Tingginya Antusiasme Masyarakat Lampung dalam Menukar Uang Pecahan Baru
Animo masyarakat Lampung untuk menukar uang pecahan baru menjelang Lebaran 2026 terbilang sangat tinggi. Namun, beberapa konsumen mengalami kendala saat mencoba mengakses aplikasi PINTAR Bank Indonesia (BI). Hal ini menyebabkan kekecewaan bagi sebagian orang yang berusaha memperoleh kuota penukaran uang.
Kendala Teknis Aplikasi PINTAR BI
Beberapa pengguna mengaku kesulitan mengakses aplikasi PINTAR BI. Seperti yang dialami oleh Halim (28), ia mencoba masuk ke aplikasi sejak pagi hari namun tidak berhasil. Ia mengatakan bahwa proses loading terlalu lama dan sering terjadi error.
“Saya sudah coba akses PINTAR BI selama empat jam, dari pagi sampai siang, tapi tidak berhasil masuk ke halaman pendaftaran. Loading-nya lama, error,” ujarnya.
Di sisi lain, Silvia (26) berhasil mengakses aplikasi setelah mengikuti petunjuk yang diberikan melalui media sosial BI. Ia mengakses aplikasi pada pukul 08.30 WIB dan berhasil mendapatkan kuotanya.
“Saya akses pakai Hp. Sebelumnya saya ikuti petunjuk di sosial media BI untuk membersihkan cache ponsel. Saya akses pukul 08.30 WIB pas dibuka, dan alhamdulillah tidak ada kendala berarti. Memang sempet loadingnya agak lama, tapi akhirnya sih bisa dapat kuotanya, jadi tetep seneng sih,” katanya dengan lega.
Fenomena “Perang” Kuota
Peristiwa yang dialami dua konsumen tersebut sering disebut sebagai fenomena “perang” kuota. Hal ini terjadi tak lama setelah Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Lampung membuka akses pendaftaran daring untuk kebutuhan penukaran uang pecahan baru pada 27 Februari 2026 kemarin.
Kepala BI Lampung, Bimo Epyanto, menjelaskan bahwa kondisi ini disebabkan oleh jumlah permintaan akses secara bersamaan yang sangat tinggi. Akibatnya, kapasitas server aplikasi PINTAR sempat kewalahan.
Meski begitu, BI Lampung menjamin distribusi uang kartal untuk kebutuhan Ramadan dan Lebaran 2026 dilakukan secara merata. Menurut Bimo, situasi ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk memenuhi kebutuhan uang tunai layak edar menjelang hari raya Idulfitri 1447 H.
Persiapan Uang Tunai yang Cukup
Menyikapi kendala teknis tersebut, Bimo mengimbau masyarakat untuk bersabar dan terus memantau pembaruan kuota di aplikasi. Sebelum mendaftar melalui aplikasi PINTAR, BI Lampung menyarankan agar calon penukar membersihkan ruang penyimpanan ponsel sebelum mengakses situs guna menghindari kendala teknis pada sistem daring.
Meskipun terjadi kendala di awal, BI Lampung memastikan bahwa stok uang tunai yang disediakan sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Ramadan dan Lebaran tahun ini.
“Untuk tahun ini, nilai uang tunai yang dipersiapkan khususnya selama Ramadhan dan Lebaran 2026 yaitu sebesar Rp 4,5 Triliun,” ujar Bimo Epyanto.
Jumlah uang kartal yang disiapkan tahun ini mengalami peningkatan hingga 20 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini dilakukan sebagai upaya BI untuk memastikan distribusi uang layak edar merata hingga ke tangan masyarakat.
“Itu meningkat sekitar 20 dari tahun lalu. Nominal tersebut mencakup uang yang kami distribusikan ke perbankan, hingga pengisian di mesin-mesin ATM,” jelas Bimo.
Aturan Ketat dalam Program SERAMBI 2026
Dalam program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 ini, BI Lampung menetapkan aturan ketat terkait jumlah penukaran. Tujuannya adalah agar distribusi uang baru bisa dirasakan oleh lebih banyak orang.
“Adapun batas maksimal penukaran uang pecahan baru dalam program SERAMBI 2026 sebesar Rp 5.300.000 per paket untuk satu orang penukar,” tegasnya.
Untuk menjaga ketertiban di lokasi penukaran fisik, BI menerapkan sistem pembagian waktu untuk mencegah penumpukan massa yang dapat berisiko pada keamanan.
“Kami bagi tiga window dari jam 09.00 sampai jam 10.00, 10.00-11.00, 11.00-12.00 WIB. Kalau numpuk semua di jam yang sama, tidak kebayang antriannya,” kata Bimo.
Masyarakat yang berhasil mendapatkan slot melalui aplikasi diwajibkan mematuhi prosedur yang ditetapkan saat pengambilan uang.
“Syarat mutlak yang tidak boleh dilupakan adalah membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli saat mendatangi lokasi penukaran. Penukaran tidak dapat diwakilkan kepada orang lain dengan alasan apa pun,” ujar Bimo dengan tegas.
Imbauan untuk Merawat Uang
Terakhir, Bimo mengimbau masyarakat untuk merawat uang dengan baik dengan menerapkan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) dan prinsip 5J: Jangan dicoret, jangan dilipat, jangan dibasahi, jangan distaples, dan jangan diremas.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











