"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Bintang Timnas Indonesia Yakob Sayuri Kembali Jadi Korban Rasisme di Kanjuruhan

Kembali Terkena Rasisme, Yakob Sayuri Minta Perubahan di Sepak Bola Indonesia

Yakob Sayuri, bintang Timnas Indonesia dan Malut United, kembali menjadi korban rasisme dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (3/4/2026). Kejadian ini terjadi saat laga antara Arema FC melawan Malut United dalam lanjutan Super League pekan ke-26 yang berakhir dengan skor 1-1.

Di tengah perjuangan untuk membawa timnya meraih kemenangan, Yakob justru menerima perlakuan tidak menyenangkan dari oknum suporter yang hadir langsung di stadion. Ia mengaku mendengar teriakan rasisme yang ditujukan kepadanya selama pertandingan. Hal ini membuatnya merasa sedih dan kecewa, meskipun ia tetap menjaga sikap tegak dan percaya diri.

“Hitam kulit, keriting rambut, sa tetap bangga jadi orang timur,” ujar Yakob dalam unggahannya di Instagram, Sabtu (4/4/2026). Ia menegaskan bahwa identitas sebagai putra timur Indonesia adalah sesuatu yang membanggakan baginya. Namun, pengalaman pahit ini membuatnya semakin yakin bahwa perlu adanya perubahan nyata di dunia sepak bola Indonesia.

Permintaan untuk Menghentikan Rasisme di Lapangan

Yakob meminta otoritas serta suporter untuk segera menghentikan segala bentuk rasisme di stadion. Menurutnya, hal ini sangat penting agar atmosfer sepak bola Indonesia bisa lebih bermartabat dan ramah bagi semua pemain maupun penonton.

Ia menekankan bahwa ujaran kebencian dan rasisme tidak boleh dipandang remeh, karena hal tersebut dapat merusak citra olahraga yang seharusnya memberikan kesempatan kepada siapa pun tanpa memandang ras, suku, atau latar belakang lainnya.

“Semoga tidak ada lagi ke depannya serangan rasisme di sepak bola Indonesia, sekali lagi di sepak bola Indonesia,” harap Yakob. Ia berharap kejadian seperti ini tidak akan terulang kembali, karena rasisme di lapangan hijau sangat mengganggu dan tidak menghormati siapa pun.

Pengalaman Sebelumnya yang Mirip

Ini bukanlah kali pertama Yakob Sayuri menjadi korban rasisme. Beberapa waktu lalu, saudara kembar Yance Sayuri juga pernah menjadi sasaran komentar-komentar rasisme dari netizen setelah laga Malut United vs Persib Bandung di Kie Raha.

Namun, kali ini pengalaman yang dialami Yakob lebih menyedihkan karena rasisme terjadi secara langsung di stadion, bukan hanya lewat media sosial. “Ini bukan lewat media sosial, tapi langsung di stadion,” tutur Yakob dalam pernyataannya.

Harapan untuk Masa Depan Sepak Bola Indonesia

Dalam unggahannya, Yakob juga menandai APPI dan PSSI, karena ia berharap organisasi-organisasi tersebut bisa segera mengambil tindakan nyata untuk mencegah terjadinya rasisme di lapangan.

Ia berharap agar sepak bola Indonesia bisa menjadi contoh positif bagi masyarakat, di mana semua orang bisa bersatu dan saling menghargai tanpa adanya diskriminasi. Dengan dukungan dari pihak-pihak terkait, ia percaya bahwa masa depan sepak bola Indonesia bisa lebih baik dan lebih adil bagi semua pemain.


Hendra Susanto

Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *