"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Kris Dayanti Tanggapi Perbedaan Agama Azriel dan Sarah

Persiapan Pernikahan Azriel Hermansyah dan Sarah Menzel

Azriel Hermansyah dan Sarah Menzel, yang telah menjalin hubungan asmara selama sekitar empat tahun, akan segera melangsungkan pernikahan. Mereka resmi melangkah ke jenjang yang lebih serius dengan menggelar acara lamaran pada 28 Juni 2024, bertepatan dengan ulang tahun Sarah yang ke-24. Kini, pasangan ini tengah sibuk mempersiapkan hari spesial mereka.

Kris Dayanti, ibu dari Azriel, akhirnya buka suara mengenai persiapan pernikahan putranya dengan Sarah. Ia mengungkapkan bahwa proses persiapan berjalan lancar, meskipun ada tantangan besar yang harus dihadapi, terutama karena adanya pertukaran budaya dan perbedaan latar belakang antara kedua keluarga.

Sarah Menzel berasal dari keluarga dengan latar belakang keyakinan yang berbeda. Hal ini menjadi salah satu topik diskusi serius antara kedua belah pihak keluarga. “Karena ini kan exchange culture ya, pertukaran budaya, jadi pasti banyak hal yang serius yang harus kita perbincangkan,” ujar Kris Dayanti.

Ia menegaskan bahwa pernikahan merupakan momen sakral, sehingga segala detail mengenai adat dan tradisi harus dibicarakan dengan matang. “Namanya pernikahan, ini kan menjadi satu hal yang paling sakral untuk Azriel dan juga Sarah. Dan kami sebagai keluarga sangat-sangat terbuka untuk bisa berdiskusi,” tambahnya.

Salah satu poin penting yang menjadi sorotan dalam persiapan ini adalah latar belakang keyakinan antara Azriel dan Sarah. Kris Dayanti mengaku komunikasi antara kedua pihak keluarga berjalan sangat transparan tanpa ada rasa khawatir yang berlebih. “Alhamdulillah kita diskusi, pokoknya semua harus terbuka, semua harus saling nggak ada kekhawatiran atau ketidaknyamanan dengan persiapan ini.”

Gugup dan Gemetar sebelum Lamar

Azriel Hermansyah melamar Sarah Menzel di hadapan keluarganya dan juga keluarga sang kekasih pada 28 Juni 2024. Sebelum prosesi lamaran tersebut, Azriel merasa sangat gugup sampai gemetaran. “Gemetaran,” kata Azriel.

Putra Anang Hermansyah dan Kris Dayanti ini bahkan tidak bisa menahan air matanya. “Aku juga nangis tadi,” ungkap Azriel. Ia mengungkap alasan dirinya menangis lantaran suasana yang dibangun saat lamaran itu terasa sangat mendukung. Keluarga Azriel hadir dan menyaksikan lamaran tersebut. Maka dari itu, saat lamaran berlangsung, pria kelahiran Jakarta, 27 Juni 2000 itu merasa sangat bahagia sampai menangis. “Karena apa ya, momennya keluarga lagi ngumpul terus momennya itu mendukung gitu, ada adik-adik. Terus tadi lagi obrolannya lagi hangat banget, keluarga. Habis itu ditambah ini (lamaran). Tambah nggak bisa terbendung, jadi nangis tadi air matanya keluar.”

Wajib Pertimbangkan Ini bila Mau Menikah Beda Agama

Pacaran beda agama bukanlah sesuatu yang mudah di Indonesia, apalagi jika dibawa ke jenjang yang lebih serius. Keluarga, teman, bahkan tetangga pasti akan ikut campur dalam hubungan asmara Anda. Tetapi mau bagaimana lagi? Kalau cinta sudah melekat pada satu orang, sulit rasanya untuk lepas dari orang tersebut. Berbagai halangan dan rintangan pun siap dihadapi asalkan keduanya bisa dipersatukan dalam ikatan pernikahan.

Sebelum melangkah lebih jauh, coba timbang-timbang dampak yang akan dirasakan saat menikah dengan orang yang berbeda keyakinan. Jangan pula karena omongan orang lain, rumah tangga jadi berantakan nantinya. Apa saja yang harus dipertimbangkan?

  1. Keluarga

    Apakah keluarga setuju jika Anda menikah dengan si dia? Restu dari keluarga begitu penting, terutama orangtua karena tanpa restu mereka, bahtera rumah tangga Anda menjadi lebih mudah goyah. Sebelum melangkah lebih jauh, coba diskusikan hubungan Anda dan pasangan kepada orangtua masing-masing. Apabila orangtua memberi lampu hijau terhadap perbedaan ini, baguslah! Karena Anda dan pasangan sudah dapat memikirkan konsep pernikahan yang diinginkan.

  2. Masyarakat

    Pernikahan beda agama sulit diterima oleh masyarakat di Indonesia. Masyarakat mengharapkan agar salah satu pihak mengalah, sehingga keduanya memiliki agama yang sama setelah menikah nanti. Kalau tidak, Anda dan pasangan harus siap dengan segala omongan yang kurang mengenakkan dari para tetangga. Daripada diomongi terus-menerus, lebih baik pindah rumah saja. Cari tempat tinggal yang diisi oleh masyarakat yang open minded dan tidak terlalu memusingkan perbedaan agama seperti ini. Lakukan survei terlebih dahulu agar tidak salah memilih tempat tinggal baru.

  3. Lokasi Pernikahan

    Pernikahan beda agama boleh dilangsungkan di Indonesia, tetapi hanya dibeberapa tempat saja, seperti Bali. Namun itu pun tidak akan tercatat secara sah oleh negara. Tetapi tetap saja masih terasa janggal karena peristiwa ini masih hal tabu di Indonesia. Maka jalan satu-satunya adalah melangsungkan pernikahan di luar negeri dengan bujet yang super fantastis. Ada biaya transportasi, penginapan, resepsi, fotografer, mekap, sewa gaun pengantin, sewa gedung dan masih banyak lagi yang perlu diperhitungkan.

  4. Toleransi

    Setelah menikah nanti, Anda dan pasangan hidup dengan aturan agama yang berbeda-beda. Jika tidak disikapi dengan toleransi yang tinggi, pasti akan muncul pertengkaran karena salah satu pihak sulit memahami pihak yang lain. Toleransi ini dibutuhkan dalam segala aktivitas setiap hari, baik itu di pagi hari saat berdoa, makan hingga saat merayakan hari besar agama masing-masing. Dengan toleransi tinggi, yakinlah bahtera rumah tangga tetap bertahan sampai maut memisahkan.

  5. Beribadah

    Baik Anda maupun pasangan, harus menjalankan tata tertib ibadah masing-masing sesuai agama yang dianut. Pada awalnya pasti merasa janggal dan kurang enak, apalagi jika salah satu pihak beribadah dalam waktu yang lumayan lama. Tetapi lama-kelamaan pasti merasa biasa saja, apalagi jika Anda mau memahami pasangan. Jika Anda termasuk orang yang sulit menerima perbedaan dalam hal beribadah seperti ini, sebaiknya jangan menikah dengan orang yang berbeda agama. Bukannya harmonis, keluarga bakal ditimpa oleh berbagai malapetaka karena Anda sulit menerima perbedaan.

  6. Nasib Anak

    Poin terakhir yang tidak kalah krusial adalah anak. Ketika tumbuh dewasa nanti, anak akan dihadapkan pada pilihan sulit. Apakah ingin ikut agama ayah atau ibunya. Selaku orangtua, Anda dan pasangan harus memberi kebebasan penuh terhadap agama yang akan dianut oleh anak. Hindari segala jenis hasutan atau ajakan untuk memilih agama yang satu atau yang lain. Biarkan anak menentukan pilihannya sendiri. Apapun keputusan anak nanti, Anda dan pasangan harus terima dengan lapang dada tanpa adanya sikap segan atau sakit hati.

Siapkah Anda dengan Segala Konsekuensinya?

Memutuskan menikah beda agama membutuhkan banyak pertimbangan agar pernikahan tersebut bisa awet walaupun banyak aral yang melintang. Langsungkan pernikahan jika Anda sudah siap menerima segala konsekuensi yang disebutkan di atas. Jika tidak, lebih baik segera berpisah karena Anda dan pasangan tidak akan dapat dipersatukan.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *