pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap anak, penguatan sistem rujukan, peningkatan kapasitas masyarakat, serta pengembangan lingkungan aman bagi anak.
Perwakilan Plan Indonesia Area Soe, Mateus Tiumlafu selaku Deputi PIA Manager, menegaskan bahwa pelibatan anak dan kaum muda merupakan elemen fundamental dalam memastikan kebijakan dan program benar-benar responsif terhadap kebutuhan kelompok usia tersebut. “Plan Indonesia berkomitmen memastikan suara anak dan kaum muda menjadi bagian integral dari proses pembangunan. Pendekatan kepemimpinan anak dan kaum muda yang kami dorong bertujuan memperkuat kontribusi pemuda dalam advokasi, penyusunan kebijakan, hingga pemantauan layanan publik. Audiensi ini merupakan momentum penting dalam memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten TTS guna mempercepat terwujudnya Kabupaten Layak Anak,” ujar Mateus.
Isu Prioritas dan Rekomendasi Kaum Muda
Audiensi ini melibatkan berbagai Dewan Penasihat Muda/YAP Plan Indonesia sebanyak 13 orang, Forum Anak 4 orang dan juga OPD teknis, antara lain Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Bappeda, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Dukcapil, Dinas P2KB, Dinas PMD, Satpol PP, Dinas Kominfo, Dinas PUPR, Dinas PPO, serta dinas teknis lainnya seperti Dinas Pertanian dan Dinas Peternakan, serta staf Plan Indonesia dengan jumlah seluruh peserta sebanyak 58 orang.
Kaum muda melalui YAP dan Forum Anak Kabupaten menyampaikan sejumlah isu prioritas serta rekomendasi untuk dipertimbangkan dalam penguatan kebijakan KLA, antara lain optimalisasi ruang aman dan ramah anak di desa dan sekolah, penguatan mekanisme pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap anak, akses pendidikan yang inklusif bagi seluruh anak, peningkatan layanan kesehatan anak dan remaja, penguatan data administrasi kependudukan untuk anak, dukungan peningkatan kapasitas forum anak dan organisasi kepemudaan.
Dipimpin oleh Ketua Forum Anak TTS, Berry, perwakilan YAP dan anggota forum anak menyampaikan masalah dan rekomendasi yang dibalut dalam lima klaster kebutuhan anak. Rekomendasi tersebut diterima dan dicatat oleh perwakilan OPD sebagai bahan penguatan program dan dasar perencanaan kebijakan ke depan.
Tanggapan dari Pemkab TTS
Menanggapi audiensi ini, Wakil Bupati TTS, Johny Army Konay menyampaikan bahwa semua rekomendasi yang diberikan alangkah baik disertai data konkrit agar dapat langsung ditindaklanjuti oleh dinas terkait. “Ini forum yang baik, sehingga anak-anak yang tergabung dalam forum anak dan YAP ini bisa dilibatkan dalam forum-forum penyusunan program dan kebijakan, agar kreativitas dan inovasi yang ditawarkan dapat sesuai dengan kondisi yang diperlukan,” tegas Army.
Sejalan dengan hal tersebut, Sekretaris daerah Kabupaten TTS, Drs. Seperius Edison Sipa, menyampaikan bahwa dengan adanya audiensi ini menandakan daerah telah berhasil membentuk generasi yang peduli dengan pembangunan daerah. “Bagi pemerintah daerah ini sebuah keberhasilan. Karena paling tidak anak-anak yang hadir sudah memiliki komitmen untuk bisa melakukan edukasi teman sebaya terkait dengan lima klaster yang di jelaskan. Tentu masalah dan rekomendasi yang disampaikan menjadi rekomendasi yang berharga bagi Pemda, ada yang sudah dilaksanakan, ada yang sedang dilaksanakan dan akan dilaksanakan,” tegasnya.
Kegiatan audiensi ini diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan-kesepakatan penting terkait KLA, seperti terlaksananya forum dialog resmi antara pemuda dan pemerintah daerah, tersusunnya dokumen aspirasi dan rekomendasi kaum muda terkait implementasi KLA, munculnya komitmen awal OPD untuk menindaklanjuti rekomendasi kaum muda melalui program lintas sektor.
Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”











