"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Daerah  

Pemudik di Bangka Selatan Aman, 95 Personil Polres Basel Jaga 4 Titik Utama

Operasi Ketupat Menumbing 2026: Persiapan Pengamanan Arus Mudik dan Libur Lebaran di Bangka Selatan

Kepolisian Resor (Polres) Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung telah menyiapkan sejumlah personel untuk melaksanakan Operasi Ketupat Menumbing 2026. Sebanyak 95 personel dikerahkan dalam operasi ini dengan tujuan mengamankan arus mudik dan perayaan Idulfitri di wilayah tersebut.

Operasi yang akan berlangsung selama 13 hari mulai tanggal 13 hingga 25 Maret 2026 ini diawali dengan apel gelar pasukan yang dilakukan secara serentak dari tingkat Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia hingga jajaran kepolisian di daerah. Apel tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan seluruh personel serta mengecek sarana dan prasarana yang akan digunakan selama operasi berlangsung.

Penempatan Personel di Empat Pos Pengamanan

Personel yang dikerahkan akan ditempatkan di empat pos pengamanan dan pelayanan yang tersebar di sejumlah titik strategis. Penempatan pos tersebut dilakukan berdasarkan pertimbangan tingkat mobilitas masyarakat serta titik-titik yang dinilai rawan kepadatan selama periode mudik dan libur Lebaran.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan sinergi antara kepolisian dengan berbagai instansi terkait. Dalam pelaksanaan operasi, Polres Bangka Selatan bekerja sama dengan sejumlah instansi seperti TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, BMKG, Basarnas, Senkom, dan Pramuka. Kolaborasi ini bertujuan agar pengamanan dapat berjalan maksimal.

Fokus pada Keselamatan dan Kesehatan Masyarakat

Sasaran utama dari Operasi Ketupat Menumbing 2026 adalah memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melakukan mobilitas menjelang Hari Raya Idulfitri maupun setelah Lebaran. Aktivitas masyarakat diperkirakan meningkat, baik untuk perjalanan mudik, wisata, maupun kegiatan ekonomi. Oleh karena itu, pihak kepolisian akan melakukan pengamanan di berbagai lokasi strategis seperti masjid, pusat keramaian, pasar, pusat perbelanjaan, hingga objek vital.

Kabupaten Bangka Selatan saat ini mulai berkembang sebagai tujuan wisata di wilayah Kepulauan Bangka Belitung. Kehadiran sejumlah destinasi baru, seperti wahana bianglala dan kawasan wisata pantai, diperkirakan akan menarik kunjungan wisatawan selama libur Lebaran. Selain fokus pada pengamanan aktivitas masyarakat, Polres Bangka Selatan juga mengantisipasi potensi gangguan akibat faktor cuaca.

Antisipasi Cuaca dan Bencana

Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca selama periode arus mudik Lebaran berpotensi terjadi hujan hingga hujan lebat di sejumlah wilayah Indonesia. Meski wilayah Bangka Selatan tidak termasuk daerah yang diprediksi memiliki potensi bencana hidrometeorologi besar seperti di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, kepolisian tetap meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, wilayah ini diketahui rawan terjadi angin puting beliung.

Karena itu, aparat bersama instansi terkait menyiapkan langkah antisipasi melalui kesiapsiagaan tim tanggap darurat bencana, termasuk dukungan sarana dan prasarana pendukung. Penanganan bencana juga dirancang mencakup tahap pra-bencana, saat bencana, hingga pascabencana.

Imbauan untuk Keselamatan dan Kesehatan

Kapolres Bangka Selatan, Agus Arif Wijayanto mengimbau masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan selama melakukan perjalanan maupun aktivitas selama libur Lebaran. Ia meminta masyarakat mematuhi aturan lalu lintas serta menjaga kondisi kesehatan.

Berdasarkan prediksi rapat lintas sektoral, arus mudik dan arus balik terjadi dalam dua gelombang. Arus mudik diprediksi terjadi pada tanggal 14-15 Maret 2026 dan 18-19 Maret 2026. Sementara itu, puncak arus balik diprediksi terjadi pada tanggal 24-26 Maret 2026 dan 28-29 Maret 2026.

“Kami mengimbau masyarakat tetap mematuhi peraturan lalu lintas, tidak perlu terburu-buru saat berkendara, dan selalu menjaga kesehatan selama beraktivitas,” pesan Agus Arif Wijayanto.


Dian Sasmita

Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *