"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Daerah  

Pemudik Waspada di Pantura Kaliwungu, Lampu Jalan Hanya Pajangan

Kondisi Jalan Gelap di Jalur Pantura Kaliwungu, Kendal

Kondisi jalan yang gelap di jalur Pantura Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, menjadi perhatian serius bagi para pengguna jalan. Banyak pengendara mengeluhkan minimnya penerangan jalan, terutama saat malam hari dan dalam kondisi cuaca buruk seperti hujan deras.

Pengendara Memilih Jalur Alternatif

Salah satu pengendara motor, Wahyono, mengaku harus lebih berhati-hati saat melintasi jalur tersebut. Ia mengatakan bahwa tidak semua lampu penerangan jalan menyala, sehingga membuat jalan terasa gelap dan membahayakan keselamatan berkendara.

“Kalau pulang pas malam ya mending lewat Kaliwungu mas, lebih ramai dan terang,” ujarnya saat sedang beristirahat di SPBU Kaliwungu, Jumat (6/3/2026). Wahyono biasanya pulang ke kampung halamannya di Batang sekitar sebulan sekali. Namun, ia kerap memilih jalur alternatif untuk menghindari risiko kecelakaan akibat kondisi jalan yang gelap.

Ia juga mengingatkan bahwa kondisi jalan tersebut perlu segera diperbaiki, terutama menjelang arus mudik Lebaran. “Sebentar lagi kan waktunya mudik, kasihan kalau pemudik yang tidak tahu medan lewat sini. Ini juga masih musim hujan, pasti harus lebih hati-hati,” tambahnya.

Ratusan Lampu Jalan Dilaporkan Mati

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bidang Lalu Lintas dan Perparkiran Penerangan Jalan Dinas Perhubungan Kabupaten Kendal, Sofyan Efendi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mencatat ratusan titik lampu penerangan di jalur Pantura nasional yang saat ini tidak berfungsi.

Menurutnya, terdapat sekitar 425 titik lampu yang membutuhkan penggantian unit agar dapat kembali beroperasi secara optimal. Titik-titik lampu yang mati tersebut tersebar di sepanjang jalur Pantura Kendal, mulai dari perbatasan dengan Kabupaten Batang hingga wilayah perbatasan Kendal dengan Kota Semarang.

Total panjang ruas jalan nasional tersebut mencapai sekitar 46,2 kilometer. “Untuk kebutuhan lampu di jalan nasional di Kendal itu totalnya 1.426, tetapi saat ini kurang 425 titik lampu,” terangnya.

Masalah Penerangan Jalan yang Berlangsung Lama

Sofyan menambahkan bahwa kondisi jalan Lingkar Kaliwungu yang relatif gelap pada malam hari sebenarnya sudah terjadi sejak lama. Meski demikian, pihaknya berupaya melakukan perbaikan agar lampu penerangan dapat berfungsi lebih maksimal, terutama menjelang arus mudik Lebaran tahun ini.

“Sejak awal dibangunnya jalan itu memang belum semua lampu diganti. Njenengan lihat saja beberapa lampunya masih bentuk jadul, belum LED,” tuturnya.

Kebutuhan Lampu di Berbagai Jenis Jalan

Lebih lanjut, Sofyan menerangkan terdapat tiga jenis jalan di Kendal yang masih membutuhkan lampu penerangan. Di jalan kabupaten dengan panjang total 780 kilometer, baru terpasang 8.128 titik lampu dari total kebutuhan sebanyak 15.660 titik.

Sedangkan di ruas jalan provinsi dengan total panjang 61 kilometer juga baru terpasang 485 dari kebutuhan total 744 titik lampu penerangan jalan. “Ini memang menjadi catatan, apalagi menjelang arus mudik lebaran. Kalau yang jalan nasional kami sudah surat ke pemerintahan pusat, dan yang jalan provinsi juga sama,” paparnya.

Upaya Perbaikan dan Target Pencahayaan

Dia menambahkan, ketiga jalur itu masih menjadi prioritas sehingga kondisi jalan di Kendal bisa lebih terang. “Untuk yang jalan kabupaten karena itu kewenangan kami, maka kami sudah mencicil sehingga ke depan bisa digunakan,” imbuhnya.

Tahun ini, Dishub Kendal sudah mendapatkan 80 unit tambahan lampu penerang jalan yang siap dipasang untuk menyambut pemudik. Pihaknya juga menargetkan 90 persen jalan di Kendal lebih terang untuk mengurangi resiko kecelakaan.

“Tahun ini ada tambahan 80 unit. Untuk persiapan lebaran memang titik gelap jalan nasional di Kendal masih relatif tapi sudah terang,” tandasnya.


Eka Syaputra

Penulis berita yang fokus pada isu politik ringan dan peristiwa harian. Ia menikmati waktu luang dengan menggambar, membaca artikel opini, dan mendengarkan musik indie. Menurutnya, tulisan yang baik adalah hasil dari pikiran tenang. Motto: "Objektivitas adalah harga mati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *