Premier League dianggap akan mengalami penurunan kualitas yang signifikan jika kehilangan dua legenda besar, yaitu Mohamed Salah dan Pep Guardiola. Kedua tokoh ini memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan kompetisi sepak bola paling bergengsi di Inggris.
Mohamed Salah telah mengumumkan perpisahannya dengan Liverpool musim ini setelah menjalani sembilan tahun berkarier bersama klub. Sejak direkrut dari AS Roma pada 2017, pemain asal Mesir ini tidak hanya menjadi ikon publik Anfield, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah Premier League.
Selama masa baktinya di Liverpool, Mo Salah mencatatkan berbagai rekor luar biasa. Diantaranya adalah rekor sebagai pemain asing dengan jumlah gol terbanyak di Premier League (191), pemain non-Britania tersubur dalam sejarah klub (255), atau pemain Liverpool dengan gol terbanyak dalam satu musim sejak era EPL (44).

Selama sembilan musim di Anfield, Mo Salah berhasil meraih delapan gelar penting. Ia membawa Liverpool meraih Liga Inggris dua kali, Piala FA, Piala Liga Inggris, Community Shield, hingga trofi lintas negara seperti Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Klub.
Setelah Mo Salah dipastikan akan meninggalkan Liverpool, Premier League juga terancam kehilangan satu lagi legenda, tapi dalam peran yang berbeda: Pep Guardiola. Pelatih asal Spanyol ini gencar dikabarkan akan mengakhiri pengabdiannya bersama Manchester City pada akhir musim 2025-2026.
Pep Guardiola sudah dianggap sebagai legenda karena prestasi gemilangnya selama memimpin The Citizens. Kontraknya di Etihad masih berlaku hingga Juni 2027, namun kabar menyebut bahwa ia siap untuk meninggalkan klub lebih awal setelah memimpin Manchester City selama satu dekade.
Kehilangan dua ikon tersebut diyakini akan memberi dampak besar terhadap pamor Premier League secara global. Komentar ini diungkapkan oleh Mohamed Aboutrika, legenda timnas Mesir dan rekan satu tim Mo Salah.
“Premier League akan menjadi seperti Liga Thailand setelah kepergian Salah dan Guardiola,” ujarnya, menurut laporan Bein Sports.
Aboutrika menambahkan bahwa ketika seorang pelatih sekelas Guardiola menyebut Salah sebagai pemain hebat, legenda Liga Premier, dan teladan ketekunan serta profesionalisme, maka Salah tidak memerlukan pengakuan tambahan dari Arne Slot atau siapa pun.
Meski belum mengonfirmasi kepergiannya, Pep Guardiola masih menyimpan keraguan tentang masa depannya. Ia tidak memberikan jaminan bakal bertahan di City, sehingga situasi antara dirinya dan klub terjebak dalam ketidakpastian.
Pep sering menghindari pertanyaan mengenai keputusan apakah akan tetap bertahan atau pergi dari klub. “Saya pernah membicarakan hal itu (masa depannya) di masa lalu, betul,” ujarnya menjelang pertandingan melawan Liverpool di Piala FA akhir pekan lalu, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
Seperti Mo Salah, Pep juga mencatatkan berbagai rekor sebagai pelatih. Selama sepuluh tahun memimpin Manchester City, ia mampu meraih enam gelar juara EPL. Musim ini, ia masih memiliki peluang untuk menambah gelar.
Yang paling monumental adalah kesuksesannya mempersembahkan treble winners dan gelar Liga Champions pertama dalam sejarah Man City pada musim 2022-2023.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











