Kementerian Agama Sulsel Siapkan 517 Masjid sebagai Rest Area bagi Pemudik Lebaran 2026
Kementerian Agama Sulawesi Selatan (Sulsel) telah menyiapkan sebanyak 517 masjid sebagai rest area bagi pemudik selama libur Lebaran 2026. Masjid-masjid ini tersebar di jalur utama mudik dan akan dibuka selama 24 jam, baik pada masa arus mudik maupun arus balik. Program ini bertujuan untuk memberikan layanan yang ramah kepada para pemudik.
Selain menjadi tempat istirahat, pemudik juga dapat memanfaatkan berbagai fasilitas seperti air minum, tempat ibadah, hingga pengisian daya ponsel. Hal ini dilakukan untuk memastikan kenyamanan dan kebutuhan dasar pemudik selama perjalanan.
Kolaborasi dengan Madrasah dan KUA
Selain masjid, sejumlah madrasah dan Kantor Urusan Agama (KUA) juga disiagakan untuk memberikan pelayanan kepada pemudik. Kehadiran posko mudik di rumah ibadah diharapkan mampu memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam melayani masyarakat selama musim mudik.
Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulsel, Ali Yafid, mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri saat melakukan perjalanan jauh. Ia menyarankan pemudik untuk singgah dan beristirahat jika merasa lelah. Petugas diminta untuk memantau kondisi lokasi serta memastikan tanda penunjuk seperti baliho atau spanduk lokasi ramah pemudik dipasang di tempat yang mudah terlihat.
Fasilitas Dasar dan Tambahan
Ali Yafid juga meminta pengelola rumah ibadah untuk menyediakan fasilitas dasar bagi pemudik, terutama karena perjalanan mudik tahun ini berlangsung pada bulan Ramadan. Jika memungkinkan, disediakan takjil atau makanan berbuka bagi para pemudik, serta minuman atau makanan sederhana untuk sahur. Ini bagian dari pelayanan kemanusiaan dan kepedulian sosial.
Layanan yang diberikan kepada pemudik harus bersifat gratis dan tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu. Ia juga mendorong masjid menyediakan fasilitas tambahan untuk mendukung kenyamanan pemudik, seperti tempat pengisian daya telepon seluler, ruang ibu menyusui, hingga layanan sederhana seperti tambal atau isi angin ban kendaraan.
Kerja Sama Lintas Instansi
Masjid-masjid dalam program ini berada di sepanjang jalur mudik nasional dan pelaksanaannya dilakukan melalui kolaborasi dengan Kementerian Perhubungan dan Kepolisian. Selain itu, rumah ibadah juga dapat bekerja sama dengan puskesmas terdekat untuk menyediakan layanan kesehatan dasar bagi pemudik.
Contoh Masjid yang Siap Melayani Pemudik
Salah satu contoh adalah Masjid Darul Huda di Empagae, Desa Assorajang, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo. Masjid ini buka layanan 24 jam bagi pemudik selama arus mudik Lebaran 2026. Pengurus masjid telah menyiapkan berbagai fasilitas seperti air minum, area istirahat, dan parkiran yang aman.
Masjid Kapal Munzalan di Kelurahan Sapulohe, Kecamatan Bontobahari, juga membuka layanan 24 jam bagi pemudik. Masjid ini dilengkapi pendingin ruangan, wifi gratis, dan dapur umum yang dapat dimanfaatkan para musafir secara gratis.
Posko Kesehatan untuk Pemudik
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyiapkan berbagai langkah untuk memastikan perjalanan mudik berlangsung aman dan nyaman. Salah satunya melalui posko terpadu di sejumlah jalur utama mudik. Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel menjadi salah satu instansi yang ikut ambil bagian dalam layanan tersebut.
Tenaga medis siap berjaga di sejumlah posko terpadu selama masa angkutan mudik dan arus balik Lebaran. Dokter dan tenaga perawat akan melakukan pemeriksaan awal bagi pemudik yang membutuhkan layanan medis. Jika diperlukan penanganan lebih lanjut, ambulans disiagakan untuk membawa pasien ke fasilitas kesehatan terdekat.
Distribusi Kendaraan Selama Libur Lebaran
Libur Lebaran tahun ini memiliki rangkaian yang cukup panjang, sehingga distribusi kendaraan diperkirakan lebih merata sepanjang masa libur. Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Sulsel, Patarai GS, menjelaskan bahwa dengan libur panjang ini, distribusi kendaraan akan lebih merata tiap hari. Hal ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas.
Meski demikian, Dishub Sulsel tetap menyiagakan petugas di sejumlah titik rawan kemacetan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan selama musim mudik.
Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."










