Manchester United Tidak Prioritaskan Maghnes Akliouche
Manchester United tidak akan memprioritaskan perekrutan pemain internasional Prancis berusia 24 tahun, Maghnes Akliouche, dari klub Ligue 1 AS Monaco pada jendela transfer musim panas. Meskipun pemain sayap AS Monaco ini menjadi incaran beberapa klub besar Inggris, termasuk Manchester United, ia bukan lagi target utama klub tersebut.
Menurut laporan Football Insider, Maghnes Akliouche memiliki gaya main yang mirip dengan Bernardo Silva dari Manchester City. Namun, Setan Merah lebih tertarik memperkuat lini serang mereka dengan mendatangkan penyerang sayap kiri menjelang musim 2026/27. Oleh karena itu, Akliouche menjadi opsi cadangan bagi klub Premier League tersebut.
Meskipun klub-klub besar Inggris masih tertarik pada pemain Prancis itu, mereka “akan memprioritaskan pemain sayap kiri sebelum pemain yang bermain di sayap kanan”. Jadi, Akliouche bukan lagi target prioritas Manchester United, meskipun mereka telah memasukkannya ke dalam daftar pemain incaran mereka.
Maghnes Akliouche dan Popularitasnya yang Terus Meningkat
Maghnes Akliouche telah membuktikan dirinya sebagai salah satu prospek muda terbaik di Ligue 1 sejak menembus skuad tim utama AS Monaco. Lahir di Tremblay-en-France, pemain berusia 24 tahun ini menghabiskan masa kecilnya di Prancis dan lulus dari divisi junior AS Monaco.
Pemain muda ini tidak pernah menoleh ke belakang sejak menikmati terobosannya di musim 2023/24. Akliouche tampil solid musim ini, mencetak tujuh gol dan memberikan delapan assist dalam 38 penampilan di semua kompetisi hingga saat ini. Penampilan gemilang playmaker Prancis ini untuk AS Monaco telah membantunya menembus tim nasional dan menarik perhatian klub-klub papan atas Premier League.
Apakah Akliouche Akan Pindah ke Premier League?
Maghnes Akliouche sudah lama masuk dalam radar Manchester United. Ketertarikan yang berkelanjutan, meskipun sebagai target cadangan, masuk akal, karena Setan Merah sedang mempertimbangkan untuk terus merombak lini serang mereka agar sekali lagi menjadi tim yang meraih banyak kemenangan untuk pertama kalinya sejak pensiunnya Sir Alex Ferguson.
Namun, keputusan Manchester United untuk tidak mempertimbangkan pemain Prancis berusia 24 tahun itu sebagai target prioritas dapat dimengerti. Bryan Mbeumo dan Amad Diallo telah tampil mengesankan di sayap kanan, dan raksasa Premier League itu membutuhkan pemain yang dapat memperkuat opsi Michael Carrick di sayap kiri.
Jadi, Manchester United akan memprioritaskan perekrutan Morgan Rogers, dengan laporan terbaru menunjukkan bahwa playmaker Aston Villa itu mendapat dukungan dari Michael Carrick. Namun, itu tidak berarti Akliouche tidak akan menjadi pilihan cadangan bagi United, dan ia dapat naik peringkat seiring perkembangan rencana transfer klub.
Analisis Statistik Komparatif
Berikut adalah performa head-to-head kedua talenta ini di kompetisi domestik masing-masing musim 2025/2026:
Maghnes Akliouche (AS Monaco)
– Menit Bermain: 2.992 Menit (Andalan utama di Ligue 1 dan Champions League).
– Gol/Assist: 7 Gol & 8 Assist (Total 15 kontribusi gol).
– Akurasi Umpan: 84,0 persen (Menunjukkan ketenangan luar biasa dalam mengatur ritme serangan).
– Keberhasilan Duel/Tackle: 88 Duel dimenangkan (43,6 % ) dengan 35 tekel sukses.
– Estimasi Nilai Pasar: €50 Juta (Sekitar Rp1,001 Triliun).
Amad Diallo (Manchester United)
– Menit Bermain: 1.926 Menit (Sering dirotasi dalam skema Carrick).
– Gol/Assist: 2 Gol & 2 Assist (Masih kesulitan dalam penyelesaian akhir akhir musim ini).
– Akurasi Umpan: 89,0 % (Sangat presisi dalam penguasaan bola jarak pendek).
– Keberhasilan Duel/Tackle: 111 Duel dimenangkan (51,9 % ) dengan 33 tekel sukses.
– Estimasi Nilai Pasar: €49,7 Juta (Sekitar Rp995 Miliar).
Akliouche unggul jauh dalam hal output produktivitas (G/A) dibandingkan Amad. Meskipun Amad lebih unggul dalam efisiensi umpan dan ketangguhan duel fisik, Akliouche menawarkan insting “pembunuh” di sepertiga akhir lapangan yang saat ini sangat dibutuhkan Setan Merah.
Komparasi Elite: “The Next Bernardo Silva”
Akliouche bukan tipe pemain sayap yang hanya mengandalkan kecepatan murni. Ia adalah playmaker dari sisi sayap. Seperti Bernardo, ia memiliki kontrol bola yang sangat lengket, kemampuan visi untuk melepaskan umpan terobosan tak terduga, dan sangat fleksibel untuk digeser menjadi gelandang serang nomor 10.
Kemampuan bertahannya yang mencapai 63 kontribusi defensif musim ini membuktikan ia adalah pemain yang bekerja keras untuk tim, bukan sekadar penyerang “malas”.
Fakta Mengejutkan & Kesimpulan Berita
Satu fakta paling mengejutkan dari data di atas adalah: Meski berstatus ‘target cadangan’, Maghnes Akliouche memiliki catatan kontribusi gol (15 G/A) yang hampir empat kali lipat lebih produktif dibandingkan Amad Diallo musim ini.
“Rencana Manchester United membidik Maghnes Akliouche dengan nilai tebusan mencapai Rp1 Triliun bukan sekadar mencari pelapis, melainkan upaya peningkatan instan (upgrade) kualitas serangan sayap kanan yang selama ini kurang produktif di bawah kaki Amad Diallo.”











