"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Daerah  

Pemkab Biak Berdiskusi dengan Dispar Papua Barat Daya tentang Pengembangan Pariwisata

Upaya Pemerintah Kabupaten Biak Numfor dalam Mengembangkan Sektor Pariwisata

Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, terus berupaya memperkuat sektor pariwisata dengan melakukan diskusi dan berbagi pengalaman bersama daerah yang lebih maju di bidang tersebut. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Bupati Biak Numfor Markus Mansnembra dan rombongan ke Raja Ampat dan Sorong.

Kunjungan ini dilakukan setelah penerbangan perdana rute Sorong–Biak–Sorong dilaksanakan pada Senin (9/3/2026). Dalam kunjungan tersebut, Bupati Markus Mansnembra mengadakan diskusi tematik bersama Dinas Pariwisata Provinsi Papua Barat Daya serta pelaku industri pariwisata di Rylich Panorama Sorong, Kamis (12/3/2026).

Diskusi ini bertujuan untuk membangun jejaring kerja sekaligus belajar dari pengalaman daerah lain dalam mengembangkan sektor pariwisata. Bupati Markus Mansnembra menyampaikan bahwa adanya konektivitas penerbangan baru antara Sorong dan Biak merupakan langkah penting untuk mendorong percepatan pembangunan sektor pariwisata.

“Sejak awal kami sampaikan bahwa dengan adanya konektivitas penerbangan perdana Sorong–Biak dan sebaliknya merupakan upaya kita mendorong sektor pariwisata Kabupaten Biak Numfor. Kehadiran kami di sini untuk membangun jejaring kerja sekaligus belajar,” ujarnya.

Kesamaan Potensi Antara Biak Numfor dan Raja Ampat

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Papua Barat Daya, Yusdi Lamatenggo, menyatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan pariwisata di Kabupaten Biak Numfor. Menurutnya, Biak Numfor memiliki banyak kesamaan dengan Raja Ampat, baik dari segi potensi alam, kultur, maupun sejarah.

“Raja Ampat dan Biak Numfor banyak memiliki kesamaan, di antaranya potensi, kultur dan sejarah yang sama. Namun Raja Ampat sejak awal memiliki komitmen kuat dari Bupati pertama, Markus Wanma, yang fokus mengembangkan pariwisata,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Raja Ampat saat ini telah masuk dalam 10 destinasi prioritas wisata nasional. Selain itu, wilayah tersebut juga meraih dua pengakuan internasional dari UNESCO, yakni sebagai UNESCO Global Geopark pada tahun 2023 dan Cagar Biosfer (Biosphere Reserve) pada tahun 2025.

Kawasan Konservasi Laut dan Wisata Sejarah

Yusdi menambahkan bahwa Raja Ampat memiliki kawasan konservasi laut terbesar di Indonesia dengan luas sekitar 2 juta hektare yang terus dijaga dan dilestarikan. “Kawasan konservasi ini menjadi bahan promosi kita karena tren wisata dunia saat ini lebih mengarah pada wisata yang spesifik dan berkualitas,” katanya.

Ia optimistis Kabupaten Biak Numfor juga dapat mengembangkan sektor pariwisata dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki, termasuk kawasan konservasi laut serta peninggalan sejarah Perang Dunia II yang dapat dikembangkan sebagai wisata sejarah.

“Semoga Biak Numfor juga seperti Raja Ampat, dengan wilayah konservasi laut yang dijaga dengan baik sehingga bisa menjadi bahan promosi untuk menarik wisatawan,” imbuhnya.

Partisipasi Pelaku Industri Pariwisata

Diskusi dan berbagi pengalaman juga diisi oleh Ketua Jangkar (Jaringan Kapal Rekreasi), Ketua Perhimpunan Hotel Dan Restaurant Indonesia Provinsi Papua Barat Daya, Agus Sunaryo, Ketua ASITA (Asosiasi Tour n Travel Indonesia), Yulius Ricky, serta perwakilan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Provinsi Papua Barat Daya.

Kegiatan tersebut kemudian diakhiri dengan buka puasa bersama. Pertemuan ini menjadi kegiatan terakhir dalam rangkaian kunjungan kerja Bupati Biak Numfor dan rombongan di Raja Ampat dan Sorong, setelah sebelumnya dilaksanakan penerbangan perdana rute Sorong–Biak–Sorong pada Senin (9/3/2026).


Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *