Profil dan Jejak Karier Militer Letjen Kunto Arief Wibowo
Letjen Kunto Arief Wibowo kini menjadi sorotan setelah ayahnya, Wakil Presiden RI ke-6, Try Sutrisno meninggal dunia. Sebagai putra dari seorang tokoh penting dalam sejarah militer Indonesia, Kunto mengikuti jejak sang ayah dengan berkecimpung di dunia militer. Berikut adalah profil lengkap serta jejak karier militer Letjen Kunto Arief Wibowo.
Latar Belakang Keluarga
Try Sutrisno wafat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta pada Senin (2/3/2026). Ia meninggal di usia 91 tahun, memiliki tujuh anak yang masing-masing memiliki peran dan kontribusi di berbagai bidang. Dari ketujuh anak tersebut, dua di antaranya mengikuti jejak ayahnya menjadi jenderal. Salah satunya adalah Letjen Kunto Arief Wibowo, sementara yang lainnya adalah Firman Santyabudi.
Kunto menikahi Tuti Sutiawati, seorang guru kelahiran Bandung, pada 5 Februari 1961. Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai tujuh orang anak, termasuk Nora Tristyana, Taufik Dwi Cahyono, Firman Santyabudi, Nori Chandrawati, Isfan Fajar Satrio, Kunto Arief Wibowo, dan Natalia Indrasari.
Salah satu menantunya adalah Ryamizard Ryacudu, yang menikahi Nora Tristyana. Kunto juga dikenal sebagai salah satu tokoh militer yang memiliki latar belakang kuat dan pengalaman luas dalam berbagai jabatan strategis.
Jabatan dan Karier Militer
Letjen Kunto Arief Wibowo saat ini menjabat sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkokagbwilhan) I sejak 7 Januari 2025. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Wakil Komandan Kodiklat TNI-AD dari 17 Juli 2023 hingga 24 Juli 2024. Ia juga pernah menjabat sebagai Pangdam III/Siliwangi dari 31 Januari 2022 hingga 21 Agustus 2023.
Selain itu, Kunto pernah menjabat sebagai Panglima Divisi Infanteri 3/Kostrad dari 7 Juli 2021 hingga 23 Juni 2021, serta sebagai Kepala Staf Komando Daerah Militer III/Siliwangi dari 9 April 2020 hingga 7 Juli 2021.
Pendidikan dan Pelatihan
Kunto telah menyelesaikan pendidikan di Akademi Militer (Akmil) pada 1992, dengan kecabangan Infanteri. Selama masa karier militer, ia juga mengikuti berbagai pelatihan dan pendidikan seperti Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Pendidikan Regulet XLV, 2007) serta Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas, 2018).
Penghargaan dan Keahlian
Dalam perjalanan karier militer, Letjen Kunto Arief Wibowo telah mendapatkan beberapa penghargaan, antara lain:
- Bintang Yudha Dharma Pratama
- Bintang Kartika Eka Paksi Pratama
- Freefall Parachutist Badge dari Angkatan Darat Manusia
- Air Assault Badge dari Angkatan Darat Amerika Serikat
Mutasi dan Klarifikasi TNI
Pada April 2025, Letjen Kunto sempat dimutasi menjadi Staf Khusus KSAD. Namun, mutasi ini akhirnya dibatalkan. Klarifikasi dari Kepala Pusat Penerangan TNI, Brigjen Kristomei Sianturi, menyatakan bahwa mutasi tidak terkait dengan tekanan atau pengaruh dari pihak eksternal, termasuk keterlibatan ayah Letjen Kunto dalam Forum Purnawirawan TNI-Polri.
Kristomei menjelaskan bahwa keputusan mutasi tersebut diambil melalui mekanisme resmi dalam sidang Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti), tanpa ada campur tangan dari pihak luar.
Perjalanan Hidup dan Kesehatan Ayahnya
Try Sutrisno wafat setelah mengalami penurunan kesehatan sejak 16 Februari 2026. Menurut anaknya, Taufik Dwi Cahyono, ayahnya tidak mengalami penyakit serius, hanya mengalami penurunan kemampuan pernapasan dan selera makan. RSPAD Gatot Soebroto memberikan penanganan terbaik selama masa perawatan.

Istana Berduka
Istana Kepresidenan melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan dukacita atas kabar meninggalnya Try Sutrisno. Ia memastikan bahwa pihak RSPAD Gatot Soebroto memberikan atensi terbaik untuk almarhum.
Try Sutrisno wafat pada pukul 06.58 WIB di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Kabar ini dikonfirmasi oleh mantan Kepala RSPAD Letjen TNI (Purn) Albertus Budi Sulistya.











