"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Daerah  

Nama-nama korban dan kerugian akibat banjir di Manong, Manggarai

Laporan Bencana Banjir di Desa Manong, Manggarai

Pemerintah Desa Manong telah melakukan pendataan terhadap 28 Kepala Keluarga (KK) yang menjadi korban banjir di Desa Manong, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Banjir tersebut terjadi pada Sabtu, 11 April 2026, akibat meluapnya saluran drainase utama di Kampung Garang, Desa Manong, Kecamatan Rahong Utara.

Data nama-nama korban beserta kerugian yang dialami telah dilampirkan dalam surat laporan bencana dari Kepala Desa Manong Vinsensius Jebarus kepada Bupati Manggarai dan tembusan BPBD Kabupaten Manggarai. Berikut adalah daftar nama-nama korban beserta total kerugian:

  • Teodorus Dodo: Rp 5 juta
  • Anastasia Jenusun: Rp 3 juta
  • Kongradus Ongko: Rp 2,5 juta
  • Belasius Lawur: Rp 15 juta
  • Sipri Hambut: Rp 5 juta
  • Lusia Jial: Rp 2 juta
  • Stefanus Sumardi Waru: Rp 2 juta
  • Yosep Urung: Rp 5 juta
  • Romana Memos: Rp 3 juta
  • Dameanus Tarus: Rp 3 juta
  • Mikael Jarut: Rp 2 juta
  • Fransiskus Joman: Rp 3,5 juta
  • Nobertus Tudung: Rp 3,5 juta
  • Remigius Kasman: Rp 1,5 juta
  • Tarsisius Tambah: Rp 2,5 juta
  • Emilianus Basri: Rp 1,5 juta
  • Fransiskus Janggur: Rp 1,5 juta
  • Rofinus: Rp 2 juta
  • Wihelmus Aput: Rp 1 juta
  • Kornelis Sambut: Rp 2 juta
  • Martinus Nat: Rp 1 juta
  • Kornelis Nadas: Rp 1 juta
  • Agustinus Men: Rp 2 juta
  • Belasius Handu: Rp 2 juta
  • Hironimus Harsin: Rp 2 juta
  • Bernadus Tandu: Rp 2 juta
  • Damianus Jeratu: Rp 2 juta
  • Yohanes Jerubu: Rp 2 juta

Banjir di Desa Manong disebabkan oleh intensitas curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir. Hujan deras mulai terjadi sejak Senin, 6 April 2026, hingga Sabtu, 11 April 2026. Saluran drainase yang kecil dan tersumbat oleh tumpukan material seperti batu, kayu, daun, dan tanah menyebabkan aliran air meluap ke pemukiman warga.

Dampak Banjir yang Melanda

Banjir menghancurkan sebanyak 28 rumah warga di empat dusun, yaitu Dusun Garang, Lada, Laru, dan Kelumpag. Kerusakan mencakup perabotan rumah tangga, alat elektronik, serta bagian bawah bangunan. Selain itu, sekitar 5 karung beras juga terendam dan terhanyut oleh air banjir.

Selain rumah-rumah warga, fasilitas publik seperti PAUD KB 1 juga terendam banjir. Seluruh material masuk ke dalam bangunan tersebut. Akses jalan utama desa lumpuh total karena air menggenangi badan jalan dan material batu serta tanah menumpuk di area jalan.

Warga Mengungsi Akibat Banjir

Berdasarkan keterangan Sekretaris Desa Manong, Robertus Jampar, banjir menyebabkan sejumlah warga harus mengungsi ke rumah tetangga sementara menunggu pembersihan material yang menumpuk di dalam rumah mereka. Pemerintah Desa Manong mencatat bahwa kerugian material akibat bencana ini mencapai ratusan juta rupiah.

Robertus menjelaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Saat banjir terjadi, banyak warga sedang berada di kebun. Namun, banyak perabot rumah tangga, beras, dan bahan makanan lainnya terhanyut oleh air banjir.

Langkah Penanganan Bencana

Dampak banjir juga menyebabkan aktivitas jalan utama di desa lumpuh. Beberapa bangunan publik seperti jembatan kayu dan halaman kampung tertumpuk material. Pemerintah Desa Manong telah memberikan laporan bencana kepada Bupati Manggarai dengan tembusan ke Kepala BPBD Kabupaten Manggarai.

Para korban berharap agar dapat segera mendapatkan respons dari Pemkab Manggarai untuk memberikan bantuan penanganan kepada para korban banjir.

Zaiful Aryanto

Penulis yang dikenal dengan gaya bahasa lugas dan informatif. Ia aktif meliput berita cepat, tren daring, hingga liputan human interest. Hobi utamanya adalah bersepeda, menonton video edukatif, dan mencoba tempat kuliner baru. Motto: "Tulisan yang baik selalu lahir dari kejujuran."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *