"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

ILeague tampilkan industri sepak bola Indonesia ke siswa dengan putar ekonomi Rp10,4 triliun

Sepak Bola Indonesia Bertransformasi Menjadi Industri Besar

Dunia sepak bola Indonesia kini bukan lagi sekadar hiburan di atas lapangan hijau, melainkan telah berkembang menjadi industri besar yang menawarkan peluang kesejahteraan bagi banyak pihak. Hal ini terlihat dari berbagai inisiatif yang dilakukan untuk mengedukasi generasi muda tentang potensi ekonomi di balik kompetisi sepak bola.

Salah satu contohnya adalah gelaran I.League Goes to School yang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Utara, Badung, pada Rabu (11/3) kemarin. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada siswa bahwa sepak bola tidak hanya sebatas permainan, tetapi juga bisa menjadi ladang karier yang luas.

Manager Corporate Share Value I.League, Hanif Marjuni, menjelaskan bahwa riset bersama BRI Research Institute menunjukkan bahwa perputaran uang dalam satu musim BRI Liga 1 mencapai angka fantastis, yaitu Rp10,4 triliun. Angka ini menjadi dasar bagi I.League untuk memberikan edukasi kepada para siswa dan mahasiswa bahwa sepak bola kini sudah menjadi industri global.

“Program ini kita ingin memberikan informasi kepada audience dari kalangan mahasiswa dan siswa bahwa sepak bola itu sudah menjadi industri secara global,” kata Hanif saat diwawancarai Tribun Bali.

Ia menambahkan bahwa di balik angka tersebut, banyak profesi yang bisa digeluti. “Jadi, kalau mau sejahtera di sepak bola, sekarang tidak harus menjadi atlet,” imbuhnya.

Profesi di Balik Sepak Bola

Industri sepak bola membutuhkan tenaga profesional di berbagai lini, seperti media officer, marketing officer, medical officer, hingga tim legal dan Liaison Officer (LO). Dengan adanya program ini, I.League ingin membuka mata para siswa bahwa passion mereka pada sepak bola bisa disalurkan ke berbagai profesi dengan pendapatan kompetitif.

Pemilihan SMAN 2 Kuta Utara sebagai lokasi kegiatan pun bukan tanpa alasan. Sekolah ini dinilai sebagai salah satu institusi pendidikan yang berprestasi dan memiliki program pembinaan olahraga yang baik.

Kepala SMAN 2 Kuta Utara, I Ketut Supardanayasa, menyambut hangat inisiatif ini sebagai bentuk edukasi kontekstual bagi anak didiknya. Ia menegaskan bahwa sekolahnya memang menaruh perhatian besar pada pembinaan olahraga.

“Kehadiran I.League merupakan sebuah harapan bagi anak-anak kami, memberikan edukasi bahwa pekerjaan itu tidak hanya di kantor,” kata Supardanayasa.

Ia juga menambahkan bahwa olahraga bisa membangun sebuah industri. Contohnya, jurnalistik, di mana siswa diberi edukasi bahwa mereka bisa menjadi wartawan olahraga di masa depan.

Sukses SMAN 2 Kuta Utara dalam Membina Atlet

Keberhasilan SMAN 2 Kuta Utara dalam membina atlet bukan sekadar isapan jempol. Dalam beberapa tahun terakhir, sekolah ini telah melahirkan tiga pemain Timnas U-17, termasuk sang kapten, Ekayana, serta pemain berbakat lainnya seperti Keanu dan Semadi.

Saat ini, terdapat empat atlet mereka yang telah menembus Elite Pro Academy (EPA) Bali United Junior dan sudah menandatangani kontrak profesional di level junior.

Untuk mendukung para atlet muda ini, pihak sekolah menerapkan sistem pendidikan yang fleksibel. Para atlet diberikan kelonggaran untuk mengikuti pembelajaran secara daring (online) saat harus menjalani pemusatan latihan atau pertandingan.

“Mereka kita bebaskan di mana mereka berlatih. Contohnya anak itu jam 5 pagi sudah berenang, mereka datang kadang jam 9, mereka sudah kita rekomendasi bahwa anak ini jangan dimarahin kalau terlambat karena mereka sudah berlatih sesuai jadwal,” ujar Supardanayasa.

Perubahan Paradigma Orang Tua

Transformasi ini pun mulai mengubah paradigma orang tua siswa di Bali. Jika dulu pekerjaan kantoran menjadi tujuan utama, kini banyak orang tua yang mulai melihat sepak bola dan olahraga lainnya sebagai jalan hidup yang menjanjikan masa depan cerah bagi anak-anak mereka.

Sepak bola Indonesia kini bukan lagi tentang siapa yang paling jago menggiring bola, melainkan tentang bagaimana menjadi bagian dari industri triliunan rupiah yang terus tumbuh.


Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *