"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Budaya  

Ceramah Tarawih 24 Ramadan 1447 H/2026: Bayangkan Ini Ramadan dan Lailatul Qadar Terakhirmu

Perayaan Ramadan yang Penuh Makna

Masuknya 10 hari terakhir bulan Ramadan menjadi momen penting bagi umat Islam. Pada masa ini, berbagai ibadah semakin diperketat dan dilakukan dengan penuh kesadaran akan keberkahan yang ditawarkan. Dalam waktu tersisa sebanyak 8 hari, para muslim berlomba-lomba untuk meraih keutamaan yang dijanjikan dalam satu malam istimewa, yaitu malam Lailatul Qadar.

Rasulullah SAW menjadi teladan yang patuh dalam menjalani 10 malam terakhir bulan mulia ini. Ini menjadi poin penting yang harus diperhatikan setiap muslim yang sedang berjuang di tengah 10 malam terakhir bulan yang penuh makna. Salah satu bentuk ibadah yang sering dilakukan adalah ceramah yang disampaikan oleh khatib, pendakwah, ustaz, atau tokoh agama lainnya sebelum masuk pada shalat Tarawih.

Berikut ini adalah naskah ceramah singkat yang bisa menjadi panduan khusus dalam puasa hari ke-24 Ramadan 2026 mendatang:

“Bayangkan Seolah Inilah Ramadan dan Lailatul Qadar Terakhirmu”

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Ramadan adalah bulan yang sangat spesial. Ketika tiba bulan ini, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Selain itu, pahala yang diperoleh selama Ramadan dilipatgandakan.

Ramadan sendiri merupakan bulan yang penuh keberkahan. Permulaannya penuh dengan rahmah (kasih sayang), pertengahannya sarat dengan maghrifah (ampunan), dan akhirnya menjadi kebebasan dari api neraka. Dalam Ramadan juga terdapat malam yang merupakan sebaik-baik malam, yaitu malam Lailatul Qadar yang lebih utama daripada seribu bulan. Malam ini menjadi madrasah yang menempa seorang muslim menjadi insan yang dapat merasakan lapar dan dahaganya orang-orang fakir dan miskin.

Ramadan mengajarkan sabar dan syukur. Karena orang yang berpuasa dituntut untuk sabar dalam meninggalkan segala hal yang dapat membatalkan puasa. Ia juga semestinya bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk bertemu kembali dengan Ramadan dan melakukan berbagai ibadah di dalamnya.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Berbahagialah seseorang yang mendapati Ramadan lalu dosa-dosanya diampuni oleh Allah karena berbagai kebaikan dan ketaatan yang ia lakukan selama Ramadan. Sebaliknya, sungguh merugi orang yang diberi kesempatan oleh Allah untuk memperbanyak ibadah di bulan Ramadan, namun kesempatan itu ia sia-siakan. Kesempatan emas itu tidak ia manfaatkan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Bersedihlah bagi siapa yang mendapati Ramadan, tetapi tidak diampuni dosanya.” (HR. Ath-Thabarani dan lainnya)

Oleh karena itu, marilah kita manfaatkan waktu selama Ramadhan sebaik-baiknya. Kita isi dengan berbagai ibadah dan kebaikan. Bisa jadi ini Ramadan terakhir bagi kita. Mungkin kita akan berpisah selamanya dengan Ramadan. Kesehatan dan usia muda tidak dapat menunda kematian. Sakit dan tua juga tidak dapat mempercepat kematian. Kita tidak mengetahui kapan ajal mendatangi kita. Marilah kita prioritaskan segala hal yang bermanfaat untuk kehidupan akhirat kita.

Apa saja yang bermanfaat untuk kebahagiaan akhirat? Jawabannya adalah takwa dan amal shalih. Seseorang tidak akan mencapai derajat takwa dan tidak akan bisa melakukan amal shalih sebagaimana mestinya tanpa bekal ilmu. Jadi kuncinya adalah ilmu dan amal. Kita bekali diri kita dengan ilmu agama lalu kita amalkan ilmu yang kita pelajari. Takwa dan amal shalih adalah buah dari ilmu dan amal.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Sebanyak apa pun urusan dunia kita, janganlah hal itu melalaikan kita dari urusan akhirat. Sesibuk apa pun kita, janganlah hal itu menghalangi kita dari mengumpulkan bekal untuk kebahagiaan abadi di akhirat. Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau hidup selamanya. Dan beramallah untuk akhiratmu seakan-akan engkau mati esok hari.

Artinya, urusan yang bersifat duniawi bisa ditunda, seakan-akan kita hidup selamanya. Akan tetapi jika berkaitan dengan urusan akhirat, maka kita lakukan saat ini juga dan jangan ditunda, seakan-akan kita mati esok hari.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Mudah-mudahan semua amal kebaikan kita selama Ramadan diterima oleh Allah, seluruh dosa kita diampuni oleh-Nya dan kita dipertemukan dengan Ramadan pada tahun berikutnya.

Demikian khutbah yang singkat ini. Mudah-mudahan bermanfaat dan membawa barakah bagi kita semua.

Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

Amanda Almeirah

Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *