"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Daerah  

Perayaan HUT Ke-24, Bupati Ajak Masyarakat Sukseskan MTQ Aceh 2027 di Abdya

Kepemimpinan Bupati Safaruddin dalam Pembangunan Kabupaten Abdya

Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin, menegaskan bahwa pembangunan daerah ini berlandaskan delapan misi Peumakmue Nanggroe. Delapan misi tersebut menjadi pedoman utama agar pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling menguatkan dan terarah.

Delapan misi tersebut adalah Malem, Carong, Meusyuhu, Makmue, Adee, Jroh, Seujahtera, dan Meusaneut. Masing-masing misi memiliki peran penting dalam membangun kabupaten yang lebih baik, mulai dari peningkatan nilai keislaman hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Pada upacara perayaan HUT Ke-24 Kabupaten Abdya di Lapangan Persada, Gampong Keude Siblah, Kecamatan Blangpidie, Jumat (10/4/2026), Safaruddin menyampaikan visinya untuk membuat Abdya menjadi daerah yang kuat secara nilai keislaman, pendidikan, infrastruktur, dan ekonomi rakyat.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kesejahteraan perempuan dan pemuda serta birokrasi yang bersih dan melayani. Dalam menjalankan visi tersebut, Safaruddin mengatakan bahwa pemerintah harus tetap menjaga disiplin dan akuntabilitas dalam setiap langkah pembangunan.

MTQ Aceh 2027 sebagai Momentum Kebangkitan

Salah satu tantangan besar yang dihadapi Abdya adalah menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Aceh tahun 2027. Penghargaan ini dinilai sebagai kehormatan sekaligus ujian kesiapan daerah dalam berbagai aspek, seperti infrastruktur, pelayanan, kebersihan, ketertiban, keramahan masyarakat, dan kesungguhan dalam memuliakan Al-Qur’an.

Safaruddin menyatakan bahwa MTQ bukan hanya sekadar acara, tetapi menjadi momen penting untuk menunjukkan kemajuan Abdya. Ia mengajak seluruh masyarakat melihat MTQ sebagai momentum kebangkitan bersama, di mana tamu-tamu dari seluruh Aceh akan melihat daerah yang tertata, aparatur yang sigap, gampong-gampong yang hidup, UMKM yang berkembang, serta nuansa keislaman yang terasa nyata.

Dalam menyambut MTQ 2027, Safaruddin menekankan pentingnya persiapan yang matang. Ia ingin saat para tamu datang, mereka tidak hanya melihat panggung dan perlombaan, tetapi juga melihat kesiapan daerah secara keseluruhan.

Percepatan Pembangunan dengan Pendekatan Terarah

Setahun pertama kepemimpinan Safaruddin telah membuktikan bahwa perubahan yang bertahan lama selalu dimulai dari pembenahan hal-hal dasar. Di tahun kedua dan seterusnya, ia menegaskan bahwa fase akselerasi harus dimulai.

Percepatan pembangunan dilakukan melalui beberapa bidang, antara lain:

  • Peningkatan layanan publik
  • Penguatan penghidupan masyarakat
  • Memperluas akses pasar
  • Percepatan digitalisasi
  • Peningkatan mutu pendidikan dan kesehatan
  • Memastikan program-program pembangunan tepat sasaran

Safaruddin menekankan bahwa percepatan tidak berarti tergesa-gesa, tetapi harus tetap berdiri di atas disiplin, tata kelola yang baik, dan akuntabilitas yang tepat.

Visi Masa Depan untuk Kabupaten Abdya

Dengan delapan misi Peumakmue Nanggroe sebagai panduan, Safaruddin berkomitmen untuk membangun Abdya yang lebih maju dan sejahtera. Ia percaya bahwa dengan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, daerah ini dapat mencapai tujuan yang diharapkan.

Visi ini juga mencakup peningkatan kualitas hidup masyarakat, baik dari segi ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan. Selain itu, pemerintah juga berupaya memperkuat nilai-nilai keislaman dan budaya lokal sebagai fondasi pembangunan.

Dengan komitmen dan visi yang jelas, Safaruddin optimis bahwa Abdya akan menjadi contoh daerah yang mampu menghadapi tantangan masa depan dengan baik.

Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *