"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Rasa bangga Saint Kitts and Nevis meski kalah 4-0, pelatih terkesan: Sangat hebat

Pengalaman Berharga bagi Pelatih Saint Kitts and Nevis

Kekalahan 0-4 dari Timnas Indonesia di ajang FIFA Series 2026 diterima dengan lapang dada oleh pelatih Saint Kitts and Nevis, Marcelo Serrano. Meskipun hasil pertandingan tidak sesuai harapan, ia mengakui bahwa pengalaman ini menjadi momen berharga bagi timnya.

Marcelo mengakui bahwa timnya kehilangan fokus setelah gol pertama Indonesia, namun ia sangat mengapresiasi kesempatan bertanding di Jakarta. Ia memuji fasilitas latihan, kemegahan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), dan fanatisme 26 ribu suporter yang hadir. Bagi tim asal Karibia ini, rasa bangga bisa terlibat dalam turnamen ini menjadi hal yang tak terlupakan.

Atmosfer Sepak Bola yang Mengesankan

Skor telak 4-0 yang menghiasi papan skor SUGBK, Jakarta pada Jumat (27/3/2026) kemarin, ternyata tidak melunturkan rasa bangga Marcelo Serrano. Meski gawang timnya dibombardir oleh brace Beckham Putra, Ole Romeny, dan Mauro Zijlstra, juru taktik asal Brasil ini justru mengaku terpukau dengan atmosfer sepak bola di Tanah Air.

Baginya, bisa bertanding di hadapan 26 ribu suporter Indonesia dengan fasilitas stadion yang “begitu hebat” adalah sebuah kehormatan dan kenangan indah yang akan selalu dikenang oleh tim asuhannya. “Saya harus bilang ini negara indah dengan fans yang besar. Meski stadion tidak penuh, kami bisa melihat semangat mereka,” ucap Marcelo Serrano.

Marcelo juga mengucapkan rasa terima kasih kepada suporter Timnas Indonesia atas sambutannya, dan momen ini tidak akan terlupakan oleh pemain Saint Kitts and Nevis. “Terima kasih atas sambutan yang sudah diberikan kepada kami,” ujar pelatih tim asal Benua Amerika Utara itu.

Fokus Pemain Buyar Setelah Indonesia Cetak Gol

Tentang pertandingan, Marcelo menilai anak-anak asuhnya bermain baik pada 25 menit pertama, namun setelah Timnas Indonesia mencetak gol, fokus pemain hilang. Empat gol Timnas Indonesia dicetak oleh brace Beckham Putra, Ole Romeny, dan Mauro Zijlstra.

Marcelo melihat sebenarnya Saint Kitts and Nevis ada peluang untuk mencetak gol pada babak pertama. “Dua gol awal datang dari kesalahan yang sama dengan bek kami. Ada pemain yang bagus memanfaatkan ruang itu,” katanya.

Rasa Bangga dan Terpukau: Begitu Hebat

Marcelo Serrano pun mengucapkan terima kasih kepada FIFA dan Indonesia yang sudah mengajak Saint Kitts and Nevis memeriahkan FIFA Series 2026. “Saya berterima kasih kepada Indonesia dan FIFA yang menyediakan turnamen ini. Kami datang dari tempat yang jauh dengan penerbangan 24 jam lebih,” ungkapnya.

“Stadion dan fasilitas latihan begitu hebat. Kami benar-benar berterima kasih,” lanjut Marcelo.

Puji Penampilan Beckham Putra

Masih di kesempatan yang sama, Marcelo juga memberikan pujian untuk penampilan pemain Timnas Indonesia, Beckham Putra yang mencetak dua gol dalam laga tersebut. Marcelo takjub melihat permainan dari gelandang Persib Bandung tersebut yang juga menjadi pemain terbaik dalam laga Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis, meski sebetulnya juga sudah mengetahui kekuatan Beckham Putra.

Selama pertandingan, pemain bernomor punggung tujuh itu tidak henti bergerak untuk merepotkan pertahanan Saint Kitts and Nevis. “Kami sudah mempelajar permainan Beckham Putra. Kami sudah tahu cara dia bermain. Saya pikir dia pemain yang bagus,” ucapnya.

Selain Beckham Putra, Marcelo juga memuji beberapa pemain Indonesia lainnya. “Ada juga beberapa pemain seperti Yakob Sayuri dan Ramadhan Sananta,” lanjut Marcelo. Marcelo menilai, pemain-pemain lokal di Timnas Indonesia berkualitas, ditambah pemain naturalisasi membuat Skuad Garuda semakin kuat. “Saya yakin ada banyak pemain lokal yang bagus di Indonesia,” ucap Marcelo.

Fokus Angkat Mental Pemain

Lebih lanjut, Marcelo akan mengangkat kembali mental anak-anak asuhnya setelah kalah telak dari Timnas Indonesia, sebab masih ada satu pertandingan lagi yang akan dihadapi Saint Kitts and Nevis. Saint Kitts and Nevis akan bertemu Kepulauan Solomon di SUGBK pada Senin (30/3/2026), pukul 15.30 WIB. Sebelumnya Kepulauan Solomon kalah 2-10 dari Bulgaria di SUGBK pada Jumat (27/3/2026).

“Saya selalu fokus pada psikologi pemain. Kebetulan saya punya gelar psikologi. Melawan Indonesia yang unggul dua gol awal dengan kesalahan yang sama, tentu berdampak pada mental kami,” ujarnya. “Di ruang ganti kami membahas itu. Pemain kami punya mental yang kuat dan kami akan bangkit,” tutup Marcelo Serrano.


Amanda Almeirah

Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *