"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Kisah mencekam pelatih bulu tangkis RI, Irwansyah, nyaris terkena ledakan di Dubai

Pengalaman Menegangkan Irwansyah di Bandara Dubai

Pelatih bulu tangkis Indonesia, Irwansyah, yang kini melatih pemain India Pusarla Sindhu, mengungkap pengalaman tak terlupakan saat berada di Bandara Internasional Dubai. Kejadian tersebut terjadi saat ia dan tim sedang dalam perjalanan menuju All England, sebuah kejuaraan bulu tangkis bergengsi.

Pada 28 Februari, Irwansyah bersama Sindhu dan staf pelatih lainnya berada di bandara untuk transit sebelum terbang ke Inggris. Namun, penerbangan mereka dibatalkan setelah mengalami keterlambatan selama 4 jam. Akibatnya, mereka harus keluar dari bandara untuk evakuasi ke hotel di Dubai.

“Kami di bandara sepanjang hari. Karena sudah terlalu lama di sana, kami diarahkan ke hotel,” cerita Irwansyah.

Irwansyah dan tim awalnya tidak memiliki visa keluar karena hanya transit. Namun, ketika ingin keluar dari imigrasi, ia menghadapi kendala. Nama pada paspornya hanya satu kata, yaitu Irwansyah. Sementara itu, di Dubai, nama dengan satu kata tidak diperbolehkan keluar. Petugas bandara menolaknya karena alasan administratif.

“Saya ditahan tidak boleh keluar karena hanya memiliki satu nama. Mereka bilang, ‘Ini enggak boleh keluar karena hanya satu nama’. Saya mencoba menjelaskan bahwa saya pernah ke sini sebelumnya, tapi tidak ada yang percaya,” ujarnya.

Akhirnya, Irwansyah disuruh menunggu di Gate B8. Di sana, ia merasa sangat lelah dan tertidur. Tiba-tiba, ledakan besar terdengar. Asap mulai menyebar dan semua penumpang panik. Mereka langsung lari keluar tanpa memperhatikan visa atau prosedur administratif.

“Ledakan itu dekat dengan saya. Kami keluar tanpa visa dan tidak tahu apa-apa. Itu seperti perang,” tambahnya.

Setelah berhasil keluar, Irwansyah dan penumpang lain tidak langsung menuju hotel. Ada kebingungan dari petugas setempat terkait jalur evakuasi. Mereka naik bus yang hanya mutar-mutar di sekitar bandara. Ambulans, pemadam kebakaran, dan polisi juga hadir di lokasi kejadian.

“Bandara jadi kacau. Semua orang panik. Itu benar-benar seperti perang,” ujarnya.

Setelah 15 menit dalam ketidakpastian, mereka akhirnya dipindahkan ke bus lain dan diarahkan ke hotel dekat bandara. Mereka tiba di sana sekitar pukul 03.00 pagi. Meski begitu, Irwansyah tetap khawatir karena dentuman masih terdengar jelas dari kamarnya di lantai 12.

“Dari KBRI, saya mendengar bahwa Iran mengirimkan 200 drone dan 37 roket ke Dubai,” jelasnya.

Beruntung, Irwansyah akhirnya dibantu oleh Pusarla Sindhu untuk pindah ke hotel yang lebih aman. Setelah bertemu kembali dengan Sindhu dan staf pelatih lainnya, mereka akhirnya terbang meninggalkan Dubai pada 2 Maret sekitar pukul 21.00 dan tiba di Bangalore, India, pada dini hari.

“Sindhu adalah atlet penting bagi India. Pesawat kami pun satu-satunya yang terbang ke Bangalore,” tambahnya.

Saat ini, Irwansyah telah berada di India. Alasannya tidak kembali ke Indonesia karena anak dan istrinya ikut tinggal di sana sejak ia menerima pekerjaan melatih India sejak 2025. Meski masih trauma, ia tetap melatih pemain-pemainnya.

Ke depan, India akan lebih berhati-hati dalam mengirimkan pemain ke kejuaraan di Eropa. Jika penerbangan membutuhkan transit di Timur Tengah, mereka akan fokus pada turnamen Asia saja dalam waktu dekat.

Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *