"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Daerah  

Jalan rusak merajalela di RI sejak 2024: Kalteng, Kaltim, Jateng



Infrastruktur jalan memainkan peran penting dalam kehidupan masyarakat. Jalan yang rusak dapat mengganggu mobilitas warga maupun aktivitas distribusi barang dan jasa. Di Indonesia, masih banyak jalan yang berstatus rusak ringan atau rusak parah.

Menjelang mudik lebaran, kondisi jalan nasional menjadi fokus utama. Jalan nasional merupakan jalur utama yang digunakan oleh para pemudik antarkota maupun antarprovinsi.

Dengan menelusuri data jalan nasional rusak di situs Kementerian Pekerjaan Umum (PU), terdapat klasifikasi kondisi jalan menjadi jalan mantap dan tidak mantap. Jalan tidak mantap mencakup jalan rusak ringan dan rusak parah, sedangkan jalan mantap mencakup jalan dengan kondisi baik dan sedang.

Kementerian PU merangkum kondisi jalan nasional dalam Buku Kondisi Jalan Nasional Semester 1 2025. Data dalam publikasi tersebut berasal dari database IRMS oleh Balai/Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional.

Berdasarkan publikasi tersebut, panjang jalan nasional dengan kondisi tidak mantap mencapai 3.021,5 km pada semester 1 2025. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan kondisi satu dekade sebelumnya. Pada 2016 lalu, jalan rusak mencapai 4.993,34 km. Meski begitu, jumlah jalan rusak naik dalam satu tahun terakhir. Pada 2024, jalan rusak nasional mencapai 2.227,5 km, kemudian melonjak menjadi 3.021,5 km pada 2025.

Dengan demikian, masih ada 6,35 persen jalan rusak atau tidak mantap. Terdiri dari 2.337,92 km jalan rusak ringan (4,91%) dan 683,58 km jalan rusak berat (1,44%). Sementara itu, jalan dengan kondisi mantap mencapai 44.582,88 km atau 93,65 persen dari seluruh jalan nasional.

Berikut detail panjang dan persentase jalan mantap di tiap provinsi, data diurutkan berdasarkan persentase jalan mantap:

  1. KEPULAUAN RIAU – 429,66 km (100,00%)
  2. KEPULAUAN BANGKA BELITUNG – 597,75 km (99,85%)
  3. NTB – 924,92 km (98,43%)
  4. SULAWESI UTARA – 1.650,02 km (98,07%)
  5. JAWA BARAT – 1.744,73 km (97,88%)
  6. BALI – 576,14 km (97,71%)
  7. SULAWESI SELATAN – 1.695,72 km (97,48%)
  8. SULAWESI TENGAH – 2.301,32 km (97,45%)
  9. KALIMANTAN SELATAN – 1.171,90 km (97,32%)
  10. GORONTALO – 728,97 km (96,96%)
  11. DI YOGYAKARTA – 297,66 km (96,88%)
  12. NTT – 2.080,77 km (96,63%)
  13. KALIMANTAN BARAT – 2.205,27 km (96,40%)
  14. MALUKU – 1.783,22 km (96,38%)
  15. SULAWESI TENGGARA – 1.433,36 km (96,14%)
  16. BANTEN – 545,11 km (95,99%)
  17. KALIMANTAN UTARA – 617,15 km (95,90%)
  18. SUMATERA UTARA – 2.487,95 km (94,98%)
  19. ACEH – 2.005,01 km (94,93%)
  20. JAWA TIMUR – 2.145,01 km (94,84%)
  21. MALUKU UTARA – 1.142,08 km (94,50%)
  22. SULAWESI BARAT – 721,73 km (93,95%)
  23. RIAU – 1.165,52 km (92,93%)
  24. JAMBI – 1.215,48 km (92,15%)
  25. LAMPUNG – 1.194,87 km (92,03%)
  26. BENGKULU – 716,43 km (91,61%)
  27. JAWA TENGAH – 1.435,78 km (90,79%)
  28. SUMATERA BARAT – 1.290,32 km (90,65%)
  29. PAPUA TENGAH – 70,06 km (89,94%)
  30. PAPUA BARAT DAYA – 54,49 km (89,78%)
  31. SUMATERA SELATAN – 1.407,09 km (89,02%)
  32. KALIMANTAN TIMUR – 1.584,42 km (87,69%)
  33. PAPUA JAYAPURA – 113,36 km (87,66%)
  34. KALIMANTAN TENGAH – 1.806,63 km (86,26%)
  35. PAPUA BARAT – 119,95 km (85,05%)
  36. PAPUA SELATAN – 100,66 km (82,29%)
  37. PAPUA PEGUNUNGAN – 174,26 km (70,69%)
  38. TOTAL – 44.582,88 km (93,65%)

Selain itu, provinsi dengan persentase jalan rusak paling tinggi adalah Papua Pegunungan, dengan panjang jalan rusak sepanjang 6,68 km. Meskipun pendek, jalan rusak di sana setara 29,31 persen dari seluruh jalan nasional di provinsi tersebut. Sementara itu, jalan mantap sepanjang 174,26 km (70,69%).

Persentase jalan rusak yang tinggi juga dialami Papua Selatan sebanyak 17,71 persen, Papua Barat 14,95 persen, Kalimantan Tengah 13,74 persen, dan Papua 12,34 persen.



Deretan Provinsi dengan Jalan Rusak Terpanjang

Provinsi dengan jalan nasional tidak mantap atau rusak paling panjang adalah Kalimantan Tengah. Jalan rusak di sana mencapai 287,68 km atau 13,74 persen dari seluruh jalan yang ada di provinsi tersebut.

Posisi kedua ditempati Kalimantan Timur, jalan nasional rusak sepanjang 222,37 km. Disusul Sumatera Selatan 173,62 km, Jawa Tengah 145,67 km, dan Sumatera Barat 133,08 km.

Kecelakaan Akibat Jalan Berlubang Paling Banyak di Jateng

Tim mencoba mengulik jumlah kecelakaan yang berlokasi di jalan rusak berdasarkan data laka lantas milik Bareskrim Polri. Data tersebut diakses pada laman pusiknas.polri.go.id. Kondisi jalan lokasi kecelakaan yang kami gunakan adalah ‘jalan berlubang’.

Sepanjang 2025, ada 1.838 kecelakaan yang terjadi di seluruh Indonesia akibat jalan berlubang.

Kondisi Jalan Jumlah Kecelakaan Persentase
Baik 150.950 97,18%
Berlubang 1.838 1,18%
Basah 764 0,49%
Berombak 650 0,42%
Licin 512 0,33%
Keriting 432 0,28%
Berdebu 146 0,09%
Banjir 30 0,02%
Beralur 8 0,01%
Total 155.330 100,00%

Berdasarkan jumlah laporan kecelakaan yang dilaporkan masing-masing polda, provinsi dengan kecelakaan berlokasi di jalan berlubang terbanyak adalah Jawa Tengah yaitu 257 kecelakaan. Jawa Tengah sendiri menduduki posisi keempat provinsi dengan jalan rusak terpanjang.

Kemudian ada Bali dengan 161 kecelakaan, Sulawesi Selatan sebanyak 142 kecelakaan, Sulawesi Utara dan DKI Jakarta masing-masing 113 kecelakaan.

Khusus wilayah DKI Jakarta mengacu pada laporan yang masuk ke Polda Metro Jaya. Perlu diketahui, Polda Metro Jaya juga menaungi daerah-daerah penyangga ibu kota yakni Tangerang, Bekasi, dan Depok.

Eka Syaputra

Penulis berita yang fokus pada isu politik ringan dan peristiwa harian. Ia menikmati waktu luang dengan menggambar, membaca artikel opini, dan mendengarkan musik indie. Menurutnya, tulisan yang baik adalah hasil dari pikiran tenang. Motto: "Objektivitas adalah harga mati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *