Pembangunan Kantor Baru Dinas Perhubungan Kabupaten Tegal Masih Membutuhkan Pekerjaan Finishing
Pembangunan kantor baru Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tegal di kawasan Terminal Bus Dukuhsalam kini mulai dimanfaatkan untuk aktivitas perkantoran. Meski secara struktur bangunan telah berdiri kokoh dan layak digunakan, sejumlah pekerjaan finishing masih menunggu tambahan anggaran dari pemerintah daerah.
Beberapa bagian bangunan diketahui belum sepenuhnya rampung, terutama pada sektor interior dan penataan lingkungan kantor. Sejumlah ruangan bahkan belum dilengkapi plafon, di antaranya ruang Bidang Lalu Lintas, dapur, serta aula yang nantinya akan digunakan untuk berbagai kegiatan internal maupun pelayanan publik.
Selain pekerjaan di dalam gedung, fasilitas penunjang di area luar juga masih membutuhkan penataan lebih lanjut. Di antaranya pembangunan area parkir kendaraan, pavingisasi halaman kantor, serta penataan akses keluar masuk kendaraan yang akan menunjang mobilitas pegawai maupun masyarakat yang datang mengurus layanan.
Kepala Dishub Kabupaten Tegal Elliya Hidayah melalui Sekretaris Dishub, Muhammad Nuh, menjelaskan bahwa pembangunan kantor baru tersebut didanai melalui APBD Kabupaten Tegal Tahun Anggaran 2025 dengan total anggaran sebesar Rp4,8 miliar.
Menurut Nuh, secara umum kondisi bangunan sudah cukup representatif untuk menunjang operasional perkantoran. Namun demikian, masih terdapat beberapa pekerjaan lanjutan yang perlu diselesaikan agar kantor tersebut benar-benar berfungsi secara optimal.
“Secara struktur bangunan sebenarnya sudah selesai dan layak digunakan. Tetapi memang masih ada beberapa bagian yang perlu finishing, seperti pemasangan plafon di beberapa ruangan serta penataan area luar kantor,” kata Nuh saat ditemui, baru-baru ini, Sabtu 14 Maret 2026.
Ia menjelaskan, meski pembangunan belum rampung sepenuhnya, aktivitas perkantoran Dishub Kabupaten Tegal secara bertahap telah dipindahkan ke kantor baru tersebut. Hal ini dilakukan karena kantor Dishub sebelumnya kini telah digunakan oleh dinas lain.
Sebelumnya, kantor lama Dishub Kabupaten Tegal ditempati oleh Dinas Kelautan, Perikanan, dan Peternakan Kabupaten Tegal. Sementara kantor lama dinas tersebut kini digunakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Kondisi tersebut membuat Dishub harus segera menempati kantor baru agar aktivitas pelayanan kepada masyarakat tetap dapat berjalan.
“Karena kantor lama sudah ditempati oleh dinas lain, maka kami mulai menggunakan kantor baru ini untuk operasional. Walaupun masih ada beberapa bagian yang belum selesai, pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan seperti biasa,” jelasnya.
Untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan finishing yang masih tersisa, Dishub Kabupaten Tegal memperkirakan membutuhkan tambahan anggaran sekitar Rp3 miliar. Anggaran tersebut rencananya akan digunakan untuk menuntaskan berbagai pekerjaan interior maupun penataan lingkungan kantor.
Di antaranya meliputi pemasangan plafon di sejumlah ruangan, pembangunan dan penataan area parkir kendaraan, pavingisasi halaman kantor, serta pembuatan akses keluar masuk kendaraan yang lebih tertata.
“Kami masih membutuhkan anggaran sekitar Rp3 miliar agar pembangunan bisa benar-benar tuntas. Termasuk untuk menyelesaikan plafon beberapa ruangan, penataan parkir, pavingisasi, hingga akses kendaraan keluar masuk,” ujar Nuh.
Karena proses pembangunan belum sepenuhnya selesai, kantor baru Dishub Kabupaten Tegal tersebut hingga saat ini juga belum diresmikan secara resmi oleh pemerintah daerah.
Pihak Dishub pun telah mengusulkan tambahan anggaran tersebut kepada Bupati Tegal agar dapat dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada tahun 2027 mendatang.
“Usulan tambahan anggaran sudah kami sampaikan kepada Pak Bupati. Harapannya pada 2027 nanti bisa dialokasikan dana untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan finishing yang masih tersisa,” ungkapnya.
Nuh berharap, apabila seluruh pembangunan telah rampung, kantor baru Dishub Kabupaten Tegal dapat menjadi fasilitas kerja yang lebih representatif serta mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, keberadaan kantor yang lebih layak dan tertata akan memberikan dampak positif bagi kenyamanan pegawai dalam bekerja sekaligus mempermudah masyarakat yang datang untuk mengurus berbagai keperluan layanan transportasi.
“Kalau nanti semua sudah selesai, tentu kantor ini akan jauh lebih representatif. Baik untuk kenyamanan pegawai dalam bekerja maupun bagi masyarakat yang datang mengurus pelayanan di Dishub,” pungkasnya.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”










