Kegiatan Kerja Bakti di Kawasan CPI Makassar
Personel Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar bersama DLH Provinsi Sulawesi Selatan melakukan kegiatan kerja bakti di kawasan Center Poin of Indonesia (CPI) pagi ini, Jumat (27/3/2025). Mereka turun langsung ke lapangan untuk melakukan pembersihan dan penataan kawasan. Sejak pagi hari, para petugas telah menyebar di berbagai titik kawasan dengan membawa peralatan kerja mereka.
Kerja bakti ini dilakukan secara intensif, dengan sebagian petugas memangkas ranting pohon yang mulai menjuntai ke area jalan dan jalur pedestrian. Sementara itu, yang lain merapikan hamparan rumput liar yang tumbuh tidak teratur. Di sisi lain, petugas kebersihan sigap mengumpulkan sampah-sampah yang tersebar, lalu memindahkannya ke armada pengangkut yang siaga di lokasi.
Pemandangan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kebersihan dan estetika ruang publik, khususnya di kawasan strategis seperti CPI yang menjadi salah satu wajah Kota Makassar. Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi DLH Kota Makassar dan DLH Provinsi Sulawesi Selatan dalam mendukung Gerakan Indonesia ASRI. Gerakan nasional ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan aksi nyata dalam menjaga kebersihan serta keindahan lingkungan.
Pendekatan Terpadu dalam Penanganan Lingkungan
Kepala DLH Kota Makassar, Helmy Budiman, yang turut memantau jalannya kegiatan, menyatakan bahwa keterlibatan penuh seluruh personel merupakan bentuk komitmen konkret pemerintah kota dalam penanganan lingkungan yang berkelanjutan. Ia menjelaskan bahwa pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat pembersihan sesaat, tetapi juga penataan kawasan secara menyeluruh.
Mulai dari pemangkasan vegetasi yang berpotensi mengganggu, pembersihan sampah di area publik, hingga pengangkutan hasil kerja dilakukan dalam satu sistem kerja terpadu. “Kami ingin memastikan bahwa kawasan CPI ini tetap terjaga kebersihannya, rapi secara visual, dan tentu saja nyaman bagi masyarakat yang datang beraktivitas,” ujarnya.
Menurut Helmy, kawasan publik seperti CPI memiliki fungsi penting. Tidak hanya sebagai ruang rekreasi, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial dan simbol wajah kota. Karena itu, kebersihan dan kerapihan menjadi aspek yang tidak bisa diabaikan. “Kalau kawasan ini bersih dan tertata, masyarakat juga akan lebih nyaman. Harapannya, kesadaran untuk menjaga kebersihan itu ikut tumbuh dari masyarakat sendiri,” tambahnya.
Aksi Penghijauan di Kawasan CPI
Selain fokus pada kebersihan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan aksi penghijauan. Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, hadir langsung bersama jajaran SKPD Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk melakukan penanaman pohon tabebuya di sejumlah titik di kawasan CPI. Dengan mengenakan pakaian lapangan, Fatmawati tampak ikut menanam bibit pohon, didampingi sejumlah pejabat dan petugas.
Kehadiran pohon tabebuya ini diharapkan dapat memperindah kawasan sekaligus memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang. “Penanaman pohon ini bukan hanya untuk mempercantik kawasan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan lingkungan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kualitas udara dan kenyamanan kota,” kata Fatmawati.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi antara DLH Kota Makassar dan DLH Provinsi Sulawesi Selatan yang dinilai menjadi contoh sinergi positif dalam penanganan isu lingkungan. “Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa kolaborasi itu penting. Pemerintah provinsi dan kota bisa berjalan bersama untuk tujuan yang sama, yaitu menjaga lingkungan kita,” ujarnya.
Kesiapan Personel dalam Menjaga Kebersihan
Para pejabat struktural DLH Kota Makassar, mulai dari kepala bidang hingga koordinator lapangan, terlihat aktif mengawal jalannya kegiatan. Mereka memastikan setiap titik tertangani dengan baik dan tidak ada area yang terlewatkan. Satgas kebersihan pun bekerja tanpa henti, mengangkut hasil pemangkasan dan pembersihan untuk memastikan kawasan benar-benar bersih.
Dalam waktu beberapa jam, perubahan mulai terlihat. Area yang sebelumnya tampak kurang terawat menjadi lebih rapi, bersih, dan tertata. Kegiatan ini bukan sekadar aksi simbolis. Melainkan upaya berkelanjutan dalam menjaga kualitas lingkungan perkotaan. Melalui langkah ini, pemerintah berharap kawasan CPI dapat terus terjaga sebagai ruang publik yang bersih, hijau, dan nyaman.
Lebih dari itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk ikut berperan dalam menjaga lingkungan.
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."










