Wanita Viral karena Foto Ditemukan dalam Sesajen Santet
Sebuah kejadian yang mengejutkan terjadi di Pantai Parangkusumo, Yogyakarta. Seorang wanita bernama dmayangsukma menjadi sorotan setelah fotonya ditemukan dalam sesajen yang diduga digunakan untuk ilmu sihir atau santet. Kejadian ini memicu perhatian publik dan berbagai spekulasi mengenai nasib wanita tersebut.
Awalnya, kejadian ini diketahui melalui akun media sosial bernama _dikc. Akun tersebut bercerita bahwa saat sedang berjalan-jalan di pantai, ia menemukan sesajen dengan isian tak terduga. Isi sesajen tersebut mencakup darah segar, kembang, dan foto seorang wanita.
“Dari situ, aku cuma diam dan doa semoga mbaknya selalu dalam lindungan Allah,” tulis akun _dikc dalam unggahannya. Ia tidak berani membuka buhul atau mengganggu sesajen tersebut.
Tidak lama kemudian, akun dmayangsukma memberikan komentar pada unggahan tersebut. Ia kaget karena foto yang ditemukan itu adalah fotonya sendiri. “Astaghfirullah ini aku kak,” ujarnya dalam komentarnya.
Dari sini, netizen mulai penasaran dengan nasib wanita tersebut. Setelah ditelusuri, dmayangsukma mengungkap bahwa beberapa hari sebelumnya ia didiagnosa mengidap penyakit bell’s palsy. Penyakit ini menyebabkan kelumpuhan otot wajah secara mendadak, yang membuat wajahnya mencong dan sulit menutup mata.
“Kak gimana kabarnya? Baik-baik aja kan?” tanya netizen. Dmayangsukma menjawab, “Aku 2 minggu lalu memang lagi kena bell’s palsy kak.”
Setelah kejadian tersebut, dmayangsukma memutuskan untuk fokus pada pemulihan kesehatannya dan sementara waktu meninggalkan media sosial. Ia mengucapkan terima kasih kepada para netizen yang telah memberikan doa dan dukungan.
Cara Menangkal Sihir Menurut Ustaz Abdul Somad
Atas viralnya kejadian ini, banyak orang merasa cemas terhadap praktik santet dan sihir. Ustaz Abdul Somad (UAS) memberikan panduan tentang bagaimana menangkal sihir dan santet menurut ajaran Islam.
Menurut UAS, umat Islam yang terkena sihir tidak boleh pergi ke dukun. Ia menyatakan bahwa orang yang percaya kepada dukun akan dianggap kafir. “Siapa yang datang ke dukun, percaya dia kepada cakap dukun, kafir lah dia terhadap apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad,” ujarnya.
UAS juga memberikan beberapa cara untuk menangkal serangan sihir. Pertama, melakukan sholat witir dengan bacaan khusus. Rakaat pertama membaca surah Al A’la, rakaat kedua membaca surat Al Kafirun, dan rakaat ketiga membaca Al Ikhlas.
Kedua, setelah sholat witir, membaca dzikir yang diajarkan oleh Nabi Muhammad. Misalnya, membaca Al Fatihah, Al Baqarah, ayat kursi, Qul Huwallah, Al Falaq, dan An Nas. Air yang dibacakan bisa diminum atau digunakan untuk mandi.
UAS juga menekankan bahwa orang yang mati karena disantet akan dianggap sebagai syahid. “Orang yang mati dalam keadaan disihir, santet, maka dia mati syahid,” katanya.
Semua amalan tersebut harus dilakukan di tiga waktu: sebelum tidur malam, setelah maghrib, dan setelah ashar. Ini merupakan sunnah Nabi Muhammad SAW.











