Pelita Medan Soccer Pastikan Tiket ke Babak Enam Besar Liga 4 Sumatera Utara
Pelita Medan Soccer berhasil memastikan satu tiket terakhir ke babak enam besar Liga 4 Sumatera Utara Piala Gubernur Sumut setelah mengalahkan Satria Muda FC dengan skor 3-2 dalam pertandingan pamungkas Grup C di Lapangan Yonzipur, Minggu (5/4/2026). Kemenangan ini menjadi langkah penting bagi tim yang berbasis di Medan untuk melanjutkan perjalanan mereka dalam kompetisi.
Pertandingan Berlangsung Sengit
Pertandingan dimulai dengan tensi tinggi. Satria Muda FC langsung memberikan kejutan pada menit ke-6 lewat gol Wahyu Aldiansyah yang memanfaatkan kemelut di depan gawang Pelita Medan Soccer. Gol cepat ini membuat peluang tim tamu terbuka, namun Pelita tidak mudah menyerah.
Setelah tertinggal satu gol, Pelita Medan Soccer meningkatkan intensitas serangan. Mereka sempat mencetak gol pada menit ke-30, tetapi wasit membatalkan gol tersebut karena dinilai terjadi pelanggaran terhadap penjaga gawang. Meski demikian, semangat tim tidak pernah pudar.
Kesempatan Emas dan Gol Penyama
Pada menit ke-36, Pelita akhirnya mampu menyamakan kedudukan melalui gol Bayu Sugara. Tendangan datarnya tak mampu diantisipasi kiper lawan, sehingga skor berubah menjadi 1-1 hingga turun minum.
Di babak kedua, Pelita tampil lebih agresif. Baru satu menit setelah kick-off, Bayu Sugara kembali mencatatkan namanya di papan skor dengan gol yang membawa timnya unggul 2-1. Performa luar biasa pemain bernomor punggung 10 ini berlanjut di menit ke-67, saat ia mencetak gol ketiganya sekaligus mengukir hattrick, menjadikan skor 3-1 untuk Pelita.
Satria Muda FC tidak menyerah begitu saja. Mereka berhasil memperkecil ketertinggalan melalui gol penalti Ermanto, sehingga skor berubah menjadi 3-2. Namun, hingga peluit panjang dibunyikan, Pelita mampu menjaga keunggulan dan meraih kemenangan penting.
Klasemen dan Persaingan Berat
Hasil ini membuat Pelita Medan Soccer mengoleksi tujuh poin, sama dengan Satria Muda FC. Namun, Pelita unggul dalam head-to-head, sehingga berhak melaju ke babak enam besar mendampingi Paya Bakung United yang keluar sebagai juara grup dengan delapan poin usai bermain imbang 2-2 melawan Muspika.
Founder Pelita Medan Soccer, Benny Tomasoa, mengaku bersyukur atas keberhasilan timnya. “Pastinya bersyukur target tercapai. Tim ini murni pembinaan, semua pemain muda tanpa pemain senior. Mayoritas kelahiran 2008, dan ini menjadi modal penting ke depan,” ujarnya.
Benny juga memberikan catatan terhadap kinerja perangkat pertandingan agar terus meningkatkan kualitas demi kemajuan kompetisi. “Saya selalu ingatkan pemain untuk tetap fokus dan menghormati wasit. Tapi tentu kita berharap perangkat pertandingan juga bisa semakin baik,” tambahnya.
Strategi dan Persiapan untuk Babak Enam Besar
Pelatih Pelita Medan Soccer, Yunus Saragih, menyebut kunci kemenangan timnya terletak pada semangat juang para pemain yang tidak menyerah meski sempat tertinggal lebih dulu. “Performa anak-anak sangat baik, stamina juga terjaga. Saya minta mereka terus fight dan tidak menyerah, dan itu terbukti dengan tiga gol yang tercipta,” jelasnya.
Yunus juga menyadari persaingan di babak enam besar akan semakin ketat. Ia menyebut Binjai City sebagai salah satu tim terkuat, namun tetap optimistis timnya siap bersaing. “Persaingan di enam besar pasti lebih berat. Binjai City salah satu yang paling kuat. Tapi nanti akan diundi lagi, kita lihat siapa lawannya. Yang pasti kami siap,” tegasnya.
Dukungan dari Bank Sumut
Liga 4 Sumatera Utara Piala Gubernur Sumut musim ini mendapat dukungan dari Bank Sumut sebagai sponsor utama. Babak enam besar akan kembali ditentukan melalui proses undian.
Adapun enam tim yang memastikan lolos ke babak enam besar yakni Binjai City, PS Kwarta, Gumarang FC, Batubara United, Paya Bakung United, dan Pelita Medan Soccer.
Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."











