Bupati Sragen Ajak ASN Bersepeda untuk Dukung Penghematan Energi
Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, memulai pekan kerjanya dengan bersepeda dari rumah dinasnya ke kantor pada Senin, 6 April 2026. Tindakan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap program penghematan energi yang dijalankan oleh pemerintah daerah. Langkah ini juga menjadi contoh langsung bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sragen.
Sigit menilai bahwa mobilitas ramah lingkungan perlu dibiasakan selama kondisi memungkinkan. Ia menyatakan bahwa inisiatif bersepeda ke kantor atau bike to work merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat terkait efisiensi energi. Pemerintah daerah mendorong penggunaan sepeda dalam aktivitas kerja harian, khususnya untuk jarak tempuh yang relatif dekat. Namun, kebijakan ini tetap mempertimbangkan kondisi tertentu seperti kesehatan, jarak, dan kebutuhan mobilitas tinggi.
“Sepanjang bisa ditempuh dengan sepeda, mobilitas itu bisa difasilitasi sepeda maka kita sukseskan program hemat energi,” ujar Sigit saat ditemui setibanya di Kantor Pemerintah Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Senin pagi ini.
Ia menegaskan bahwa anjuran ini tidak hanya berlaku bagi dirinya, tetapi juga untuk seluruh ASN di Sragen. Menurut dia, partisipasi ASN menjadi kunci keberhasilan program tersebut karena menyangkut perubahan kebiasaan dalam bekerja. Pemerintah daerah pun berharap kesadaran kolektif dapat terbentuk melalui kebijakan ini.
“Untuk ASN-ASN kita anjurkan semuanya untuk mendukung menyukseskan program dari pemerintah hemat energi,” tambahnya.
Implementasi Kebijakan di Lapangan
Di sisi implementasi, Pemerintah Kabupaten Sragen akan menindaklanjuti petunjuk dari Kementerian Dalam Negeri. Salah satu bentuknya adalah penerbitan surat edaran sebagai pedoman pelaksanaan di seluruh organisasi perangkat daerah. Meski demikian, kebijakan ini tidak bersifat wajib, melainkan imbauan yang diharapkan dijalankan bersama.
“Petunjuk dari Kementerian Dalam Negeri sudah keluar, nanti kita tindak lanjuti dalam bentuk surat edaran,” kata Sigit.
Program ini tidak hanya berlaku di tingkat kabupaten, tetapi juga hingga pemerintah desa. Ia menyebut isu penghematan energi merupakan persoalan global yang memerlukan dukungan semua pihak. Karena itu, seluruh jenjang pemerintahan didorong untuk ikut berpartisipasi.
“Ini masalah global yang harus kita sukseskan dari semua jenjang pemerintahan,” ucapnya.
Kebijakan Work From Home Tetap Berlaku
Di sisi lain, kebijakan Work From Home (WFH) di Kabupaten Sragen bakal tetap diberlakukan setiap Jumat sesuai ketentuan nasional. Pemerintah Kabupaten Sragen memilih mengikuti kebijakan tersebut sebagai bagian dari sinkronisasi dengan pemerintah pusat. Hal ini dinilai tetap relevan dalam mendukung efisiensi energi.
“Keputusan tetap Jumat karena itu berlaku secara nasional,” ujar Sigit.
Partisipasi ASN dalam Program
Dukungan terhadap program ini juga datang dari kalangan ASN. Salah satu pegawai, Wagito, mengaku ikut menyukseskan kebijakan tersebut karena sejalan dengan upaya nasional dalam penghematan energi. Ia bahkan telah terbiasa bersepeda dari rumah menuju kantor dengan jarak sekitar lima kilometer.
“Yang jelas saya sebagai ASN di Kabupaten Sragen ikut menyukseskan program tersebut karena ini sifatnya nasional untuk hemat energi,” katanya.
Menurut Wagito, bersepeda tidak hanya mendukung program pemerintah, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan. Ia menyebut aktivitas tersebut membuat tubuh lebih bugar meski harus berkeringat sebelum bekerja. Rutinitas bersepeda juga dinilai tidak mengganggu waktu kerja karena dapat diatur dengan baik.
“Lumayan sehat, keringetan seperti ini, perjalanan sekitar 15 menit dan tetap bisa masuk kerja tepat waktu,” ujarnya.










