"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Pernyataan Sumardji soal pemangkasan Dean James dari Timnas: Ini keputusan Herdman

Pemain Timnas Indonesia yang Dicoret untuk FIFA Series 2026

Beberapa waktu lalu, satu pemain Timnas Indonesia yang dipanggil untuk mengikuti FIFA Series 2026 dianggap tidak memenuhi kriteria dan akhirnya dicoret. Pemain tersebut adalah Dean James, yang sebelumnya tergabung dalam daftar 41 pemain yang dipanggil oleh pelatih John Herdman.

Dean James tidak hadir dalam sesi pemusatan latihan skuad Garuda di Jakarta pada Rabu (25/3/2026). Hal ini menunjukkan bahwa ia sudah tidak lagi menjadi bagian dari rencana tim nasional. Dalam penjelasan Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, pencoretan Dean James bukanlah karena masalah teknis atau kebugaran, melainkan murni keputusan dari pelatih John Herdman.

Sumardji menjelaskan bahwa awalnya jumlah pemain yang dipanggil adalah 24 orang, namun kemudian dipangkas menjadi 23 pemain sesuai dengan regulasi. “Saya awalnya bicara ke coach John Herdman, kenapa jumlahnya 24 pemain. Pasti hanya satu pemain saja yang dicoret,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa keputusan itu diambil agar tidak ada pemain yang merasa tidak nyaman duduk sendirian di bangku cadangan.

Meskipun demikian, Sumardji enggan memberikan informasi lebih lanjut tentang alasan spesifik pencoretan Dean James. Ia menegaskan bahwa hal tersebut tidak terkait dengan masalah paspor atau izin tinggal. “Tidak ada masalah dengan paspor Dean James. Ini pilihan dari coach John Herdman,” tegasnya.

Kronologi Masalah Dean James di Eredivisie

Masalah Dean James berawal dari pertandingan antara Go Ahead Eagles melawan NAC Breda di Eredivisie pada 15 Maret lalu. Dean James bermain selama 76 menit dan membantu timnya meraih kemenangan 6-0. Setelah pertandingan tersebut, sebuah podcast asal Belanda menyebutkan adanya dugaan masalah terkait izin tinggal Dean James.

Informasi ini kemudian disampaikan oleh pengurus NAC Breda kepada KNVB sebagai bentuk protes, dengan meminta pertandingan ulang. Namun, KNVB menolak permintaan tersebut dan akan melakukan investigasi mendalam terkait isu tersebut.

NAC Breda menduga bahwa Dean James dianggap sebagai pemain non-EU, sehingga ia harus memiliki izin kerja yang sesuai aturan Belanda. Dean James lahir di Leiden, Belanda pada tahun 2000, dan sempat memiliki kewarganegaraan Belanda sebelum resmi menjadi WNI pada 10 Maret 2025. Setelah mengambil sumpah di Roma, ia melepaskan paspor Belanda dan tidak lagi berhak menyandang dwi kewarganegaraan.

Masalah Izin Kerja di Eredivisie

Isu ini tidak hanya berlaku bagi Dean James, tetapi juga terhadap para pemain Timnas Indonesia lainnya yang bermain di Belanda, seperti Miliano Jonathans, Tim Geypens, Justin Hubner, Maarten Paes, dan Nathan Tjoe-A-On. Mereka juga menghadapi tantangan serupa terkait izin kerja dan tinggal.

Sebagai contoh, Maarten Paes bergabung dengan Ajax pada jendela transfer musim dingin dan tidak bisa langsung dimainkan oleh klub. Ajax mengetahui bahwa Paes berpaspor Indonesia dan harus mendapatkan izin tinggal serta kerja agar bisa bermain di Eredivisie. Setelah izin keluar, Paes baru bisa menjalani debutnya bersama Ajax.

Proses ini juga berlaku bagi Zinchenko dan beberapa pemain baru yang didatangkan Ajax. Saat ini, kasus Dean James sedang dalam masa investigasi oleh pihak Eredivisie dan KNVB. Direktur KNVB, Jan De Jong, menyatakan bahwa meskipun ada perdebatan, pertandingan yang telah dimainkan dianggap sah dan tidak akan dibatalkan atau diulang.

Pengaruh Terhadap Skuad Suriname

Masalah ini juga merambat ke skuad Suriname, yang memiliki beberapa pemain dengan kewarganegaraan Belanda. Suriname akan menjalani play-off Piala Dunia 2026 melawan Bolivia pada Jumat (27/3/2026). Isu ini memperlihatkan betapa kompleksnya regulasi sepak bola internasional terkait izin kerja dan kewarganegaraan pemain.

Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *